Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Bupati Minahasa Utara Serahkan Hewan Kurban untuk Idul Adha 1447 H, Wujud Kepedulian terhadap Umat Islam

1283
×

Bupati Minahasa Utara Serahkan Hewan Kurban untuk Idul Adha 1447 H, Wujud Kepedulian terhadap Umat Islam

Sebarkan artikel ini

Minahasa Utara – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Pendopo Kantor Bupati Minahasa Utara pada Selasa (26/5/2026). Di hari yang penuh berkah tersebut, Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., secara resmi menyerahkan hewan kurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Penyerahan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara dalam mendukung umat Islam menjalankan ibadah kurban.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh agama, perwakilan masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah. Momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kuat harmoni antarumat beragama di Bumi Minahasa Utara.


Apresiasi dari LPHBI untuk Kepemimpinan yang Inklusif

Ketua Lembaga Penyiaran dan Hubungan Antar Umat Beragama Islam (LPHBI) Kabupaten Minahasa Utara, H. Sarhan Antili, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. Ia mengungkapkan bahwa sebanyak sembilan masjid di sembilan kecamatan yang tersebar di seluruh wilayah Minahasa Utara akan menerima manfaat dari bantuan hewan kurban ini.


“Atas nama seluruh umat Islam, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, khususnya Bupati Dr. Joune J.E. Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, S.H., M.H. (JG-KWL). Selama ini, beliau berdua konsisten mengalokasikan anggaran untuk umat Islam di daerah ini,” ujar Antili dengan penuh haru.

Lebih lanjut, Antili menegaskan bahwa bantuan kurban ini bukanlah kewajiban dari seorang kepala daerah. “Ini adalah sebuah keistimewaan. Pak Bupati dan Wakil Bupati menunjukkan komitmen moral yang luar biasa. Mereka tidak hanya memimpin secara administratif, tetapi juga menyentuh kebutuhan spiritual warganya,” tambahnya.

Antili juga memaparkan data demografis yang menarik perhatian publik. Saat ini, umat Islam di Minahasa Utara tercatat sebanyak 44.600 jiwa, atau sekitar 19,9 persen dari total penduduk. Menurutnya, bantuan dari pemerintah ini menjadi pemantik kesadaran kolektif. “Seharusnya kurban menjadi kesadaran individu umat Islam. Namun, uluran tangan pemerintah ini sangat mulia dan membantu mereka yang belum mampu berkurban,” jelas Antili.

Bupati Joune Ganda: Ini Tradisi Kepemimpinan yang Berkeadilan

Dalam sambutannya, Bupati Joune Ganda menyampaikan bahwa pembagian hewan kurban bagi umat Muslim telah menjadi agenda rutin sejak awal dirinya memimpin bersama Wakil Bupati Kevin Lotulung. “Kami sejak periode pertama memimpin telah membagikan kurban. Ini bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan wujud nyata bahwa pemerintah hadir untuk semua lapisan masyarakat tanpa memandang agama,” tegasnya.

Joune juga menyampaikan bahwa Pemkab Minut saat ini tengah menyiapkan perayaan Idul Adha dengan sebaik-baiknya. Di akhir sambutannya, ia mengucapkan selamat merayakan Idul Adha 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam di Minahasa Utara.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, saya bersama Wakil Bupati mengucapkan selamat merayakan Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menyertai kita sekalian. Mari kita jadikan momen ini sebagai penguat persaudaraan dan kepedulian sosial,” pungkas Joune Ganda disambut takbir dan tepuk tangan hadirin.

Perhatian Publik: Model Kerukunan Beragama di Minut

Penyerahan hewan kurban ini menjadi sorotan publik karena menunjukkan bahwa kepemimpinan di Minahasa Utara mampu melampaui batas-batas administratif dan kultural. Di tengah berbagai dinamika kebangsaan, aksi konkret seperti ini dinilai sebagai teladan bagi daerah lain dalam membangun toleransi dan keadilan sosial.

Warga dan tokoh masyarakat berharap program serupa dapat terus berlanjut dan bahkan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. “Kami merasa diperhatikan. Ini bukan soal besar kecilnya hewan kurban, tapi soal rasa dihargai dan dilindungi oleh pemerintah,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang hadir.

Dengan semangat Idul Adha, seremonial sederhana namun bermakna ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan kemajuan Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan yang berorientasi pada kesejahteraan seluruh rakyat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *