Scroll untuk baca artikel
ManadoMinahasa UtaraNews

Rakorda Tim Pembina Posyandu Sulut 2026: Ny Rizya Ganda Davega Siap Optimalkan Integrasi Layanan 6 SPM di Minut

469
×

Rakorda Tim Pembina Posyandu Sulut 2026: Ny Rizya Ganda Davega Siap Optimalkan Integrasi Layanan 6 SPM di Minut

Sebarkan artikel ini

Manado — Perhatian publik tertuju pada pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Utara tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, 16-17 April 2026. Kegiatan strategis ini mengusung tema besar: “Integrasi layanan kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan, pekerjaan umum, dan ketentraman/ketertiban umum untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”

Rakorda yang digelar di Luwansa Hotel ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan di Sulut untuk menyelaraskan visi percepatan implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat kabupaten dan kota.

✅ Kehadiran Ny Rizya Ganda Davega Menjadi Sorotan

Salah satu tokoh yang menarik perhatian dalam kegiatan ini adalah Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Ny Rizya Ganda Davega. Istri tercinta dari Bupati Minut Joune Ganda itu hadir didampingi jajaran pimpinan daerah, antara lain:

· Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Minahasa Utara, Fredrik Tulengkey
· Kepala Bappeda Kabupaten Minahasa Utara, Hanny Tambani
· Kepala BKAD yang diwakili Sekretaris Badan, Evlyn Luntungan

Kehadiran Ny Rizya bersama jajaran OPD menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam mendukung program Posyandu terintegrasi.

✅ Rakorda Tindak Lanjut Rakornas

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulut, Ny Anik Yulius Selvanus, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Rakorda ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pembina Posyandu beberapa waktu lalu.

“Kegiatan Rakorda ini dimaksudkan untuk lebih memaksimalkan dan mengevaluasi implementasi dari enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara,” ucap Ny Anik.

Ia pun berharap adanya penguatan dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulut demi mensukseskan implementasi keenam SPM tersebut. Rakorda ini juga dihadiri oleh para ketua Tim Pembina Posyandu kabupaten/kota se-Sulut.

✅ Gubernur Yulius Selvanus: Dukungan Daerah Kunci Sukses

Momentum puncak Rakorda terjadi saat penutupan acara, Jumat (17/4/2026). Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus hadir dan memberikan arahan tegas yang menggema di seluruh ruangan.

“Tanpa dukungan Pemerintah Daerah, mustahil program Tim Posyandu akan sukses,” tegas Gubernur Selvanus.

Ia secara gamblang meminta seluruh kepala daerah pembina Tim Posyandu beserta seluruh dinas terkait untuk wajib mendukung sepak terjang dan tugas pokok fungsi (tupoksi) Tim Posyandu di daerah masing-masing.

“Saya minta para bupati dan wali kota bantu seluruh tupoksi Tim Posyandu dalam implementasi enam SPM di wilayah masing-masing. Jangan sampai hasil Rakorda ini hanya menjadi catatan di atas kertas saja. Harus diimplementasikan dengan maksimal,” tukasnya dengan nada penuh penekanan.

✅ Ny Rizya Ganda Davega: Minut Siap Tingkatkan Kemitraan

Menanggapi arahan Gubernur, Ny Rizya Ganda Davega yang ditemui di lokasi yang sama menegaskan komitmen kuat Kabupaten Minahasa Utara.

“Selama ini, seluruh program dan kegiatan Posyandu mendapat support penuh dari Bupati Joune Ganda selaku penasihat Tim Posyandu, melalui dinas-dinas terkait yang menangani enam SPM,” tegas Ny Rizya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa Posyandu SPM merupakan konsep baru yang revolusioner, mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan enam bidang utama:

1. Pendidikan
2. Kesehatan
3. Pekerjaan Umum
4. Perumahan Rakyat
5. Ketenteraman dan Ketertiban Umum
6. Sosial

“Sebagai Tim Pembina, kami bertugas melakukan pembinaan secara optimal bagi tim-tim di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa. Harapannya, mereka dapat melaksanakan pembinaan kepada para kader Posyandu sebagai upaya optimalisasi Posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dengan penuh semangat, istri Bupati Minut itu menyatakan: “Intinya, kami Tim Posyandu Kabupaten Minahasa Utara siap meningkatkan kemitraan dengan pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi. Kami juga siap mendukung dan melaksanakan arahan ketua Tim Posyandu Sulut dalam memaksimalkan implementasi enam SPM di Minut.”

Ny Rizya juga menyampaikan permintaan khusus kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara agar turut berkontribusi aktif sesuai tupoksi masing-masing. Hal ini penting karena keberhasilan Posyandu terintegrasi tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor.

✅ Harapan Besar untuk Masyarakat Minut

Dengan berakhirnya Rakorda ini, publik kini menanti aksi nyata di lapangan. Integrasi enam SPM ke dalam layanan Posyandu diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya ibu dan anak. Keterlibatan aktif Ny Rizya Ganda Davega bersama jajaran Pemkab Minut menjadi angin segar bagi warganya untuk segera merasakan layanan yang lebih holistik dan terkoordinasi dengan baik.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *