MINUT, JENDELASULUT..COM — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap daya beli masyarakat dengan menggelar pasar murah bersubsidi di Kecamatan Dimembe. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Desa Warukapas, Selasa (18/3/2026), ini menjadi angin segar bagi warga setempat yang mulai mengeluhkan meroketnya harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Dinas Perdagangan Minahasa Utara, Drs. Sinpersli Maximelian Tapada M.Sc., turun langsung memantau jalannya kegiatan. Ia menjelaskan bahwa pasar murah ini merupakan instruksi langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Minut untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya mereka yang berada di lapisan menengah ke bawah.
“Ini adalah program prioritas daerah. Kami menargetkan kegiatan serupa akan menjangkau sepuluh kecamatan di Minut. Alhamdulillah, hari ini kita sudah memasuki kecamatan kelima, yaitu Dimembe, yang dipusatkan di Desa Warukapas,” ujar Tapada di sela-sela kunjungannya.
✅ Banting Harga di Tengah Inflasi
Tapada menegaskan bahwa pasar murah ini tidak hanya sekadar jualan murah, tetapi juga menjadi senjata utama pemerintah daerah dalam mengendalikan laju inflasi. Ia memaparkan data harga pasar terkini yang menunjukkan lonjakan signifikan, seperti cabai rawit yang tembus Rp89.000 per kilogram dan daging sapi yang mencapai Rp150.000 per kilogram.
“Kenaikan harga menjelang Lebaran ini sudah menjadi siklus tahunan. Namun, kita tidak bisa tinggal diam. Kegiatan di Desa Warukapas ini adalah langkah konkret untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia dengan harga yang ramah di kantong,” tegasnya.
✅ Sembako Murah, Stok Melimpah
Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Ratusan warga mengantre untuk bisa membeli berbagai komoditas kebutuhan pokok yang dijual jauh di bawah harga pasar. Dinas Perdagangan menyiapkan sebanyak 400 sak beras premium (setara 2 ton) yang dijual hanya Rp50.000 per sak (isi 5 kg). Tak hanya beras, sebanyak 100 baki telur ayam ras, 250 liter minyak goreng, dan 160 kilogram tepung terigu juga ludes dalam waktu singkat.
Untuk memenuhi kebutuhan dapur, pemerintah juga menyediakan 80 kilogram bawang merah dan 70 kilogram bawang putih. Yang tak kalah menarik, sekitar 100 ekor ayam potong segar ikut dijual dengan harga di bawah pasaran, menjadi rebutan ibu-ibu yang ingin menyiapkan hidangan Lebaran.
“Kami berharap komoditas ini benar-benar tepat sasaran. Harganya jauh lebih murah dibandingkan harga pasar, sehingga bisa menekan pengeluaran belanja masyarakat,” jelas Kadis Tapada.
✅ Jangkau Hingga ke Pulau
Tak hanya berhenti di Dimembe, program distribusi bahan pokok bersubsidi ini akan terus bergulir. Tapada mengungkapkan bahwa setelah Hari Raya Idul Fitri, tim Dinas Perdagangan akan melanjutkan misi kebaikan ini ke wilayah kepulauan. Rencananya, sebanyak 18 desa yang tersebar di 6 pulau di Minahasa Utara akan menjadi sasaran berikutnya.
“Kita ingin pemerataan akses pangan. Masyarakat di pulau juga berhak mendapatkan harga murah. Ini komitmen kami,” pungkasnya.
Dengan adanya pasar murah ini, masyarakat Dimembe dan sekitarnya bisa sedikit lega. Kebutuhan pokok untuk menyambut hari kemenangan dapat dipenuhi tanpa harus menguras isi dompet.(*)