Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

El Nino Sangat Kuat Hantam Minut, Bupati Dr. Joune Ganda Tetapkan Status Darurat Kekeringan Selama 167 Hari Mulai Agustus 2026

381
×

El Nino Sangat Kuat Hantam Minut, Bupati Dr. Joune Ganda Tetapkan Status Darurat Kekeringan Selama 167 Hari Mulai Agustus 2026

Sebarkan artikel ini

Airmadidi, jendelasulut.com — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mengambil langkah cepat dan strategis untuk menghadapi ancaman kekeringan panjang yang dipicu fenomena El Nino ekstrem. Pemerintah daerah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi krisis air, gagal panen, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penetapan tersebut dilakukan Bupati Minahasa Utara Dr. Joune Ganda setelah mempertimbangkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta hasil pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak. Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan ditetapkan selama 167 hari, yang berlaku efektif mulai pertengahan Agustus 2026 hingga Januari 2027.

Keputusan penting itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Tanggap Bencana yang digelar di Auditorium Kantor Bupati Minut, Selasa (18/8/2026). Rapat tersebut mempertemukan jajaran Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta tim pakar dari BMKG Sulawesi Utara.

Bupati Joune Ganda menegaskan, status siaga darurat tersebut bukan sekadar penetapan administratif, melainkan menjadi dasar hukum sekaligus pijakan operasional bagi pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait untuk melakukan langkah penanganan secara cepat dan terukur.

Berdasarkan pemetaan lapangan, terdapat sedikitnya 46 titik yang dinilai rawan mengalami krisis air serta kebakaran hutan dan lahan. “Krisis air bersih, ancaman kegagalan panen di sektor pertanian, hingga risiko karhutla tidak boleh ditangani setengah-setengah. Penetapan status siaga darurat selama 167 hari ini memberi ruang bagi kita untuk mengintervensi potensi bencana sejak dini secara terukur,” ujar Bupati Joune Ganda.

Urgensi penetapan status tersebut turut diperkuat oleh analisis iklim BMKG. Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Sulawesi Utara, Aris Yunatas, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa puncak musim kemarau di wilayah Minahasa Utara diperkirakan berlangsung sepanjang Agustus hingga September 2026.

Kondisi hujan yang sangat minim juga diprediksi masih akan bertahan hingga Oktober. Situasi tersebut semakin mendapat perhatian karena fenomena El Nino yang terjadi saat ini telah terkonfirmasi berada pada kategori sangat kuat (very strong).

Aris menjelaskan, dinamika atmosfer menunjukkan bahwa intensitas El Nino masih berada pada level tinggi dan berpotensi bertahan hingga penghujung tahun 2026. “Dinamika atmosfer menunjukkan intensitas El Nino saat ini berada pada level tinggi dan diperkirakan terus bertahan hingga pengujung 2026. Penurunan ke tingkat moderat kemungkinan baru terjadi di awal 2027 seiring masuknya transisi musim hujan,” terang Aris saat memaparkan analisis meteorologi.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Minut langsung menginstruksikan pengaktifan posko siaga bencana mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Langkah ini dimaksudkan agar perkembangan kondisi di lapangan dapat dipantau dan ditindaklanjuti secara cepat.

Selain itu, koordinasi lintas sektor bersama TNI dan Polri akan diperketat. Salah satu fokus utama penanganan adalah memastikan ketersediaan dan penyaluran bantuan air bersih secara berkala kepada masyarakat di wilayah yang paling rentan terdampak kekeringan.

Pemkab Minut juga menempatkan kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah sebagai bagian penting dalam menghadapi periode kemarau panjang. Dengan status siaga darurat yang telah ditetapkan, setiap potensi ancaman diharapkan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Pemerintah daerah memastikan langkah mitigasi akan terus dilakukan secara terkoordinasi dengan mengedepankan keselamatan masyarakat, ketersediaan kebutuhan dasar, perlindungan sektor pertanian, serta pencegahan karhutla.

Dengan penetapan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan selama 167 hari, Pemkab Minut berharap seluruh unsur terkait dapat bergerak lebih cepat, terukur dan terpadu dalam menghadapi dampak El Nino, sekaligus memastikan masyarakat di wilayah rawan tetap mendapatkan perlindungan dan pelayanan selama masa kemarau berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *