Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Terpencil Bukan Berarti Terlupakan: Bukti Nyata Pemkab Minut Sejahterakan Warga Pulau Mantehage

474
×

Terpencil Bukan Berarti Terlupakan: Bukti Nyata Pemkab Minut Sejahterakan Warga Pulau Mantehage

Sebarkan artikel ini

Jendelasulut.com — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali membuktikan komitmennya dalam menyejahterakan masyarakat, khususnya yang berada di wilayah kepulauan. Melalui kolaborasi dengan Dinas Perdagangan, Pemkab Minut menggelar pasar murah bersubsidi yang menyasar langsung empat desa di Pulau Mantehage, Kecamatan Wori, pada Selasa (21/10/2025). Kegiatan yang dipusatkan di Desa Buhias ini disambut antusiasme luar biasa oleh warga setempat.

Wakil Bupati Minahasa Utara, Kevin William Lotulung, hadir langsung membuka kegiatan dan berinteraksi dengan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Wabup Kevin menegaskan bahwa pasar murah ini merupakan wujud perhatian serius pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat, terutama yang berada di wilayah terpencil dengan tantangan logistik yang lebih besar.

“Kami ingin seluruh lapisan masyarakat Minahasa Utara merasakan kehadiran pemerintah. Pasar murah bersubsidi ini adalah upaya nyata kami untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya di daerah kepulauan,” ujar Wabup Kevin dengan penuh semangat.

Tidak kurang dari 500 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Buhias, Tinongko, Tangkasi, dan Bango memadati lokasi pasar murah untuk mendapatkan bahan-bahan pokok bersubsidi. Beras, minyak kelapa, gula, tepung terigu, cabe rawit, bawang merah, dan bawang putih menjadi komoditas yang paling dicari. Harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar normal tentu saja menjadi angin segar bagi masyarakat.

“Atas nama warga Desa Buhias, Lukman menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Minut atas pasar murah yang diselenggarakan. Ia menyatakan, ‘Pasar murah ini sangat membantu, terutama bagi kami yang tinggal di pulau dengan biaya transportasi mahal. Semoga kegiatan ini terus ada, bahkan dengan pasokan atau subsidi yang lebih besar.’”

Kepala Dinas Perdagangan Minahasa Utara, Drs Maxmillian Tapada, MSi, menjelaskan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan bagian integral dari program pengendalian inflasi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Melihat antusiasme dan dampak positif yang dirasakan masyarakat di Pulau Mantehage, kami akan terus berupaya menganggarkan dan melaksanakan kegiatan serupa secara berkala. Ini adalah komitmen kami untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan bagi seluruh warga Minahasa Utara,” tegas Maxmillian Tapada.

Pasar murah bersubsidi di Pulau Mantehage bukan sekadar kegiatan sesaat. Lebih dari itu, ini adalah investasi pemerintah daerah dalam membangun fondasi kesejahteraan yang kokoh di seluruh wilayah Minahasa Utara. Dengan meringankan beban ekonomi masyarakat, pemerintah berharap dapat meningkatkan kualitas hidup dan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Keberhasilan pelaksanaan pasar murah di Pulau Mantehage menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara serius dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan hingga ke pelosok wilayah. Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melakukan hal serupa, demi Indonesia yang lebih adil dan makmur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *