Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

“Kami Menjemput Bola!” – Kepala Puskesmas Mubune, dr. Diana Catoline: Posyandu ILP Hadir di Desa, Bukan Hanya Menunggu di Gedung

318
×

“Kami Menjemput Bola!” – Kepala Puskesmas Mubune, dr. Diana Catoline: Posyandu ILP Hadir di Desa, Bukan Hanya Menunggu di Gedung

Sebarkan artikel ini

Minahasa Utara — Dalam upaya menghadirkan pelayanan kesehatan prima bagi masyarakat, Puskesmas Mubune yang berlokasi di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, kembali menunjukkan komitmennya. Hari ini, Senin (6/5/2026), seluruh jajaran puskesmas melaksanakan serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan baik di dalam gedung maupun melalui posyandu terintegrasi. Masyarakat pun menyambut antusias, menjadikan momen ini sebagai bukti nyata hadirnya negara di tengah warga.

Apel Pagi: Tekad Layanan dengan SETIA

Kegiatan dimulai pukul 07.00 WITA dengan apel pagi yang diikuti oleh seluruh tenaga medis, perawat, bidan, staf administrasi, serta petugas laboratorium dan IGD. Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Puskesmas Mubune menyampaikan amanat tegas agar setiap petugas mengedepankan senyum, empati, tanggung jawab, integritas, dan amanah – yang merupakan inti dari motto #MelayanidenganSETIA. Apel ini juga menjadi ajang koordinasi harian untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana sebelum melayani pasien.

Pelayanan Kesehatan di Dalam Gedung: Lengkap dan Terjangkau

Sejak pukul 08.00 WITA, seluruh layanan dalam gedung dibuka serentak. Berikut rincian layanan yang diberikan:

· Poli Umum – Melayani pasien dengan keluhan ringan hingga kronis, seperti ISPA, hipertensi, diabetes, dan penyakit kulit. Antrean terpantau tertib berkat sistem nomor antrean digital baru.

· Poli Gigi – Fokus pada pemeriksaan, penambalan, pencabutan, serta penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, terutama bagi ibu hamil dan anak usia sekolah.

· Poli KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) – Memberikan pelayanan antenatal care (ANC), imunisasi bayi dan balita, serta konseling KB. Hari ini tercatat 15 ibu hamil melakukan pemeriksaan rutin.

· Pelayanan Lansia – Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, serta skrining depresi dan demensia. Program ini mendapat apresiasi dari para kakek-nenek yang hadir.

· Pelayanan Laboratorium – Melayani pemeriksaan darah rutin, dahak, malaria, hingga gula darah sewaktu. Hasil cepat keluar dalam 1-2 jam.

· IGD (Instalasi Gawat Darurat) – Siaga 24 jam. Hari ini sempat menangani satu kasus pasien jatuh dari ketinggian ringan yang sudah ditangani dan diperbolehkan pulang.

· Pelayanan Administrasi Kesehatan – Loket pendaftaran, BPJS Kesehatan, dan pengurusan surat keterangan sehat berjalan lancar dengan petugas yang ramah.

Posyandu ILP Desa Munte: Integrasi Layanan Primer di Tingkat Desa

Di luar gedung, perhatian publik tertuju pada kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Munte. Posyandu ini tidak sekadar menimbang balita, tetapi telah diintegrasikan dengan layanan puskesmas keliling. Petugas dari Puskesmas Mubune bersama kader kesehatan setempat memberikan:

· Pemeriksaan kehamilan dan pemberian tablet tambah darah.

· Imunisasi dasar lengkap untuk bayi dan baduta.
· Skrining penyakit tidak menular (PTM) untuk dewasa – tekanan darah, gula darah, dan obesitas.

· Edukasi sanitasi dan stunting serta pembagian makanan tambahan.

Warga Desa Munte tampak sangat antusias. Ibu-ibu membawa anaknya untuk diukur tinggi badan dan berat badan, sementara para lansia bergantian memeriksa tensi. “Sekarang posyandu lebih lengkap, tidak hanya untuk anak, tapi orang dewasa juga bisa cek kesehatan. Kami sangat terbantu,” ujar Maria K., salah satu warga.

Kepala Puskesmas Mubune, dr. Diana Catoline dalam wawancaranya menyampaikan, “Kami terus bergerak menjemput bola. Posyandu ILP adalah bukti bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya menunggu di dalam gedung, tetapi hadir di tengah masyarakat desa. Ini sesuai dengan arahan #DinkesMinut dan #pemkabminut untuk mendekatkan layanan ke seluruh wilayah.”

Perhatian Publik dan Dukungan Pemerintah Daerah

Kegiatan hari ini menjadi sorotan karena cakupan layanan yang menyeluruh – mulai dari apel pagi sebagai bentuk kedisiplinan, pelayanan di poli hingga IGD, hingga jangkauan ke desa-desa melalui Posyandu ILP. Masyarakat sekitar Likupang Barat mengaku puas dengan kehadiran Puskesmas Mubune yang dinilai cepat, ramah, dan terjangkau.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Kesehatan (Dinkes Minut) juga memberikan dukungan penuh dengan memastikan ketersediaan obat, alat kesehatan, dan tenaga medis yang cukup. Program #MPHC (Minut Primary Health Care) terus digalakkan untuk meningkatkan kualitas layanan primer.

Penutup, Kepala Dinas Kesehatan Minut yang turut memantau secara virtual menyampaikan, “Terima kasih kepada Puskesmas Mubune. Teruslah melayani dengan setia. Kesehatan masyarakat adalah prioritas kami di bawah #pemkabminut.”

Dengan semangat kebersamaan, Puskesmas Mubune dan Posyandu ILP Desa Munte menjadi contoh bahwa pelayanan kesehatan yang humanis dan terintegrasi mampu menarik perhatian publik sekaligus menyelamatkan banyak nyawa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *