Jendelasulut.com — Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Selasa, (23)6/2025) menjadi tuan rumah studi banding bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Papua. Kunjungan ini, yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Merauke, difokuskan pada pembelajaran terbaik dalam pelaksanaan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan penyusunan Rencana Strategis (Renstra), dua aspek yang saat ini menjadi tantangan bagi Kabupaten Merauke.
Keberhasilan Minahasa Utara dalam pengelolaan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan penyusunan Rencana Strategis (Renstra), di bawah kepemimpinan yang efektif dari Bupati Joune J. E. Ganda, SE, MAP, MM, MSi, dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung, SH, MH., serta dengan dedikasi dan integritas Kepala Dinas Kesehatan dr. Stela Safitri, M.Kes., menjadi daya tarik utama bagi studi banding dari Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke. Keberadaan tim pembimbing Rencana Kerja (Renja) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, Manado, yang juga berada di Minahasa Utara pada periode yang sama, semakin memperkuat alasan pemilihan lokasi ini sebagai studi kasus terbaik.
Tim dari Dinas Kesehatan Merauke, terdiri dari Drs. Kaimudin LM, Apt., dan Ardhi Utama Rumfaan, datang dengan tujuan yang tercantum jelas dalam surat resmi bernomor 900.1.3.10/1646/2025. Drs. Kaimudin LM, Apt., mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Drs. Kaimudin La Mudjidi, Apt., menyatakan harapan agar studi banding ini menghasilkan solusi praktis bagi kendala yang dihadapi Merauke dan implementasi BOK yang lebih efektif serta Renstra yang sesuai regulasi.
Kunjungan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke. Di Minahasa Utara sendiri, Bupati Joune J. E. Ganda, SE, MAP, MM, MSi, dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung, SH, MH., menyambut baik kedatangan tim Merauke, menggarisbawahi komitmen kolaborasi antar daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
Harapan publik terhadap hasil studi banding ini sangat tinggi. Keberhasilannya diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Merauke, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa dalam pengelolaan BOK dan penyusunan Renstra. Transparansi dan akuntabilitas dalam penerapan temuan dan rekomendasi studi banding menjadi kunci keberhasilan.
Publik menantikan laporan terperinci yang akan dipublikasikan, berisi temuan-temuan penting dan rekomendasi yang akan diimplementasikan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Merauke. Suksesnya studi banding ini akan menjadi tolok ukur bagi kolaborasi antar daerah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia.