Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Gerakan Pangan Murah di Minahasa Utara: Antusiasme Warga Rinondoran Membeludak, Harga Sembako Disubsidi Hingga Puluhan Ribu Rupiah

141
×

Gerakan Pangan Murah di Minahasa Utara: Antusiasme Warga Rinondoran Membeludak, Harga Sembako Disubsidi Hingga Puluhan Ribu Rupiah

Sebarkan artikel ini

Minahasa Utara – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga pangan dan meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Balai Desa Rinondoran, Kecamatan Likupang Timur, Kamis (11/6/2026), ratusan warga tumpah ruah memanfaatkan kesempatan membeli kebutuhan pokok dengan harga yang telah disubsidi signifikan oleh pemerintah daerah.

Sejak pagi, suasana di Balai Desa Rinondoran tampak berbeda dari biasanya. Warga yang didominasi ibu-ibu dan para kepala keluarga sudah memadati halaman balai desa jauh sebelum kegiatan resmi dibuka. Mereka berjejer rapi mengantre, membawa jaring, tas belanja, dan keranjang, berharap bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang jauh lebih murah dari pasaran. Tak sedikit pula warga yang datang dari desa-desa tetangga, karena informasi tentang GPM ini telah menyebar luas dari mulut ke mulut.

“Kami sudah tahu dari kemarin ada pasar murah. Saya sengaja datang pagi-pagi sekali, takut kehabisan. Harga yang ditawarkan sangat membantu, apalagi sekarang kebutuhan sehari-hari mahal-mahal,” ujar Elsye Roring (42), seorang ibu rumah tangga warga Rinondoran, sambil menunjukkan kupon belanja yang digenggamnya.

Subsidi Pemerintah Capai Puluhan Ribu Rupiah per Komoditas

Gerakan Pangan Murah yang digagas oleh Dinas Pangan Kabupaten Minahasa Utara ini menghadirkan berbagai komoditas strategis dengan selisih harga yang sangat mencolok dibandingkan harga pasar umum. Berikut rincian harga subsidi yang disediakan pemerintah daerah:

· Beras premium (kemasan 5 kg): dijual Rp44.500 (harga pasar Rp74.500) – subsidi Rp30.000
· Minyak goreng Tropical (1 liter): dijual Rp13.500 (harga pasar Rp23.500) – subsidi Rp10.000
· Gula pasir (1 kg): dijual Rp11.000 (harga pasar Rp22.000)
· Daging ayam (1 kg): dijual Rp28.500 (harga pasar Rp38.500)
· Telur ayam (1 baki): dijual Rp35.000 (harga pasar Rp55.000)
· Tepung terigu (1 kg): dijual Rp5.000 (harga pasar Rp11.000)

Untuk komoditas hortikultura yang selama ini kerap menjadi penyumbang inflasi, juga diberikan subsidi menarik:

· Cabai rawit: Rp90.000/kg (pasar Rp111.000)
· Cabai keriting: Rp25.000/kg (pasar Rp45.000)
· Tomat: Rp10.000/kg (pasar Rp15.000)
· Bawang putih: Rp20.000/kg (pasar Rp40.000)
· Bawang merah premium: Rp55.000/kg (pasar Rp75.000)
· Bawang merah Magelang: Rp30.000/kg (pasar Rp50.000)

Warga Serbu Bawang, Cabai, dan Tomat

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Minahasa Utara, Asriyadi Lalompoh, yang secara resmi membuka kegiatan GPM, mengungkapkan rasa terkejut sekaligus haru melihat antusiasme masyarakat. Menurutnya, berdasarkan data sementara, komoditas yang paling cepat ludes adalah bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat—yang oleh warga setempat kerap disebut sebagai Barito (bawang, rica/tomat).

“Setelah itu, minyak goreng, daging ayam, dan telur ayam juga menjadi incaran utama. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan pokok masih sangat tinggi, sehingga program intervensi seperti GPM ini benar-benar menjadi oase di tengah kebutuhan yang mendesak,” ujar Kadis Asriyadi Lalompoh di sela-sela memantau jalannya kegiatan.

Ia menambahkan bahwa dalam sekejap, stok beberapa komoditas seperti cabai rawit dan bawang merah hampir habis diserbu warga. Panitia pun harus mengatur ulang pembagian agar lebih banyak warga kebagian jatah.

Turun Langsung di Tengah Masyarakat

Kegiatan GPM di Desa Rinondoran tidak hanya dihadiri oleh jajaran Dinas Pangan Minut, tetapi juga Camat Likupang Timur Delby Wahiu, serta Penjabat Hukum Tua Desa Rinondoran Daud Tamahiwu, S.E. Kehadiran para pejabat ini disambut hangat oleh warga yang merasa diperhatikan langsung oleh pemerintah daerah.

Camat Likupang Timur, Delby Wahiu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dipilihnya wilayahnya sebagai lokasi GPM. “Likupang Timur adalah wilayah yang cukup jauh dari pusat kota, sehingga akses warga terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau seringkali terbatas. Gerakan ini sangat strategis dan tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Penjabat Hukum Tua Desa Rinondoran, Daud Tamahiwu, menyebutkan bahwa pihaknya akan terus mendorong agar kegiatan serupa bisa rutin dilaksanakan, minimal setiap bulan, mengingat tingginya kebutuhan warga.

Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Kendalikan Inflasi

Kadis Asriyadi Lalompoh menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret dan berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam mengendalikan inflasi daerah sekaligus memastikan masyarakat kecil tetap bisa mengakses pangan berkualitas.

“Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara akan terus menghadirkan program-program yang berpihak kepada masyarakat. Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami berharap kebutuhan pokok warga dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah. Kami juga berkoordinasi dengan Bulog dan distributor lokal agar rantai pasok tetap lancar,” tegas Kadis Asriyadi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam berbelanja, tidak membeli melebihi kebutuhan agar semua warga mendapat kesempatan yang sama. Pihaknya akan terus mengevaluasi pelaksanaan GPM ke depan, termasuk kemungkinan menambah kuota dan jenis komoditas yang disubsidi.

Harapan Warga: GPM Bisa Rutin Dilaksanakan

Di akhir kegiatan, tak sedikit warga yang menyampaikan harapannya agar gerakan serupa tidak hanya sekali digelar. “Kami berterima kasih sekali kepada Pak Bupati dan Dinas Pangan. Harga di pasar saat ini sangat berat bagi kami. Dengan adanya pasar murah ini, setidaknya kami bisa menghemat puluhan ribu rupiah. Tolong ya, sering-sering diadakan lagi,” ujar Yuliana Wuisan (50), warga Desa Rinondoran.

Gerakan Pangan Murah di Desa Rinondoran menjadi bukti nyata bahwa intervensi pemerintah melalui subsidi langsung dapat memberikan dampak signifikan bagi daya beli masyarakat. Antusiasme yang meluap-luap dan antrean panjang yang tertib menjadi indikator bahwa program ini sangat dinantikan dan memberikan manfaat nyata di tengah tantangan ekonomi yang terus bergerak dinamis.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara pun berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan GPM ke kecamatan-kecamatan lain, khususnya wilayah pesisir dan pelosok yang selama ini kesulitan mengakses pangan murah. Dengan langkah ini, Minut optimis mampu menjaga inflasi tetap terkendali dan memastikan tidak ada warganya yang kelaparan akibat lonjakan harga pangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *