Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Kunjungan Delegasi Uni Eropa ke Desa Ekowisata Bahoi: Pengakuan Internasional bagi Pariwisata Berkelanjutan Minahasa Utara

734
×

Kunjungan Delegasi Uni Eropa ke Desa Ekowisata Bahoi: Pengakuan Internasional bagi Pariwisata Berkelanjutan Minahasa Utara

Sebarkan artikel ini

Minut, jendelasulut.com — Kabupaten Minahasa Utara (Minut) di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Joune J. E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung, S.H., M.H., kembali mencuri perhatian dunia. Pada Jumat, 17 Juli 2026, Delegasi Uni Eropa (Team Europe) melakukan kunjungan istimewa ke Desa Ekowisata Bahoi, sebuah destinasi wisata yang kini dikenal sebagai model konservasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Indonesia Timur.

Mengapa Bahoi Dipilih?

Desa Bahoi tidak dipilih secara kebetulan. Kawasan ini telah menjelma menjadi laboratorium hidup tentang bagaimana konservasi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan. Dengan hamparan terumbu karang yang masih terjaga, ekosistem mangrove yang rimbun, serta masyarakat yang terlibat aktif dalam menjaga kelestarian alam, Bahoi menjadi bukti nyata pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program Team Europe yang didukung oleh KfW (bank pembangunan Jerman) dan WCS – Wildlife Conservation Society, organisasi konservasi satwa liar terkemuka dunia. Rombongan yang terdiri dari perwakilan diplomatik dan ahli lingkungan itu datang dengan satu tujuan: melihat secara langsung bagaimana pengelolaan wisata berbasis lingkungan diterapkan di lapangan.

Pendampingan dan Apresiasi dari Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara, Jein Barantian, SE, turut mendampingi delegasi selama kunjungan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan.

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan Delegasi Uni Eropa, KfW, dan WCS yang menjadikan Bahoi sebagai lokasi studi lapangan. Ini bukti bahwa komitmen kami menjaga alam sekaligus membangun pariwisata berkualitas sudah mendapat pengakuan internasional,” ujar Jein Barantian dengan penuh semangat.

Ia juga menjelaskan bahwa Bahoi adalah contoh nyata bagaimana ekosistem pesisir dan laut bisa dijaga tanpa mengorbankan peningkatan ekonomi masyarakat setempat. “Keseimbangan inilah yang menjadi kunci keberhasilan Bahoi,” tambahnya.

Rangkaian Kegiatan di Bahoi

Selama berada di Desa Bahoi, delegasi Uni Eropa mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai:

1. Pengelolaan kawasan wisata — tata ruang, kapasitas pengunjung, dan zonasi konservasi.

2. Pelestarian terumbu karang — program rehabilitasi dan monitoring ekosistem bawah laut.

3. Konservasi mangrove — upaya perlindungan garis pantai dan habitat biota laut.

4. Partisipasi masyarakat — bagaimana warga setempat dilibatkan dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan keberlanjutan destinasi.

Delegasi juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan masyarakat pesisir yang menjadi garda terdepan dalam menjaga keindahan Bahoi.

Peluang Kolaborasi dan Promosi Global

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Menurut Kadis Jein, momen ini menjadi pintu masuk bagi promosi pariwisata Minahasa Utara di kancah internasional.

“Kunjungan ini kami harapkan bisa memperkuat promosi pariwisata Minahasa Utara di tingkat internasional. Sekaligus membuka peluang kolaborasi baru, tidak hanya untuk Bahoi, tapi juga untuk desa ekowisata lainnya di Minut,” lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Minut optimis bahwa kerja sama dengan mitra internasional akan semakin erat pasca-kunjungan ini. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu:

· Mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di berbagai desa.
· Menaikkan daya saing destinasi wisata Minut di mata dunia.
· Memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat lokal.
· Memperkuat komitmen pelestarian lingkungan jangka panjang.

Bahoi dan Minahasa Utara: Destinasi Konservasi Berkelas Dunia

Dengan sorotan langsung dari Delegasi Uni Eropa, posisi Desa Ekowisata Bahoi dan Kabupaten Minahasa Utara kini semakin kokoh sebagai destinasi wisata konservasi yang diakui dunia. Pengakuan ini bukan hanya kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi tanggung jawab besar untuk terus menjaga kelestarian alam dan memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi ekowisata di wilayahnya, menjadikan setiap desa pesisir sebagai duta pariwisata hijau Indonesia di mata internasional.

Sumber: Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara | Kunjungan Delegasi Uni Eropa – Team Europe ke Desa Ekowisata Bahoi, 17 Juli 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *