Scroll untuk baca artikel
NasionalNews

Menteri Keuangan ‘Boyong’ Tim Hacker Didikan Rusia untuk Amankan Sistem Coretax Kemenkeu

229
×

Menteri Keuangan ‘Boyong’ Tim Hacker Didikan Rusia untuk Amankan Sistem Coretax Kemenkeu

Sebarkan artikel ini

Jendelasulut.com — Langkah berani kembali diambil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam upaya memperkuat keamanan siber di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kali ini, Purbaya memutuskan untuk membawa tim hacker andalannya dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk memperkuat dan memperbaiki sistem Coretax yang vital bagi penerimaan negara. Keputusan ini sontak menarik perhatian publik, mengingat latar belakang tim tersebut yang terbilang unik dan penuh misteri.

Dalam sebuah media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (24/10/2025), Purbaya mengungkapkan alasan di balik keputusannya tersebut. Ia mengaku sangat percaya pada kemampuan tim hacker tersebut, yang sebelumnya telah berhasil membuktikan diri dalam memperkuat sistem keamanan digital di LPS.

“Saya percaya mereka. Saya bawa dari pertahanan, ke Maritim, ke LPS, dan sekarang ke Kemenkeu,” ujarnya dengan nada yakin.

Namun, yang lebih mengejutkan, Purbaya mengungkapkan bahwa para anggota tim tersebut pernah menjalani pelatihan intensif selama enam bulan di Rusia, di sebuah tempat yang digambarkannya sebagai “khusus dan tertutup.” Bahkan, ia sempat berseloroh dengan mengatakan, “Dia dilatih di Rusia enam bulan. Jadi kayaknya KGB juga dia,” yang disambut tawa para wartawan.

Kepercayaan Purbaya pada tim ini bukan tanpa alasan. Ia menceritakan awal perkenalannya dengan kelompok tersebut, bermula dari insiden ketika sistem LPS yang dianggap aman justru berhasil dibobol oleh mereka hanya dalam waktu lima menit. Alih-alih memusuhi, Purbaya justru terkesan dengan kemampuan mereka dan memutuskan untuk merangkul mereka, memberikan kesempatan untuk berkontribusi dalam memperkuat sistem keamanan negara.

“Saya bilang, kalau nggak bisa ngalahin, ya kita rangkul. Mereka ini semua merah putih, jadi kita kasih ruang untuk bantu,” tuturnya.

Kini, tim hacker yang sama akan ditugaskan untuk memperbaiki sistem Coretax yang sempat bermasalah dan menjadi sorotan publik. Purbaya menegaskan bahwa kemampuan timnya benar-benar mumpuni dan bukan kaleng-kaleng. “Mereka jago-jago, orang Indonesia semua. Banyak talenta digital kita yang luar biasa,” tegasnya.

Meski demikian, proses perbaikan sistem Coretax masih menghadapi kendala. Sebagian sistem masih terikat kontrak dengan perusahaan asal Korea Selatan, LG, dan Kemenkeu baru akan mendapatkan akses penuh ke source code pada Desember mendatang.

“Saya kira satu bulan bisa selesai. Tapi karena kendala kontrak, kita belum bisa masuk. Begitu Januari-Februari nanti akses dibuka, sistem akan selesai diperbaiki,” ujar Purbaya dengan nada optimistis.

Langkah Purbaya ini menuai beragam reaksi dari berbagai kalangan. Beberapa pihak memberikan apresiasi atas keberaniannya dalam mengambil langkah out-of-the-box untuk mengatasi masalah keamanan siber yang krusial. Namun, tak sedikit pula yang выражают опасения terkait latar belakang tim hacker tersebut, terutama terkait pelatihan mereka di Rusia.

Terlepas dari pro dan kontra yang ada, satu hal yang pasti, keputusan Menteri Keuangan ini telah memicu perdebatan publik yang menarik tentang pentingnya keamanan siber dan bagaimana cara terbaik untuk melindunginya. Akankah tim hacker didikan Rusia ini mampu membuktikan diri dan mengamankan sistem Coretax Kemenkeu? Kita tunggu saja perkembangannya di bulan-bulan mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *