Liksel, jendelasulut.com — Suasana khidmat menyelimuti balai pertemuan Desa Kokole pada Kamis, 2 Juli 2026, ketika Pemerintah Desa secara resmi menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 10 Kepala Keluarga (KK) yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat. Dipimpin langsung oleh Kepala Desa Abner Natan, kegiatan ini menjadi sorotan publik sebagai bukti nyata komitmen aparatur desa dalam menjalankan program perlindungan sosial secara terbuka dan bertanggung jawab.
Penyaluran BLT tahap ini tidak serta-merta diberikan tanpa proses matang. Pemerintah Desa Kokole telah melakukan verifikasi dan validasi data secara mendalam melalui musyawarah desa, dengan mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta usulan warga setempat. Dari puluhan calon penerima, terpilihlah 10 KK yang benar-benar dinilai paling terdampak secara ekonomi, terutama mereka yang masuk dalam kategori lansia rentan, penyandang disabilitas, serta keluarga dengan tanggungan anak usia sekolah di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keterbukaan. Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kecamatan Likupang Selatan sebagai bentuk pengawasan vertikal, pendamping desa yang mendampingi teknis administrasi, serta seluruh jajaran Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kehadiran para unsur ini menjadi pengawal utama agar penyaluran dana desa tidak menimbulkan kecemburuan sosial dan benar-benar mencapai sasaran.
Dalam sambutannya yang mengundang perhatian seluruh hadirin, Kepala Desa Abner Natan menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan panggilan moral untuk hadir di tengah warga yang membutuhkan. “Kami pastikan setiap bantuan dikelola dengan jujur dan diserahkan langsung kepada yang berhak, demi keadilan dan kesejahteraan bersama. Tidak ada intervensi atau potongan dalam proses ini; setiap rupiah adalah hak penuh rakyat,” ujarnya dengan tegas di hadapan para penerima dan tokoh masyarakat. Abner juga mengingatkan agar bantuan yang diterima dimanfaatkan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, gizi anak, dan kesehatan, bukan untuk konsumsi sekunder.
Peran serta BPD dalam kegiatan ini juga mendapat apresiasi tersendiri. Ketua BPD Desa Kokole menyatakan bahwa keterlibatan lembaganya merupakan bagian dari fungsi pengawasan sekaligus pendampingan agar regulasi desa dapat berjalan sesuai amanat undang-undang. “Kami mendukung penuh langkah Pak Kades dan perangkat. Dengan adanya pengawasan dari kami, masyarakat bisa melihat sendiri bahwa pengelolaan keuangan desa berlangsung akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.
Salah satu penerima manfaat, Ibu Maria Lombo (58), mengungkapkan rasa harunya usai menerima bantuan. “Saya sangat bersyukur, ini benar-benar meringankan beban saya yang hanya berjualan kecil-kecilan untuk biaya makan sehari-hari. Terima kasih Pak Kepala Desa dan semua pihak yang sudah memperhatikan kami,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Pemerintah Desa Kokole berharap melalui penyaluran BLT yang tepat sasaran ini, tidak hanya beban ekonomi warga yang terentaskan, tetapi juga semangat gotong royong dan kepedulian sosial antarwarga semakin menguat. Ke depan, desa berkomitmen untuk terus melakukan pemutakhiran data penerima manfaat secara berkala serta mengoptimalkan program pemberdayaan ekonomi, agar warga desa tidak sekadar menerima bantuan konsumtif, tetapi juga memiliki kemandirian finansial demi masa depan yang lebih baik. (*)