Scroll untuk baca artikel
NasionalNews

Kebaya Modern Selvi Gibran hingga Busana Putih Rizya Ganda-Davega: Kemeriahan Dekranas di Trans Studio Mall yang Tak Terlupakan

1033
×

Kebaya Modern Selvi Gibran hingga Busana Putih Rizya Ganda-Davega: Kemeriahan Dekranas di Trans Studio Mall yang Tak Terlupakan

Sebarkan artikel ini

Makasar, jendelasulut.com — Suasana halaman Trans Studio Mall Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga, Jumat (10/7/2026), menjelma menjadi lautan warna yang memukau. Sejak siang hari, ratusan tamu undangan mulai berdatangan, masing-masing mengenakan busana adat dan pakaian khas dari daerahnya. Motif tenun, songket bersulam emas, batik tulis dengan filosofi mendalam, hingga kain tradisional dari berbagai provinsi saling berdampingan, menciptakan pemandangan yang tak hanya indah, tetapi juga sarat makna kebhinekaan.

Kehadiran istri Wakil Presiden RI, Selvi Gibran Rakabuming Raka, menjadi pusat perhatian. Dengan balutan kebaya modern berpadu kain tenun khas Nusa Tenggara Timur, Selvi tampil anggun ditemani Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian serta Wakil Ketua Harian Dekranas Sri Suparni Bahlil. Dalam sambutannya, Selvi menekankan bahwa peringatan HUT ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen strategis untuk memperkuat ekosistem kriya nasional. “Setiap helai kain yang kita kenakan hari ini adalah cerita tentang kerja keras pengrajin, tentang identitas bangsa, dan tentang warisan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya di hadapan para tamu.

Acara yang digelar atas kerja sama Dekranas pusat dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ini turut dihadiri oleh para istri menteri Kabinet Merah Putih, istri gubernur, bupati, dan wali kota dari seluruh Indonesia. Mereka duduk dalam barisan kehormatan, mempertontonkan keberagaman busana Nusantara yang memikat—mulai dari pakaian adat Sulawesi dengan hiasan manik-manik, hingga pakaian tradisional dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Tak ketinggalan, para ketua TP PKK dan Dekranasda dari berbagai kabupaten/kota pun turut menyemarakkan gelaran ini dengan penuh antusias.

Turut hadir pula ketua Dekranasda Kabupaten Minahasa Utara, Rizya Ganda-Davega, dan menjadi perhatian publik. Mengenakan busana adat Minahasa yang didominasi warna putih menyala dengan aksesori perak khas Tomohon, Rizya tampil memukau di tengah deretan tamu kehormatan. Sosoknya yang dikenal aktif mempromosikan tenun dan kerajinan khas Minahasa Utara ini sempat menjadi sorotan kamera para awak media, bahkan beberapa pengunjung mall pun berhenti sejenak untuk mengabadikan momennya. Kehadirannya tak hanya memperkaya ragam warna acara, tetapi juga menjadi simbol nyata bahwa semangat pelestarian kerajinan tradisional telah merambah hingga ke ujung utara Sulawesi.

Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, kehadiran para tokoh perempuan tersebut juga menjadi simbol dukungan terhadap pelestarian kriya dan produk kerajinan nasional. Dalam kesempatan itu, Dekranas juga memamerkan berbagai produk unggulan dari 38 provinsi, mulai dari anyaman bambu, gerabah, kerajinan perak, hingga kain tenun ikat yang diproduksi oleh pengrajin binaan Dekranasda. Gelar wicara bertajuk “Kriya Nusantara Menuju Pasar Global” turut digelar sebagai penguatan strategi pemasaran produk lokal di tengah era digital.

Hingga menjelang sore, suasana tetap hangat dan penuh kegembiraan. Tawa dan canda para peserta seakan melebur dalam irama musik tradisional yang mengalun dari panggung utama. Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar Dekranas ke depan semakin berjaya dalam membawa nama baik kerajinan Indonesia di kancah internasional. Bagi pengunjung mall yang kebetulan melintas, pemandangan itu menjadi tontonan yang tak terlupakan—sebuah perayaan budaya yang sesungguhnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *