Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Sinergi Dinas Pendidikan Minut dan PROWM: Dari Pembenahan Fasilitas hingga Komitmen Zero Pungli

18589
×

Sinergi Dinas Pendidikan Minut dan PROWM: Dari Pembenahan Fasilitas hingga Komitmen Zero Pungli

Sebarkan artikel ini

Minut, jendelasulut.com — Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bersama Profesional Wartawan Minahasa Utara (PROWM) menggelar pertemuan strategis pada Rabu (7/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi, misi, serta program prioritas dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di daerah tersebut.

Dialog yang berlangsung hangat itu membahas berbagai kebutuhan mendasar dunia pendidikan, mulai dari pembenahan fasilitas sekolah, ketersediaan air bersih, penguatan proses pembelajaran, hingga komitmen bersama untuk mencegah praktik pungutan liar (pungli) di satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Utara, Dr. Evelyn Luntungan, S.IP., M.AP., menegaskan bahwa pendidikan merupakan urusan pemerintahan yang wajib dan mendasar. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), perbaikan fasilitas, serta penguatan mutu pembelajaran menjadi bagian tak terpisahkan dari tata kelola pemerintahan daerah.

“Dinas Pendidikan merupakan urusan pemerintahan wajib dan mendasar. Yang jelas, hal ini termuat dalam visi dan misi tata kelola pemerintahan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperbaiki fasilitas, serta memperkuat mutu pembelajaran,” ujar Evelyn dalam pertemuan tersebut.

Respons Cepat Fasilitas dan Air Bersih

Menjawab sorotan publik terkait fasilitas sekolah, Evelyn mengungkapkan bahwa pihaknya telah memiliki data valid mengenai sekolah-sekolah yang membutuhkan pembenahan toilet dan sarana air bersih. Program perbaikan tersebut, kata dia, akan segera ditindaklanjuti sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah.

Ia juga memastikan bahwa hingga saat ini, Dinas Pendidikan belum menerima laporan mengenai sekolah yang benar-benar tidak memiliki akses air bersih, meskipun daerah sedang menghadapi musim kemarau.

“Puji Tuhan, sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi dari sekolah yang mengatakan tidak ada air. Artinya, para kepala sekolah masih dapat menangani kebutuhan air bersih di sekolah masing-masing,” katanya.

Meski demikian, Evelyn menegaskan bahwa persoalan toilet dan air bersih tetap menjadi komitmen bersama antara Dinas Pendidikan dan para kepala sekolah. Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkolaborasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) guna memastikan ketersediaan air bersih di sekolah-sekolah dapat terjamin secara berkelanjutan.

Inovasi Layanan Digital pada 2027

Untuk meningkatkan komunikasi dan pengawasan, Dinas Pendidikan Minut berencana membangun layanan pengaduan dan konsultasi berbasis digital pada tahun 2027. Platform ini dirancang menjadi jembatan komunikasi antara orang tua, guru, siswa, dan Dinas Pendidikan.

Melalui sistem tersebut, setiap laporan diharapkan dapat terdokumentasi dengan baik, sehingga memudahkan proses pemantauan dan tindak lanjut. Evelyn mengakui selama ini masih terdapat laporan yang belum segera ditindaklanjuti akibat miskomunikasi atau keterbatasan penyampaian informasi.

“Ketika laporan dimuat dalam aplikasi, semuanya dapat tercover. Hal ini akan mempermudah tugas Dinas Pendidikan dalam memantau penyelenggaraan pendidikan secara lebih detail sekaligus menjadi wadah koordinasi dengan orang tua siswa,” jelasnya.

Pungli Itu Haram

Dalam pertemuan tersebut, Evelyn juga menegaskan komitmen kuat Dinas Pendidikan untuk mencegah dan memberantas praktik pungutan liar di lingkungan pendidikan. Ia menyebut pungutan liar, baik di satuan pendidikan maupun di lingkungan Dinas Pendidikan, tidak dibenarkan.

Menurutnya, Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara juga memiliki komitmen yang sama dalam menolak segala bentuk pungli.

“Pungli itu haram. Tuntutan-tuntutan, baik di satuan pendidikan maupun di dinas, tidak dibenarkan. Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati sama sekali tidak membenarkan pungli,” tegas Evelyn.

Ia menambahkan, peningkatan mutu pendidikan harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur sekolah yang aman dan nyaman. Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian serius terhadap upaya menurunkan angka anak tidak sekolah dan anak putus sekolah.

Sinergi dengan Media

Evelyn berharap insan pers, khususnya PROWM, dapat terus berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam mengawal program pemerintah, menyebarluaskan informasi, serta menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pelayanan pendidikan.

“Misi kita sama, yaitu meningkatkan mutu pelayanan pendidikan di Kabupaten Minahasa Utara. Kami memohon dukungan teman-teman jurnalis PROWM untuk bersama-sama membangun Minahasa Utara, khususnya di bidang pendidikan,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara Dinas Pendidikan dan media, sehingga berbagai persoalan pendidikan dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara lebih cepat, terbuka, dan terukur. Masyarakat pun diharapkan dapat merasakan langsung dampak positif dari kolaborasi ini, terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan di Bumi Minahasa Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *