MANADO, JENDELASULUT.COM — Tangis dan kepanikan pecah di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Banjir bandang yang datang tiba-tiba pada Senin dini hari (5/1/2026) telah merenggut nyawa, menghancurkan rumah, dan menyisakan luka mendalam bagi ribuan warga. Bencana ini bukan hanya sekadar banjir, ini adalah tragedi kemanusiaan yang membutuhkan perhatian dan bantuan segera.
Detik-Detik Mencekam di Tengah Malam
Menurut laporan Danlanal Tahuna, bencana bermula saat hujan deras mengguyur Siau tanpa henti sejak pukul 02.00 Wita. Pukul 03.00 Wita, air bah dengan kekuatan dahsyat menerjang dua kelurahan: Bahu di Kecamatan Siau Timur dan Paseng di Kecamatan Siau Barat. Warga yang tengah terlelap tak sempat menyelamatkan diri. Jeritan minta tolong tenggelam dalam gemuruh air dan suara bangunan yang roboh.
Enam Nyawa Melayang, Bayi dalam Pencarian
Hingga saat ini, tim SAR gabungan telah menemukan enam jenazah: Santi Diamanis (P), Yance Tamalonggehe (L), Fardelin Tamalonggehe (L), Joan Bangsa (L), El Kamangan (L), dan Rakman Bangsa (L). Namun, duka belum berakhir. Empat orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk seorang bayi bernama Kairi Kansil. Di tengah puing dan lumpur, harapan untuk menemukan mereka hidup-hidup semakin menipis.
Mako Polres Hancur, Akses Terputus
Banjir bandang tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meluluhlantakkan infrastruktur. Mako Polres Kepulauan Sitaro ikut terdampak, lima rumah warga hanyut tak bersisa, dan akses jalan utama tertutup longsor. Kondisi ini menghambat upaya evakuasi dan penyaluran bantuan, membuat para korban semakin terisolasi dan rentan.
Solidaritas Mulai Mengalir, Tantangan Menghadang
Pemerintah daerah, TNI, dan Polri telah bergerak cepat memberikan bantuan darurat. Namun, medan yang sulit dan cuaca ekstrem menjadi kendala utama. Kadispen Kodaeral VIII Letkol Laut (P) Rudi Tandirerung, S.H. mengumumkan bahwa satu peleton tim penanggulangan bencana dari Kodaeral VIII beserta peralatan akan segera diberangkatkan ke lokasi bencana menggunakan kapal cepat dari Pelabuhan Manado.
Uluran Tangan Sangat Dibutuhkan
Masyarakat diimbau untuk terus waspada terhadap potensi bencana susulan. Lebih dari itu, uluran tangan dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan saat ini. Mari kita sisihkan sebagian rezeki untuk membantu saudara-saudara kita di Kepulauan Sitaro yang tengah berjuang melawan duka dan kehilangan.
Kami akan terus memberikan informasi terkini mengenai perkembangan situasi dan upaya penanggulangan bencana ini. Mari bersama kita doakan agar para korban segera ditemukan dan Kepulauan Sitaro dapat segera bangkit kembali.