Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Revolusi Layanan Publik: Apkasi Pacu Daerah Terapkan SNI untuk Pasar Rakyat dan Kesehatan Hewan

129
×

Revolusi Layanan Publik: Apkasi Pacu Daerah Terapkan SNI untuk Pasar Rakyat dan Kesehatan Hewan

Sebarkan artikel ini

Jendelasulut.com — Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) terus berupaya mendorong peningkatan kualitas layanan publik di daerah melalui percepatan implementasi Standar Nasional Indonesia (SNI) di berbagai sektor. Salah satu fokus utama adalah penerapan SNI pada Pasar Rakyat dan Pelayanan Kesehatan Hewan.

Sekretaris Jenderal Apkasi, Joune J.E. Ganda, secara resmi membuka sosialisasi daring mengenai pentingnya SNI untuk kedua sektor tersebut pada tanggal 16 Oktober 2025. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Perdagangan, Dinas Peternakan, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Balitbang, serta lembaga terkait lainnya dari berbagai kabupaten di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Joune Ganda, yang juga menjabat sebagai Bupati Minahasa Utara, menegaskan bahwa standarisasi bukan hanya sekadar urusan teknis, melainkan fondasi penting dalam memastikan konsistensi dan kualitas layanan. “Standarisasi merupakan pondasi tata kelola manajemen yang modern, tertib, dan berdaya saing,” ujarnya. Ia menekankan bahwa penerapan SNI adalah langkah krusial untuk meningkatkan daya saing daerah di era globalisasi ini.

Joune Ganda menjelaskan, penerapan SNI dalam sektor pasar rakyat menjadi sangat penting mengingat nilai transaksi ekonomi yang terjadi setiap hari mencapai jutaan, bahkan miliaran rupiah. “Pasar rakyat adalah urat nadi perekonomian daerah. Dengan standarisasi, kita dapat menata pasar agar menjadi tempat yang tertib, bersih, dan aman, sehingga dapat melindungi konsumen dan pelaku usaha kecil,” jelasnya.

Lebih lanjut, Joune Ganda menyoroti pentingnya implementasi SNI dalam sektor pelayanan kesehatan hewan. Menurutnya, hal ini bertujuan untuk memastikan layanan veteriner yang profesional, higienis, dan berorientasi pada kesejahteraan hewan. “Penerapan SNI memastikan layanan veteriner yang profesional, higienis, dan berorientasi kesejahteraan hewan, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan masyarakat dan keamanan pangan asal hewan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa mutu bangsa ini dimulai dari mutu pelayanan di daerah, sehingga peningkatan kualitas layanan kesehatan hewan adalah investasi penting bagi masa depan.

Acara sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Kepala Lembaga Sertifikasi Produk. Kehadiran para ahli ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai persyaratan dan manfaat SNI, serta langkah-langkah yang perlu diambil oleh pemerintah daerah untuk mempercepat implementasinya.

Dengan adanya sosialisasi ini, Apkasi berharap pemerintah daerah dapat lebih termotivasi dan memiliki panduan yang jelas dalam menerapkan SNI di sektor pasar rakyat dan kesehatan hewan. Langkah ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, daya saing daerah, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *