Scroll untuk baca artikel
NasionalNews

Polri Bentuk Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara, Dipimpin Mantan Penyidik KPK

170
×

Polri Bentuk Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara, Dipimpin Mantan Penyidik KPK

Sebarkan artikel ini

Jakarta, jendelasulut.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara. Langkah ini bertujuan untuk mendukung dan mendampingi berbagai kementerian/lembaga dalam meningkatkan penerimaan negara, khususnya di sektor-sektor yang memiliki potensi besar namun rawan kebocoran. Pembentukan Satgassus ini menjadi bukti komitmen nyata Polri dalam membantu pemerintah mencapai target penerimaan negara dan memperkuat pengawasan keuangan negara.

Kepemimpinan Satgassus ini dipercayakan kepada Herry Muryanto. Menariknya, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, ditunjuk sebagai Wakil Kepala Satgassus. Anggota Satgassus lainnya direkrut dari mantan pegawai KPK yang berpengalaman dalam Satgassus Pencegahan Korupsi. Komposisi tim yang kaya pengalaman di bidang pencegahan korupsi ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam menangani potensi kebocoran penerimaan negara.

Sistem kerja Satgassus terstruktur dan sistematis. Yudi Purnomo Harahap, anggota Satgassus, menjelaskan melalui pesan WhatsApp 0856 88XX XXX, bahwa tahapan kerjanya meliputi pengumpulan data dan informasi dari berbagai sumber terpercaya, analisis mendalam, koordinasi intensif lintas sektoral, diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan para pemangku kepentingan, serta penyusunan laporan dan rekomendasi kebijakan komprehensif untuk pemerintah.

Salah satu sektor yang menjadi fokus utama Satgassus adalah sektor perikanan. Potensi peningkatan pendapatan negara di sektor ini dinilai sangat signifikan. Satgassus aktif melakukan sinergi dan pendampingan kepada para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, termasuk kementerian/lembaga terkait. Upaya ini difokuskan pada pemetaan masalah, penyediaan solusi, dan pengawalan implementasi solusi tersebut untuk meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor perikanan.

“Satgassus berupaya memetakan masalah, menawarkan solusi, dan mengawal implementasinya agar PNBP di sektor perikanan meningkat,” jelas Yudi.

Pembentukan Satgassus ini mendapat apresiasi luas. Langkah ini dianggap sebagai upaya proaktif pemerintah dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Kehadiran Satgassus diharapkan memberikan dampak positif signifikan terhadap peningkatan penerimaan negara dan pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat Indonesia. Keberhasilan Satgassus ini akan menjadi tolak ukur penting dalam upaya optimalisasi penerimaan negara di masa mendatang. Publik menantikan laporan kinerja Satgassus dan dampak nyata dari upaya optimalisasi penerimaan negara yang dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *