Jendelasulut.com — Air Susu Ibu (ASI) adalah nutrisi paling sempurna bagi bayi baru lahir. Kandungan zat gizinya yang lengkap sangat esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal si kecil. Pemberian ASI Eksklusif, yaitu pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan atau minuman lain selama enam bulan pertama kehidupan, terbukti meningkatkan daya tahan tubuh bayi, mengurangi risiko infeksi, dan mempererat ikatan emosional ibu dan anak. Namun, realitanya, praktik ASI Eksklusif di Indonesia masih jauh dari target.
Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menunjukkan angka nasional pemberian ASI Eksklusif hanya 52,5%. Situasi di Sulawesi Utara bahkan lebih memprihatinkan, hanya mencapai 41,5%. Angka ini jauh di bawah target dan menjadi perhatian serius pemerintah. Pemerintah sendiri telah mengatur hak bayi untuk mendapatkan ASI Eksklusif melalui PP No 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif, guna menjamin perlindungan bagi ibu yang memberikan ASI Eksklusif.
Di tengah berbagai tantangan, Puskesmas Wori di Sulawesi Utara, di bawah kepemimpinan dr. Eltien Wowor, memberikan angin segar dengan inovasi program “BEKING ASIK” (Beri Ibu Dukungan dan Pendampingan ASI Eksklusif). Program ini menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan angka pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan. Hal ini disampaikan dr. Eltien Wowor, Kepala Puskesmas Wori, melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 7 Agustus 2024.
BEKING ASIK dirancang sebagai program terpadu yang komprehensif, meliputi beberapa strategi kunci:
1. Konseling Laktasi Terpadu: Puskesmas Wori tidak hanya memberikan konseling kepada ibu, tetapi juga melibatkan seluruh anggota keluarga. Suami, orang tua, dan mertua dilibatkan aktif untuk menciptakan lingkungan yang mendukung praktik ASI Eksklusif. Dukungan keluarga terbukti sangat krusial dalam keberhasilan program ini.
2. Penyuluhan Intensif ASI Eksklusif: Puskesmas Wori secara aktif dan intensif menyelenggarakan penyuluhan bagi ibu hamil dan menyusui. Penyuluhan ini memberikan informasi akurat, menjawab pertanyaan, mengatasi miskonsepsi, dan menekankan manfaat ASI Eksklusif secara detail.
3. Dukungan Peningkatan Produksi ASI (ASI Booster): Program ini menyediakan dukungan tambahan berupa informasi dan bantuan bagi ibu yang mengalami kesulitan dalam memproduksi ASI. Puskesmas Wori menawarkan solusi alami untuk meningkatkan produksi ASI tanpa mengabaikan prinsip ASI Eksklusif. Dukungan ini memastikan setiap ibu memiliki kesempatan yang sama untuk menyusui.
4. Apresiasi Ibu ASIK: Sebagai bentuk apresiasi, Puskesmas Wori memberikan penghargaan kepada ibu-ibu yang berhasil memberikan ASI Eksklusif. Ini merupakan dukungan moral dan pengakuan atas komitmen mereka, sekaligus memotivasi ibu-ibu lain untuk menyusui secara eksklusif.
Dr. Eltien Wowor, Kepala Puskesmas Wori, menekankan pentingnya dukungan masyarakat dan pemerintah desa dalam keberhasilan BEKING ASIK. Menurutnya, ASI merupakan penentu utama kesehatan dan status gizi bayi, terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan dapat menurunkan risiko berbagai penyakit. Program ini tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan ibu dan anak secara menyeluruh.
Keberhasilan BEKING ASIK diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Inovasi ini menginspirasi upaya peningkatan angka ASI Eksklusif secara nasional dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Program ini membuktikan bahwa dengan inovasi dan komitmen yang kuat, target pemberian ASI Eksklusif dapat tercapai dan kesejahteraan ibu dan bayi dapat ditingkatkan.