Jendelasulut.com — Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan pendidikan nasional. Peran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) sebagai jembatan komunikasi dan kolaborasi antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan pemerintah daerah semakin krusial dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal Apkasi sekaligus Bupati Minahasa Utara, Joune J.E. Ganda, dalam agenda Koordinasi Program Kerja Sama antara Kemendikbudristek RI dan Apkasi yang berlangsung di Kantor Kemendikbudristek pada Jumat (25/7).
Pertemuan penting ini menghasilkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Bukan hanya sekedar wacana, pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah poin strategis yang akan diimplementasikan secara nyata. Apkasi, dengan jaringan luasnya di seluruh kabupaten di Indonesia, berperan sebagai fasilitator utama dalam menjembatani aspirasi daerah dan memastikan program-program pendidikan nasional dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat lokal.
Salah satu poin utama yang menjadi fokus diskusi adalah peningkatan kompetensi guru, khususnya di bidang coding dan kecerdasan buatan (AI). Di era digitalisasi yang pesat ini, kemampuan guru dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi sangat penting. Apkasi akan berperan aktif dalam memfasilitasi pelatihan dan pengembangan kompetensi guru, memastikan guru-guru di daerah memiliki akses yang sama terhadap pelatihan-pelatihan berkualitas tinggi.
Selain itu, program Beasiswa Indonesia Emas – Daerah juga menjadi topik penting dalam diskusi. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi dari daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan peran Apkasi, diharapkan program beasiswa ini dapat menjangkau lebih banyak siswa berbakat dari seluruh pelosok Indonesia, tanpa terhalang oleh keterbatasan akses dan informasi.
Penguatan kemitraan pusat-daerah dalam pendidikan juga menjadi poin krusial yang dibahas. Apkasi akan menjadi penghubung utama antara Kemendikbudristek dan pemerintah daerah, memastikan program-program pendidikan yang dicanangkan pemerintah pusat dapat diimplementasikan secara efektif dan efisien di daerah. Hal ini meliputi penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, pengembangan kurikulum, serta pengawasan dan evaluasi pelaksanaan program pendidikan di lapangan.
“Komitmen kolektif ini merupakan langkah konkret untuk mewujudkan layanan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh anak bangsa,” tegas Sekjen Apkasi Joune Ganda. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun pendidikan nasional yang lebih maju.
Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah tokoh penting dari Kemendikbudristek dan Apkasi, antara lain Bapak Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D. (Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah), Bapak Temu Ismail, S.Pd., M.Si. (Sekretaris Dirjen GTK), Bapak Wempi W. Mawa, S.E., M.H. (Ketua Bidang Pendidikan Apkasi), Bapak Sarman Simanjorang, M.Si. (Direktur Eksekutif Apkasi), Bapak Drs. Sokhiatulo Laoli, M.M. (Dewan Pembina Apkasi), Ibu Dr. Himmatul Hasanah, M.P. (Staf Ahli Apkasi Bidang Pendidikan), dan Ibu Dra. Siti Nurkhayati, M.Pd. (Ketua Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara). Kehadiran mereka menunjukkan komitmen dan keseriusan semua pihak dalam mewujudkan transformasi pendidikan di Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi yang kuat, Apkasi berkomitmen untuk terus mendukung transformasi pendidikan di daerah, membangun Indonesia yang lebih cerdas, berdaya saing, dan berkeadilan melalui pendidikan berkualitas yang merata untuk seluruh rakyat Indonesia. Pertemuan ini bukan hanya sebuah langkah awal, tetapi juga merupakan tonggak penting dalam perjalanan panjang menuju Indonesia maju melalui pendidikan.