Minut, jendelasulut.com — Jalan Ir. Soekarno di Zero Point, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, telah lama menjadi sorotan publik. Kondisi jalan yang rusak dan sistem drainase yang buruk menyebabkan genangan air dan mengganggu kelancaran lalu lintas, serta menghambat aksesibilitas bagi masyarakat Minahasa Utara dan Sulawesi Utara. Kini, harapan baru muncul seiring dengan rencana percepatan rehabilitasi jalan dan drainase di kawasan vital tersebut.
Informasi yang diperoleh dari Aplikasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LKPP) Republik Indonesia menunjukkan bahwa proyek rehabilitasi jalan di Zero Point telah pernah dilakukan sebelumnya. Data LKPP mencatat bahwa pada tahun anggaran 2020, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui vendor PT. GM telah menggelontorkan dana sebesar Rp. 4.966.845.418,68 untuk proyek ini. Namun, detail pekerjaan dan dampaknya terhadap kondisi jalan saat ini masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
Kini, tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali berkomitmen untuk memperbaiki kondisi jalan dan drainase di Zero Point. Minggu depan ditargetkan sebagai awal dimulainya pekerjaan perbaikan. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Minut, Bapak Jori Tintingon, yang menyatakan bahwa proses persiapan perbaikan saat ini sedang berjalan intensif. Sabtu, (19/4)
Bupati Minut, Bapak Joune Ganda, turut memberikan perhatian serius terhadap proyek ini. Beliau menekankan pentingnya percepatan perbaikan dan berharap agar pekerjaan dapat segera direalisasikan. “Jalan ini merupakan akses vital bagi masyarakat Minut dan Sulut, serta dilalui banyak kendaraan. Ini juga merupakan salah satu akses perekonomian,” tegas Bupati Joune, menekankan signifikansi jalan tersebut bagi perekonomian daerah.
Untuk merealisasikan komitmen ini, Pemerintah Kabupaten Minut telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp725 juta untuk kegiatan perbaikan drainase dan jalan di Zero Point. Anggaran ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan perbaikan infrastruktur jalan dan drainase secara menyeluruh, sehingga dapat mengatasi masalah genangan air dan kerusakan jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Perbaikan yang direncanakan meliputi perbaikan jalan dan peningkatan sistem drainase. Diharapkan, dengan perbaikan ini, arus lalu lintas akan menjadi lebih lancar, aksesibilitas masyarakat meningkat, dan aktivitas ekonomi di kawasan Zero Point dapat berjalan lebih optimal. Keberhasilan proyek ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Minahasa Utara dan Sulawesi Utara secara keseluruhan.
Proyek rehabilitasi jalan Zero Point ini bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pemantauan dan evaluasi yang ketat perlu dilakukan untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai rencana dan menghasilkan hasil yang optimal. Keberhasilan proyek ini akan menjadi contoh bagi proyek-proyek infrastruktur lainnya di Minahasa Utara dan Sulawesi Utara.