Scroll untuk baca artikel
ManadoMinahasa Utara

Gubernur Sulawesi Utara Apresiasi Pengakuan UNESCO untuk Kolintang, Janjikan Pelestarian dan Promosi Besar-besaran

110
×

Gubernur Sulawesi Utara Apresiasi Pengakuan UNESCO untuk Kolintang, Janjikan Pelestarian dan Promosi Besar-besaran

Sebarkan artikel ini

Manado, jendelasulut.com — Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Ibu Penny Iriana Marsetyo (Ketua Umum PINKAN Indonesia) dan Bapak Prof. Dr. Marsetyo (Dewan Pembina PINKAN Indonesia) atas perjuangan dan dedikasi mereka dalam melestarikan budaya kolintang hingga diakui oleh UNESCO pada 5 Desember 2023. Pengakuan ini menjadi momentum penting bagi Sulawesi Utara untuk lebih gencar mempromosikan dan melestarikan warisan budaya tersebut. Pernyataan ini disampaikan di Wisma Negara Bumi Beringin pada Kamis, 8 Mei 2025.

“Kolintang bukan sekadar alat musik, tetapi identitas budaya kita,” tegas Gubernur Selvanus. Menyikapi pengakuan UNESCO, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara langsung bergerak cepat dengan berbagai program konkret. Langkah awal yang dilakukan adalah pemesanan 10 set kolintang untuk didistribusikan, dengan target setiap kecamatan di Minahasa Raya akan memiliki kolintang. Program ini akan berlanjut hingga ke sekolah-sekolah, guna menanamkan kecintaan budaya lokal sejak dini kepada generasi muda.

Dalam rangka memperingati HUT Provinsi Sulawesi Utara bulan September mendatang, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berencana menggelar lomba kolintang terbesar dan menargetkan pencatatan rekor MURI. Selain itu, kolintang juga akan ditampilkan dalam berbagai event internasional sebagai bagian dari promosi budaya dan pariwisata Sulawesi Utara.

Momentum pengakuan UNESCO ini dinilai sangat strategis seiring dengan perkembangan pesat pariwisata Sulawesi Utara. Pembukaan penerbangan dari Tiongkok, Singapura, Malaysia, dan negara-negara lain membuka peluang besar untuk mempromosikan kolintang sebagai daya tarik utama wisata budaya.

Gubernur Selvanus juga mengungkapkan rencana pembenahan museum daerah agar lebih modern dan dilengkapi dengan teknologi mutakhir, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk memastikan kelestarian budaya kolintang di tengah kemajuan zaman.

“Kita tidak boleh kalah. Kolintang terbanyak harus ada di tanah kelahirannya, Sulawesi Utara,” pungkas Gubernur Selvanus, seraya menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh dan tim yang telah berkontribusi dalam perjuangan mendapatkan pengakuan UNESCO untuk kolintang.

Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk melestarikan dan mempromosikan kolintang sebagai warisan budaya Indonesia di kancah internasional sangatlah nyata dan terukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *