MINUT, JENDELASULUT.COM –Prestasi gemilang diraih Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung (JG-KWL), daerah ini sukses meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan keuangan daerah telah berjalan dengan transparan, akuntabel, dan profesional.
Penghargaan tertinggi dalam pengelolaan keuangan daerah ini diterima secara resmi pada Senin, 26 Mei 2025, untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024. Penyerahan opini berlangsung di Kantor BPK RI Perwakilan Sulawesi Utara, Jalan 17 Agustus, Manado, diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Sulut, Bombit Agus Mulyo, dan diterima oleh Bupati Joune Ganda bersama Ketua DPRD Vonny Rumimpunu.
Keberhasilan ini bukanlah kebetulan. Capaian opini WTP empat kali berturut-turut merupakan hasil dari penerapan strategi kepemimpinan yang sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan.
—
Kilas Balik Perolehan Opini WTP Minahasa Utara
Perjalanan meraih opini WTP di era kepemimpinan JG-KWL dimulai sejak periode pertama dan terus berlanjut hingga periode kedua. Berikut rincian lengkapnya:
Ke- Tahun Anggaran Tahun Perolehan Keterangan
1. 2022 2023 WTP pertama diraih untuk LKPD
Tahun Anggaran 2022, diserahkan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sulut, Arief Fadillah
2. 2023 2024 WTP kedua secara berturut-turut
3. 2024 2025 WTP ketiga secara berturut-turut
4. 2024 2025 WTP keempat secara berturut-turut (periode kedua kepemimpinan)
Dengan demikian, keempat opini WTP tersebut merupakan capaian yang berkesinambungan sejak tahun 2022 hingga 2024, dengan pengumuman terakhir pada Mei 2025 untuk LKPD Tahun Anggaran 2024.
—
Strategi Kepemimpinan di Balik Keberhasilan WTP
Di balik pencapaian ini, terdapat empat strategi kepemimpinan kunci yang diterapkan secara konsisten oleh Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lotulung:
1. Komitmen Kuat pada Kolaborasi (Eksekutif & DPRD)
Strategi utama yang ditekankan adalah membangun tata kelola pemerintahan yang kolaboratif. Sejak awal memimpin, JG-KWL berkomitmen menjadikan eksekutif dan DPRD sebagai mitra sejajar dalam mengelola keuangan daerah.
Bupati Joune Ganda menegaskan, keberhasilan ini merupakan “kerja-kerja kolaborasi antara eksekutif dan DPRD” untuk mencapai pemerintahan yang baik (good government). Kolaborasi ini berhasil menghilangkan sekat-sektor birokrasi, memastikan proses perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan keuangan berjalan sinergis.
2. Fokus pada Perbaikan Berkelanjutan (Progresivitas)
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara tidak hanya berhenti pada meraih WTP, tetapi juga fokus pada penurunan jumlah catatan atau temuan dari BPK. Perbaikan dilakukan secara terus-menerus dari tahun ke tahun.
Bupati Joune Ganda mengungkapkan bahwa “catatan BPK untuk Pemkab Minut dari tahun ke tahun mengalami perbaikan bahkan menurun angka dari jumlah catatan.” Prestasi ini membuat Minahasa Utara dikategorikan oleh BPK sebagai kabupaten paling progresif dalam hal penanganan dan tindak lanjut rekomendasi. Prinsip yang dipegang teguh adalah “tidak pernah melakukan kesalahan berulang” atas catatan yang sudah diberikan di tahun-tahun sebelumnya.
3. Penerapan Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel
Strategi transparansi ini dibuktikan dengan pencapaian di luar opini WTP, yaitu keberhasilan meraih nilai tertinggi dalam Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) . Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri, Minahasa Utara meraih predikat A (terbaik) dalam pengukuran IPKD Tahun Anggaran 2023 untuk kategori daerah dengan kemampuan keuangan “sedang”.
Keberhasilan ini mencakup enam dimensi utama, termasuk kesesuaian perencanaan, transparansi, penyerapan anggaran, dan kondisi keuangan daerah. Bupati Joune menegaskan bahwa hal ini membuktikan setiap rupiah yang keluar dari APBD dikelola secara efektif, efisien, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
4. “Prestasi Jangan Berhenti”: Strategi Komunikasi dan Motivasi
Bupati Joune Ganda menggunakan slogan “Prestasi Jangan Berhenti” sebagai strategi komunikasi publik dan motivasi internal bagi jajaran pemerintah daerah. Slogan ini menjadi pengingat bahwa meraih WTP bukanlah akhir dari tujuan, melainkan awal menuju kesempurnaan tata kelola pemerintahan.
Dengan pencapaian ini, JG terus mendorong jajarannya untuk tidak cepat puas dan terus mempertahankan integritas serta profesionalisme dalam mengelola anggaran daerah.
—
Kesimpulan: Transformasi Menuju Tata Kelola Modern
Strategi kepemimpinan Joune Ganda dan Kevin Lotulung sangat menekankan pada sistem. Mereka berhasil mentransformasi pengelolaan keuangan Minahasa Utara dari sekadar target administratif menjadi budaya kerja berbasis kolaborasi, perbaikan berkelanjutan, dan transparansi.
Kombinasi antara komitmen politik yang kuat melalui kolaborasi harmonis dengan DPRD, serta disiplin teknis birokrasi dalam menindaklanjuti catatan BPK, menjadi fondasi utama terciptanya opini WTP empat kali berturut-turut.
Dengan perolehan opini WTP yang telah diraih sebanyak empat kali secara konsisten, serta predikat terbaik dalam pengelolaan keuangan daerah secara nasional, publik menaruh harapan besar bahwa Minahasa Utara akan terus melesat dalam pembangunan di masa mendatang. Prestasi ini bukan hanya milik pemerintah daerah, tetapi juga merupakan bukti nyata bahwa dengan kepemimpinan yang konsisten dan berorientasi pada sistem, sebuah daerah dapat mencapai tata kelola keuangan yang akuntabel, bersih, dan benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat.
— Penulis: Rukminto R