MINUT, JENDELASULUT.COM — Suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 H tahun 2026 semakin terasa hangat dan meresap di seluruh pelosok Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Bukan hanya karena gemerlapnya lampu hias atau ramainya kunjungan sanak saudara, melainkan karena derasnya arus ucapan selamat dan permohonan maaf yang mengalir dari berbagai lapisan masyarakat hingga jajaran puncak pemerintahan daerah. Momen kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa ini tidak hanya menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga, namun juga menjelma menjadi ajang akbar untuk mempererat tali silaturahmi dan saling memohon maaf lahir dan batin.
Perhatian publik pun tertuju pada berbagai bentuk ucapan dan harapan yang disampaikan oleh institusi serta pemimpin daerah. Hal ini menjadi bukti nyata kebersamaan dan solidaritas yang tinggi dalam merayakan hari yang suci, sekaligus menjadi cerminan bahwa nilai-nilai toleransi di Minahasa Utara terus terpelihara dengan baik.
✅ BKAD Minut: Idul Fitri Momentum Pererat Persaudaraan
Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Minahasa Utara menjadi salah satu institusi pemerintah daerah yang dengan penuh sukacita menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri. Dalam pernyataan resminya, pihak BKAD menekankan bahwa esensi Idul Fitri jauh melampaui sekadar penanda berakhirnya ibadah puasa. Momen ini dipandang sebagai saat yang paling berharga untuk mempererat tali persaudaraan dan membangun kebersamaan antar sesama warga masyarakat Minut.
“Kami dari seluruh jajaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Minahasa Utara dengan penuh sukacita mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin,” ujar Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Minahasa Utara, Carla Sigarlaki, dalam pesan yang disampaikan melalui aplikasi WhatsApp kepada jendelasulut.com, Jumat, (20/3/2026).
Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan mendalam di hari yang fitri ini. “Semoga momen yang penuh berkah ini dapat membawa kedamaian abadi, kebahagiaan yang mendalam, serta kekuatan baru yang positif bagi kita semua dalam menjalankan tugas dan kewajiban demi kemajuan berkelanjutan Kabupaten Minahasa Utara,” tambahnya. Ucapan ini menjadi sorotan karena menunjukkan komitmen instansi teknis untuk tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga hadir secara emosional di tengah masyarakat.
✅ Pimpinan Daerah Beri Contoh: Bupati dan Wakil Bupati Sampaikan Permohonan Maaf
Tidak hanya dari institusi teknis daerah, ucapan hangat yang menjadi pusat perhatian masyarakat juga datang langsung dari pucuk pimpinan daerah. Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, SE, MAP, MM, MS, yang didampingi langsung oleh Wakil Bupati, Kevin W. Lotulung, SH, MH, turut menyampaikan ucapan selamat dan permohonan maaf kepada seluruh lapisan masyarakat Minut.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati dalam momen ini memberikan dimensi tersendiri bagi perayaan Idul Fitri. Mereka tidak hanya hadir sebagai simbol pemerintahan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ingin kembali ke fitrah, membersihkan diri dari segala kesalahan, dan memohon maaf secara tulus kepada seluruh warga yang dipimpinnya. Momentum ini dinilai sangat penting sebagai teladan bahwa seorang pemimpin pun tidak segan untuk merendahkan hati di hadapan rakyatnya.
✅ Sambutan Positif Warga: Kehangatan yang Mendalam
Ucapan selamat dan harapan yang disampaikan oleh jajaran pemerintah daerah ini mendapatkan sambutan yang luar biasa positif dari masyarakat. Banyak warga yang menyampaikan bahwa perhatian dari pemimpin daerah, mulai dari Bupati hingga jajaran dinas seperti BKAD, semakin memperkuat rasa kebersamaan dan semangat untuk bersama-sama membangun daerah yang lebih baik.
Beberapa warga yang ditemui di sejumlah tempat mengaku bahwa suasana Idul Fitri tahun ini terasa lebih hangat dan bermakna. Adanya perhatian yang nyata dari pemerintah daerah, baik melalui ucapan resmi maupun interaksi sosial, membuat mereka merasa diperhatikan dan dihargai. Hal ini menciptakan ikatan emosional yang kuat antara rakyat dan pemimpinnya, yang pada akhirnya menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi pembangunan daerah ke depan.
Dengan demikian, suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 H di Kabupaten Minahasa Utara benar-benar terasa meriah, khidmat, dan penuh kehangatan. Berbagai ucapan dan harapan yang menjadi perhatian publik ini tidak hanya berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan menjadi pijakan kokoh untuk terus memperkuat tali persaudaraan dan mendorong semangat kolaborasi demi kemajuan Minahasa Utara yang lebih baik di masa yang akan datang. (*)