Jendelasulut com — Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, SE. MAP. MM. Msi, turut hadir dalam Konferensi MarkPlus Tahunan Ke-20 yang berlangsung meriah di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, pada Kamis (11/12/2025). Kehadiran Bupati Joune Ganda dalam ajang bergengsi ini menjadi sorotan, mengingat forum ini mempertemukan para pemimpin industri dan tokoh penting di tingkat nasional dan internasional.
Konferensi MarkPlus ke-20, yang diselenggarakan oleh MCorp bekerja sama dengan Philip Kotler Center for ASEAN Marketing, mengangkat tema sentral “Lean & Agile: AI and China in Focus.” Acara ini menjadi wadah strategis untuk membahas perkembangan terkini di bidang pemasaran, teknologi, dan dinamika ekonomi global.
Sebelumnya, pada tanggal 10 Desember, rangkaian acara diawali dengan KTT Pemasaran ASEAN Tahunan ke-11 (AMS) yang menghadirkan pembicara kelas dunia seperti Philip Kotler, Jochen Wirtz, dan Tony Fernandes. Pada hari kedua, Konvensi Pemasaran Industri Indonesia (UMC) Tahunan ke-4 menarik perhatian lebih dari 5.000 peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Joune Ganda berbaur dengan para pemimpin industri nasional dan berkesempatan menjalin komunikasi intensif dengan berbagai tokoh penting. Salah satu momen penting adalah perbincangan akrab antara Bupati Joune Ganda dan Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Perubahan Iklim dan Energi.
Kedekatan keduanya terlihat jelas saat Hashim Djojohadikusumo, yang juga merupakan adik Presiden Prabowo Subianto, dengan ramah memperkenalkan Bupati Joune Ganda kepada salah satu tamu penting. Bahkan, perbincangan keduanya berlanjut hingga di luar ruangan, memicu spekulasi mengenai potensi kolaborasi di bidang energi dan pembangunan berkelanjutan.
Kehadiran Joune Ganda dalam forum internasional ini dinilai banyak pihak sebagai cerminan posisi strategis Minahasa Utara di tingkat nasional dan kawasan ASEAN. Potensi pengembangan industri, pariwisata, dan transformasi digital di Minahasa Utara menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor dan pemangku kepentingan.
“Bertemu dan berbincang akrab dengan Pak Hasyim dalam gelaran bergengsi ini merupakan satu kesempatan yang sangat positif dan bermanfaat,” ujar Joune Ganda. Ia menambahkan bahwa Hashim Djojohadikusumo adalah sosok tokoh dan pengusaha nasional yang rendah hati serta gemar berbagi ilmu dan pengalaman.
Sebagai informasi tambahan, Bupati Joune Ganda, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Apkasi, menjadi satu-satunya kepala daerah yang diundang secara khusus oleh penyelenggara acara. Hal ini semakin menegaskan peran pentingnya dalam pembangunan daerah dan jaringan yang luas di tingkat nasional.
Konferensi MarkPlus 2026 sendiri dibuka secara resmi di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, pada Rabu (10/12). Acara ini menjadi tuan rumah The 11th ASEAN Marketing Summit (AMS), sebuah forum pemasaran tingkat Asia Tenggara yang mempertemukan para pemimpin industri regional untuk membahas perkembangan terbaru dalam dunia pemasaran dan transformasi bisnis.
Deklarasi ASEAN 58 menjadi salah satu poin penting dalam konferensi ini, dengan penegasan komitmen negara-negara anggota ASEAN terhadap positioning statement ASEAN 2026: “Navigating Our Future, Together”.
Berbagai sesi menarik dan diskusi mendalam juga mewarnai konferensi ini, dengan menghadirkan tokoh-tokoh penting seperti Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri RI, H.E. Denny Abdi, mantan Menteri Small and Medium Business Administration Korea Selatan, Prof. Young-Sup Joo, dan Wakil Perdana Menteri Timor Leste, H.E. Francisco Kalbuadi Lay.
Konferensi ini juga menyoroti dampak AI terhadap berbagai industri, dengan menghadirkan para ahli seperti David Sehyeon Baek (Founder & CEO Pygmalion Global Korea), Tiger Cao (CEO Kotler Marketing Group China), dan Luther T Panjaitan (Head of Public & Government Relations BYD Indonesia).
Dengan ragam perspektif lintas negara dan industri, Konferensi MarkPlus diharapkan dapat memperkuat arah strategi bisnis Indonesia dalam menyongsong tahun 2026. Kehadiran Bupati Joune Ganda dalam forum ini semakin menegaskan komitmennya untuk membawa Minahasa Utara menuju pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing global. ***