Jendelasulut.com — Kunjungan tim pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara (Minut) pada Selasa (25/11/2025), membuahkan pujian. Bukan hanya terkesan dengan kesiapan teknis, tim BNPB justru menyoroti kepemimpinan daerah sebagai fondasi utama yang mengantarkan Pusdalops Minut melampaui ekspektasi standar nasional.
Rombongan yang terdiri dari Jonathan Victor Rembeth, Rudi Phadmanto, dan Mayjen TNI (Purn) Moch. Luthfie Beta, sepakat bahwa Minut adalah daerah dengan kesiapsiagaan terpadu yang matang. Lebih dari sekadar sistem, peralatan, dan sumber daya manusia (SDM), Jonathan Victor Rembeth menekankan bahwa political will dan dukungan penuh dari Bupati Joune Ganda menjadi faktor pembeda utama.
“Di Minahasa Utara, apa yang kami lihat melebihi ekspektasi kami. Sistem berjalan, SOP dilakukan, peralatan lengkap, SDM kompeten, dan semuanya ini bisa terjadi karena ada komitmen dari pimpinan daerah,” ungkap Victor. Ia menambahkan bahwa tanpa dukungan dari Bupati Joune Ganda, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah, Pusdalops tidak akan menjadi unit strategis seperti saat ini.
Pujian juga datang dari Rudi Phadmanto yang mengapresiasi inovasi yang sedang dikembangkan Pusdalops Minut, termasuk aplikasi edukasi risiko bencana yang akan segera diluncurkan untuk masyarakat. “Inovasi digital ini menunjukkan visi yang jelas dari kepala daerah. Kami melihat Minut punya komitmen kuat untuk mempermudah masyarakat memahami risiko bencana,” ujarnya. Rudi juga menyoroti keberanian daerah dalam berinvestasi pada teknologi kebencanaan sebagai bukti kebijakan pimpinan yang visioner.
Senada dengan rekannya, Mayjen TNI (Purn) Moch. Luthfie Beta menegaskan bahwa keberhasilan sistem kebencanaan daerah selalu bermula dari kepemimpinan yang memastikan setiap prosedur berjalan jelas dan tegas. “Pusdalops Minut memiliki SOP yang jelas, dilatih, dan disimulasikan. Ini tidak mungkin berjalan tanpa arahan dan dukungan langsung dari Bupati Joune Ganda,” tegasnya. Koordinasi lintas sektor yang kuat di Minut juga menjadi bukti bahwa pemimpin daerah memahami betul pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana.
Tim BNPB menyimpulkan bahwa dukungan anggaran, kebijakan, inovasi, dan perhatian langsung dari Bupati Joune Ganda menjadi alasan utama mengapa Minahasa Utara tampil lebih siap dibandingkan banyak daerah lain. Kombinasi antara keberhasilan teknis dan kepemimpinan yang kuat dinilai telah menciptakan ekosistem manajemen bencana yang ideal, modern, responsif, dan berorientasi pada masyarakat.
Kehadiran tim pengarah BNPB di BPBD Minut disambut langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD, Theodorus Lumingkewas dan Sekretaris, Gerald Dotulong. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi daerah lain untuk mencontoh Minahasa Utara dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.