Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Puskesmas se-Minahasa Utara Tegakkan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati: Komitmen Nyata di Garda Terdepan Kesehatan Masyarakat

500
×

Puskesmas se-Minahasa Utara Tegakkan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati: Komitmen Nyata di Garda Terdepan Kesehatan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Airmadidi, jendelasulut.com – Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Joune J.E. Ganda SE. MAP. MM, dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, SH.MH (JG-KWL) periode 2025–2030, seluruh Puskesmas yang berada di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara terus menunjukkan komitmen kuat dalam menegakkan visi dan misi pembangunan daerah. Visi besar yang diusung pasangan JG-KWL adalah “Minahasa Utara hebat melalui penguatan transformasi sebagai hub logistik yang maju dan berkelanjutan”. Visi ini dijabarkan dalam tiga misi utama: mewujudkan penguatan transformasi tata kelola pemerintahan yang baik dan benar; mewujudkan penguatan transformasi ekonomi inklusif yang berwawasan lingkungan; serta mewujudkan penguatan transformasi sosial melalui pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Di antara 13 program prioritas yang dicanangkan, program kesehatan dan kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu pilar utama yang diimplementasikan secara konkret oleh jajaran puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Minahasa Utara.

Visi dan Misi sebagai Landasan Gerak

Bupati Joune Ganda berulang kali menegaskan bahwa visi dan misi bukan sekadar slogan, melainkan panduan kerja yang harus diimplementasikan dalam setiap program dan kebijakan. Dalam berbagai kesempatan, ia mengingatkan seluruh jajaran perangkat daerah, termasuk Dinas Kesehatan dan puskesmas, untuk memiliki kesamaan cara pandang dan keselarasan visi dalam menjalankan tugas pelayanan publik. “Minahasa Utara sudah sering mencatat prestasi dan mendapat pengakuan. Artinya, kita tidak lagi berada di level bawah. Kita sudah di level tinggi. Karena itu, tidak ada ruang untuk mundur. Fokus kita hanya satu: melangkah ke depan,” tegas Bupati Joune Ganda saat memimpin Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026.

Minahasa Utara saat ini telah masuk dalam kategori kabupaten sangat inovatif—sebuah capaian strategis yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Inovasi di bidang kesehatan pun menjadi tuntutan nyata bagi setiap puskesmas agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

Puskesmas Mubune: Pelayanan dengan SETIA

Salah satu contoh nyata penegakan visi misi Bupati dan Wakil Bupati terlihat di Puskesmas Mubune, Kecamatan Likupang Barat. Sejak awal tahun 2026, puskesmas ini mengusung tagar #MelayanidenganSETIA (Semangat, Empati, Tanggap, Inovatif, dan Andal) sebagai komitmen pelayanan prima. Pada Kamis, 1 Januari 2026, Puskesmas Mubune mengoptimalkan pelayanan kesehatan dalam gedung yang mencakup pemeriksaan umum, konsultasi kesehatan, pelayanan ibu dan anak, serta pelayanan kefarmasian.

Tak berhenti di dalam gedung, pada 14 Januari 2026, Puskesmas Mubune menggelar Posyandu Intervensi Lanjutan Pemulihan (ILP) di Desa Sonsilo sebagai bagian dari strategi Puskesmas Keliling (Mobile Public Health Center) yang aktif menjangkau daerah pelosok. Layanan yang diberikan meliputi pemantauan gizi dan tumbuh kembang anak dengan penimbangan dan pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk mencegah stunting, imunisasi lengkap untuk perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, serta edukasi kesehatan keluarga tentang pola asuh, gizi seimbang, sanitasi, dan pencegahan penyakit.

Antusiasme warga Desa Sonsilo sangat tinggi. Salah seorang ibu mengungkapkan, “Pelayanan seperti ini sangat membantu kami yang tinggal jauh dari pusat pelayanan. Anak-anak bisa tetap terpantau kesehatannya tanpa harus menempuh perjalanan jauh”. Kepala Puskesmas Mubune, dr. Diana Caroline, menegaskan bahwa seluruh jajaran puskesmas berkomitmen memberikan pelayanan profesional dan berkualitas dengan semangat BerAKHLAK—Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Puskesmas Kauditan: Optimalisasi Layanan di Tahun Baru

UPTD Puskesmas Kauditan juga menunjukkan komitmen serupa dalam mengoptimalkan pelayanan kesehatan di tahun 2026. Di awal tahun, seluruh tenaga kesehatan memulai kegiatan dengan apel kerja dan siraman rohani sebagai penguatan spiritual sebelum menjalankan tugas. Kepala Puskesmas Kauditan, dr. Theresia Tiow, menyatakan, “Sehati bersama masyarakat” menjadi moto mereka dalam mengoptimalkan pelayanan.

Puskesmas Kauditan menerapkan sistem pendaftaran dengan Rekam Medis Elektronik (RME) serta menyediakan layanan UGD, Poli Prioritas, Poli Umum, Poli Gigi dan Mulut, Poli KIA/KB, Apotek, Resep Buku Kronis/Rujukan, serta ruang Pengaduan dan Konsultasi. Selain pelayanan dalam gedung, puskesmas ini juga giat menjalankan program Posyandu yang menyasar imunisasi, pemeriksaan ibu hamil dan menyusui, hingga Posyandu Remaja dan Lansia. dr. Theresia berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan Posyandu di desa tanpa harus ke puskesmas.

Puskesmas Kolongan dan Lainnya: Menjangkau Seluruh Lapisan

UPTD Puskesmas Kolongan juga turut serta dalam mengimplementasikan visi misi JG-KWL. Kepala Puskesmas Kolongan menyatakan komitmen penuh dalam menjalankan program-program yang sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati.

Puskesmas lainnya seperti Puskesmas Tatelu secara rutin merilis jadwal layanan Posyandu untuk 11 desa di Kecamatan Dimembe, serta menggelar program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) yang menyasar sekolah dasar untuk meningkatkan perlindungan anak terhadap penyakit campak, difteri, tetanus, dan HPV. Puskesmas Airmadidi pun secara konsisten melaksanakan pelayanan Posyandu untuk tiga desa dan enam kelurahan di wilayahnya. Puskesmas Batu menggelar Posyandu dan Posbindu (Pos Binaan Terpadu) untuk ibu hamil, ibu nifas, hingga ibu usia subur.

Dukungan Dinas Kesehatan dan Infrastruktur Pendukung

Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara terus memberikan dukungan penuh kepada seluruh puskesmas dalam menjalankan program-program kesehatan. Berbagai kegiatan pelayanan, pembinaan, serta penguatan program kesehatan dilaksanakan secara berkesinambungan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat.

Dalam rangka mendekatkan akses kesehatan ke seluruh wilayah, Dinkes Minut membangun Puskesmas Pembantu (Pustu) di sejumlah desa, termasuk di Desa Rinondoran. Pembangunan Pustu ini merupakan bukti nyata komitmen JG-KWL dalam mendekatkan sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Drs. Allan T. D. M. Mingkid, menyatakan bahwa layanan kesehatan menjadi konsentrasi utama Bupati dan Wakil Bupati. Di bawah kepemimpinan JG-KWL, wilayah pesisir mendapatkan tambahan dua Puskesmas, yakni Pulisan dan Kahuku, serta ambulans speedboat untuk melayani pasien rujukan dari wilayah kepulauan. Bahkan, Puskesmas Kahuku di Pulau Bangka dikenal sebagai salah satu puskesmas terindah di Indonesia dengan fasilitas kesehatan yang lengkap.

Bupati Joune Ganda: Pelayanan Ramah dan Program Kesehatan Gratis

Bupati Joune Ganda secara langsung turun ke lapangan untuk meninjau pelaksanaan program kesehatan. Pada Maret 2025, tahun lalu ia mencanangkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) serentak di 10 kecamatan se-Kabupaten Minahasa Utara. Dalam peninjauan di Puskesmas Kauditan, Bupati berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan agar melaksanakan program dengan baik dan ramah terhadap pasien. “Agar program prioritas Presiden Prabowo yang dituangkan dalam Asta Cita dirasakan dan diterima baik masyarakat,” ujar Joune Ganda. Program PKG menyasar seluruh kelompok usia—mulai dari bayi baru lahir, balita, anak pra sekolah, dewasa, hingga lansia.

Capaian Kesehatan yang Membanggakan

Upaya kolaboratif antara Dinas Kesehatan dan seluruh puskesmas se-Kabupaten Minahasa Utara telah membuahkan hasil yang menggembirakan. Angka Harapan Hidup masyarakat Minahasa Utara meningkat dari 74,50 tahun (2023) menjadi 75,02 tahun (2025). Selain itu, Kabupaten Minahasa Utara berhasil meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) tahun 2026 dengan cakupan jaminan kesehatan mencapai 89 persen. Pemerintah Kabupaten juga menganggarkan dana jaminan kesehatan sebesar Rp27 miliar dalam Program Universal Health Coverage “Non Cut Off” untuk memastikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Penutup: Sinergi untuk Masyarakat Sehat dan Sejahtera

Seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh puskesmas di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara mencerminkan komitmen kuat dalam menegakkan visi dan misi Bupati Joune Ganda serta Wakil Bupati Kevin William Lotulung. Melalui program-program yang terintegrasi dan responsif terhadap kondisi geografis—mulai dari layanan dalam gedung, Posyandu di desa-desa, hingga jangkauan ke wilayah pesisir dan kepulauan—diharapkan seluruh lapisan masyarakat di Minahasa Utara dapat hidup sehat dan produktif. Sebagaimana pesan Bupati Joune Ganda, inovasi tidak boleh berhenti pada ide, harus ada dampak langsung yang dirasakan masyarakat. Puskesmas se-Minahasa Utara pun terus bergerak maju, menjalankan amanat visi misi daerah dengan nyata, terukur, dan berpihak pada kepentingan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *