Minahasa Utara — Hari ini menjadi momentum penting bagi pelayanan kesehatan di Kecamatan Likupang Barat. Puskesmas Mubune, salah satu fasilitas kesehatan unggulan di Kabupaten Minahasa Utara, menggelar serangkaian kegiatan yang menyedot perhatian publik. Tidak hanya memberikan layanan kesehatan standar di dalam gedung, Puskesmas Mubune juga memperluas jangkauan pelayanannya hingga ke ruang rapat DPRD, Dinas Kesehatan, bahkan Mall Pelayanan Publik. Masyarakat pun menyambut antusias komitmen “Melayani dengan SETIA” yang terus digaungkan. Senin, 4 Mei 2026.
Layanan Dalam Gedung: Padat, Cepat, dan Ramah Lansia ✔
Sejak pukul 07.30 WITA, suasana Puskesmas Mubune sudah sibuk dengan apel pagi yang diikuti seluruh tenaga kesehatan. Apel dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas, menekankan pentingnya disiplin dan empati dalam melayani pasien di hari kerja. Setelah apel, seluruh poli langsung beroperasi penuh.
· Poli Umum dipadati pasien dengan keluhan musiman seperti demam, batuk, dan tekanan darah tinggi. Dokter dan perawat bekerja sigap.
· Poli Gigi tak kalah ramai, terutama pasien anak dan lansia yang melakukan perawatan gigi berlubang serta pembersihan karang gigi.
· Poli KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) menjadi pusat perhatian para ibu hamil dan balita. Pemeriksaan kehamilan, imunisasi dasar, dan konseling gizi berjalan lancar.
· Poli Lansia – sebuah layanan unggulan yang sangat diapresiasi. Puluhan warga lanjut usia mendapat pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta obat-obatan gratis untuk penyakit degeneratif.
· Laboratorium juga sibuk dengan pengambilan sampel darah dan urin untuk pasien rujukan maupun umum.
· IGD (Instalasi Gawat Darurat) siaga 24 jam, meski pagi hingga siang ini hanya menangani satu kasus ringan (luka sayat), kesiapan tim tetap prima.
· Administrasi Kesehatan – bagian pendaftaran dan pengambilan antrean digital juga berjalan tanpa hambatan berkat sistem baru yang terintegrasi dengan BPJS.
Rapat Paripurna di DPRD Minut: Suara Puskesmas di Legislatif ✔
Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju pada gedung DPRD Kabupaten Minahasa Utara. Perwakilan Puskesmas Mubune, bersama dengan jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Minut, mengikuti rapat paripurna yang membahas penataan ulang alokasi anggaran kesehatan untuk daerah pesisir. Dalam rapat tersebut, Puskesmas Mubune menyoroti kebutuhan alat kedokteran gigi keliling dan tambahan tenaga bidan untuk wilayah terpencil. Beberapa anggota deklarasi mendukung penuh, mengingat Likupang Barat merupakan daerah pengembangan pariwisata super prioritas.
Pertemuan di Dinas Kesehatan: Imunisasi dan Bendahara JKN ✔
Usai rapat paripurna, tim manajemen Puskesmas Mubune langsung menuju kantor Dinas Kesehatan Minut untuk mengikuti dua agenda strategis:
1. Program Imunisasi – Evaluasi capaian imunisasi dasar lengkap (IDL) hingga April 2026. Puskesmas Mubune berhasil mencapai 94% target, namun masih ada anak usia 0–11 bulan di dua desa yang belum mendapatkan vaksin polio dan campak. Disepakati outreach layanan imunisasi pada pekan depan.
2. Bendahara JKN – Pembahasan rekonsiliasi klaim BPJS Kesehatan untuk bulan Maret–April 2026. Ditemukan sejumlah kendala administratif, namun langsung diselesaikan melalui sinkronisasi data Faskes (Fasilitas Kesehatan) tingkat pertama.
Inovasi Baru: Konsultasi BPJS Peserta Faskes di Mall Pelayanan Publik ✔
Puncak perhatian publik jatuh pada kegiatan terakhir: Konsultasi Peserta BPJS Kesehatan Faskes Puskesmas Mubune yang digelar di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Minahasa Utara. Ini adalah pertama kalinya Puskesmas Mubune membuka posko konsultasi di luar gedung puskesmas, tepatnya di area publik yang ramai dikunjungi masyarakat.
Warga yang kebanyakan peserta BPJS Kesehatan segmen PBI (Penerima Bantuan Iuran) dan pekerja informal antusias mengantre. Mereka berkonsultasi tentang:
· Cara mengaktifkan kembali kepesertaan yang tertunggak,
· Prosedur rujukan ke rumah sakit tanpa melalui puskesmas (kasus darurat),
· Penanganan keluhan tentang sistem antrean online.
Tim dari Puskesmas Mubune yang didampingi petugas BPJS Kesehatan Cabang Minut langsung memberikan solusi praktis. Salah satu peserta, Ibu Rosita (34) warga Desa Mubune, mengaku sangat terbantu. “Selama ini bingung soal cara ubah faskes, karena suami pindah kerja. Sekarang di sini langsung diurus, tidak perlu bolak-balik puskesmas atau kantor BPJS,” ujarnya dengan lega.
Respons Pemerintah dan Hashtag Kebanggaan ✔
Perwakilan Dinas Kesehatan Minahasa Utara yang turun langsung meninjau kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi. “Puskesmas Mubune menjadi percontohan dalam hal inovasi jemput bola dan integrasi pelayanan. Kami akan replikasikan model konsultasi di mal pelayanan publik untuk seluruh puskesmas,” tegasnya.
Kegiatan hari ini ditutup dengan semangat kebersamaan dan tagar yang menggema:
#MPHC (Mubune Public Health Center – inisiatif layanan terintegrasi)
#MelayanidenganSETIA (motto Puskesmas Mubune)
#DinkesMinut
#pemkabminut
Dengan total lebih dari 150 pasien umum, 45 ibu dan balita, 30 lansia, serta puluhan konsultasi BPJS, Puskesmas Mubune membuktikan bahwa pelayanan kesehatan yang prima tidak harus selalu menunggu pasien datang – tetapi juga hadir di ruang rapat hingga pusat perbelanjaan. Publik pun menanti aksi nyata selanjutnya. (*)