Minahasa Utara, jendelasulut.com — Nemesis bukanlah aplikasi gawai (mobile app), melainkan sebuah dashboard atau platform berbasis web yang bisa diakses melalui situs Assai.id/nemesis.
Platform ini adalah alat bantu untuk memantau transparansi anggaran, yang dirancang untuk mendeteksi potensi kejanggalan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sistem ini bersifat non-komersial dan open-source, mengolah jutaan data publik dari SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) dan INAPROC milik LKPP.
🖥️ Cara Mengakses dan Menggunakannya
· Buka Situs: Kunjungi Assai.id/nemesis melalui browser di komputer atau ponsel.
· Jelajahi Data: Dashboard menampilkan daftar paket pengadaan, terutama yang diberi tanda khusus (red flag) karena dianggap tidak wajar.
· Pahami Label Anomali: Sistem memberi tiga label utama pada paket mencurigakan:
· Medium: Indikasi kesalahan administratif ringan.
· High: Indikasi serius seperti dugaan penggelembungan harga.
· Absurd: Menyoroti pengadaan yang dinilai sangat tidak masuk akal (contoh: Akuarium Rp100 juta dengan perawatan Rp153 juta).
⚙️ Cara Kerja Nemesis
Nemesis menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis judul dan konteks paket pengadaan. Prosesnya melalui beberapa tahap:
1. Menarik data mentah dari SIRUP dan INAPROC.
2. Membersihkan dan menyusun ulang data.
3. Menganalisis dengan AI untuk mendeteksi anomali.
4. Memverifikasi hasil oleh auditor manusia.
5. Menampilkan temuan di dashboard publik.
Nemesis berfungsi sebagai alat peringatan dini untuk mendorong pengawasan publik, bukan sebagai vonis hukum.
Penulis: Rukminto Rachman