Minahasa Utara, jendelasulut.com — Sebuah sejarah baru bagi insan pers di Kabupaten Minahasa Utara terukir pada hari ini. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Minahasa Utara resmi melaksanakan kegiatan “Penaburan Benih Perdana Kolam Ikan Jurnalis”, sebuah program pilot project nasional yang menjadi yang pertama di Sulawesi Utara dan kedua di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di lokasi yang telah disiapkan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, mulai dari unsur pemerintah daerah, forkopimda, hingga tokoh adat dan dunia usaha. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dukungan luas terhadap program ketahanan pangan berbasis masyarakat yang digagas oleh insan pers di Bumi Nyiur Melambai ini.
Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Ketahanan Pangan
Dalam sambutannya, Ketua PWI Kabupaten Minahasa Utara menyampaikan bahwa program ini adalah wujud nyata komitmen PWI Minut untuk tidak hanya menulis berita, tetapi juga turun langsung berkontribusi bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. “Atas nama PWI Kabupaten Minahasa Utara, saya menyampaikan laporan bahwa kegiatan ‘Penaburan Benih Perdana Kolam Ikan Jurnalis’ ini adalah wujud nyata komitmen PWI Minut untuk tidak hanya menulis berita, tetapi juga turun langsung berkontribusi bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ketua PWI Minut dalam sambutannya.
Program ini tidak terwujud begitu saja. Di baliknya terdapat kolaborasi hebat dari berbagai pihak. Acara ini diresmikan langsung oleh Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune JE Ganda, SE, MAP, MM, MSi, yang juga menjabat sebagai Ketua HNSI Sulawesi Utara. Dalam sambutannya, Ketua PWI Minut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati yang disebutnya sebagai motor penggerak utama program ini. “Bapak Bupati adalah motor penggerak utama. Dukungan, kebijakan, dan kepemimpinan Bapak membuat program Pilot Project Nasional ini dapat terwujud di Minahasa Utara. Kehadiran Bapak hari ini adalah bukti nyata bahwa Pemerintah Daerah hadir dan berpihak pada program ketahanan pangan berbasis masyarakat,” tegasnya.
Bupati Joune Ganda dikenal sebagai pemimpin yang konsisten mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai komunitas untuk memperkuat pembangunan inklusif. Komitmennya terhadap ketahanan pangan juga telah ditunjukkan melalui berbagai program, termasuk restocking atau penebaran benih ikan di perairan umum.
Tokoh Adat Jadi Penggagas Utama
Salah satu momen paling menarik dalam sambutan tersebut adalah pengakuan bahwa gagasan mulia ini lahir dari seorang tokoh adat. Ketua PWI Minut menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Tonaas Wangko Paesaan ne tua tua Minaesa, Izhak Tambani.
“Beliaulah yang pertama kali menggagas dan memotivasi PWI Minut untuk memiliki kolam percontohan ini. Beliau juga dengan hati besar memberikan lahan dan kolam terbaiknya untuk program rakyat ini. Inilah bukti nyata kepemimpinan ‘Tonaas’ sejati yang mengabdi untuk daerah,” ujar Ketua PWI Minut dengan penuh haru.
Izhak Tambani, yang dikenal sebagai Tonaas Wangko (pemimpin adat tingkat tinggi), memang dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta budaya lokal. Kepeduliannya terhadap wartawan telah terjalin lama, termasuk dalam berbagai kegiatan sosial seperti berbagi kasih di momen Natal dan Tahun Baru.
Dukungan Penuh dari PWI Sulut dan Instansi Terkait
Ketua PWI Sulawesi Utara, Sintya Bojoh, turut hadir memberikan dukungan langsung kepada PWI Minut. Sintya Bojoh baru saja dilantik sebagai Ketua PWI Sulut periode 2026–2031 dan merupakan perempuan pertama yang memimpin PWI Sulut sepanjang sejarah. Kehadirannya bersama para pengurus PWI Sulut, para senior, serta pengurus kabupaten/kota menjadi kehormatan dan motivasi besar bagi PWI Minahasa Utara.
Dukungan juga datang dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang dipimpin oleh Christian Maikel Eman, S.IK., M.Sc. BPBAT Tatelu merupakan salah satu balai perikanan budidaya air tawar yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara. Benih ikan yang dihasilkan dari BPBAT Tatelu dikenal memiliki kelangsungan hidup mencapai 80 persen, daya tahan yang lebih kuat terhadap penyakit, dan laju pertumbuhan yang cepat.
“Kepada Bapak Christian Maikel Eman yang telah mempercayakan benih ikan berkualitas untuk kami. Ini investasi negara yang akan kami jaga dan kembangkan,” ujar Ketua PWI Minut.
Tak ketinggalan, PT Suri Tani Pemuka turut mendukung penyediaan pakan, menunjukkan kepedulian dunia usaha terhadap keberlanjutan program. Dukungan juga diberikan oleh HNSI Sulawesi Utara yang memberikan payung organisasi nelayan yang kuat, serta Forkopimda Minahasa Utara yang memastikan kelancaran dan keamanan acara.
Momentum Bersejarah bagi Insan Pers
Kegiatan penaburan benih perdana ini menjadi tonggak sejarah bagi insan pers di Minahasa Utara. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan para jurnalis dan masyarakat sekitar.
Ketua PWI Minut menutup sambutannya dengan harapan besar: “Semoga dengan penaburan benih perdana hari ini, program ini dapat tumbuh, memberi manfaat, dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.”
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh adat, instansi vertikal, dunia usaha, dan organisasi wartawan, program “Kolam Ikan Jurnalis” ini diharapkan menjadi model ketahanan pangan berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. Sebuah bukti bahwa insan pers tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga pelaku perubahan bagi bangsanya.
—— Rukminto