Scroll untuk baca artikel
Minahasa Utara

Bupati Joune Ganda Pimpin Safari Ramadan di Minut: “Hujan Berkah” untuk Toleransi dan Kebersamaan

7714
×

Bupati Joune Ganda Pimpin Safari Ramadan di Minut: “Hujan Berkah” untuk Toleransi dan Kebersamaan

Sebarkan artikel ini

Jendelasulut.com, Minut — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara menyelenggarakan Safari Ramadan sebagai upaya memperkuat tali silaturahmi dan meningkatkan toleransi antar umat beragama. Pada Rabu (19/3/2025), Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin W Lotulung mengunjungi Masjid Miftahul Jannah di Desa Watutumou II, Kecamatan Kalawat, untuk berbuka puasa bersama imam masjid dan jemaah setempat.

“Safari Ramadan ini adalah momentum penting untuk menyampaikan pesan toleransi dan kebersamaan di tengah keragaman masyarakat Minut,” ungkap Bupati Joune Ganda, yang menyatakan rasa syukurnya dapat hadir di acara tersebut meski diguyur hujan. “Ini adalah hujan berkah,” ujarnya, menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mendukung umat Muslim di daerah.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemkab Minut juga menyalurkan bantuan kepada umat Muslim di sembilan titik di kabupaten tersebut. Bantuan ini merupakan bagian dari visi dan misi pemerintah dalam membangun fasilitas keagamaan, termasuk Masjid Miftahul Jannah. “Memang bantuan yang kami berikan belum menjangkau semua, tetapi akan dilakukan secara bertahap. Kami berkomitmen memberikan lebih banyak lagi di masa depan,” tambah Bupati Joune.

Bantuan yang diberikan juga menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang hadir di masjid tersebut.

Selain Bupati dan Wakil Bupati, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Minut Azhar, Kepala Dinas Kominfo Robby Parengkuan, pejabat Pemkab Minut, Camat Kalawat, Hukum Tua Watutumou II, serta berbagai tamu undangan lainnya.

Dengan adanya kegiatan Safari Ramadan ini, Pemkab Minahasa Utara berharap dapat menciptakan harmoni sosial dalam masyarakat yang beragam. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang erat antara pemerintah daerah dan masyarakat, serta tercipta suasana kondusif dan toleran antar umat beragama di Minahasa Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *