Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

100 Ekor Ayam Unggul “Mendarat” di Pulau Gangga, Pemkab Minut Perkuat Ketahanan Pangan Kepulauan

54
×

100 Ekor Ayam Unggul “Mendarat” di Pulau Gangga, Pemkab Minut Perkuat Ketahanan Pangan Kepulauan

Sebarkan artikel ini

Likupang, jendelasulut.com — Gelombang dan angin di perairan yang membelah Pulau Gangga dengan wilayah pesisir Kabupaten Minahasa Utara tak menjadi penghalang bagi Dinas Pangan Kabupaten Minut untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah kepulauan. Jumat (31/7/2026), sebanyak 100 ekor bibit ayam unggul beserta sarana pakan resmi disalurkan kepada kelompok peternak di Desa Gangga I, Kecamatan Likupang Barat.

Rombongan Dinas Pangan yang dipimpin langsung Kepala Dinas Asriyadi Lalompoh bertolak dari pelabuhan Serei, Kecamatan Likupang Barat, menggunakan perahu penumpang menyebrangi laut menuju Pulau Gangga. Penyerahan bantuan dilakukan bersama jajaran pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat.

Bantuan yang disalurkan ini bukan sekadar program seremonial. Penyalurannya dirancang sebagai program jangka panjang dengan sasaran menjaga ketersediaan pangan dan mendukung kecukupan gizi masyarakat di wilayah yang tergolong rawan pasokan pangan.

Bukan Sekadar Bibit, Tapi Ilmu dan Pendampingan

Para penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan fisik berupa bibit ayam dan pakan. Mereka juga dibekali modul dan pembekalan mengenai tata cara pemeliharaan ternak, pencegahan penyakit, hingga pengelolaan hasil peternakan. Pembekalan ini menjadi bagian penting agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai untuk mengelola ternak secara baik, sehat, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Minahasa Utara, Asriyadi Lalompoh, M.AP., menegaskan bahwa pendampingan teknis akan terus diberikan kepada kelompok peternak. Pemerintah daerah juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami tidak hanya menyerahkan bibit ayam dan pakan, tetapi juga memberikan pembekalan kepada kelompok penerima manfaat. Pengetahuan mengenai pola pemeliharaan, sanitasi kandang, pemberian pakan, dan pencegahan penyakit sangat penting agar tingkat keberhasilan program ini dapat terus ditingkatkan,” ujar Asriyadi.

Komitmen Bupati: Dari Konsumsi Menuju Produktivitas

Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, melalui sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pangan, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Minut mendukung program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, intervensi pemerintah di wilayah kepulauan diarahkan untuk membangun kemandirian pangan pada tingkat rumah tangga.

“Yang disalurkan Dinas Pangan 100 ekor ayam unggul, pakan pemeliharaan kepada kelompok peternak di Desa Gangga I, Kecamatan Likupang Barat,” kata Bupati Joune.

Bupati Joune menambahkan bahwa kondisi geografis kawasan kepulauan membutuhkan strategi penyediaan dan distribusi pangan yang berkelanjutan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan gizi, terutama ketika pasokan logistik mengalami hambatan.

“Bantuan ini bukan sekadar pendorong konsumsi,” tegasnya. “Kita ingin masyarakat Gangga I mampu memproduksi kebutuhan proteinnya secara mandiri. Bahkan ke depan, hasil peternakan ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan menjadi sumber penguatan ekonomi bagi warga.”

Harapan dari Warga Kepulauan

Salah seorang warga Desa Gangga I yang menerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Menurutnya, bantuan bibit ayam dan pakan tersebut sangat membantu warga dalam memulai maupun mengembangkan usaha peternakan yang selama ini terkendala modal.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati Joune Ganda serta Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang telah memberikan bantuan bibit ayam dan pakan kepada masyarakat Desa Gangga I. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, karena dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang untuk menambah penghasilan,” ujar salah seorang warga penerima bantuan.

Ia menambahkan bahwa masyarakat penerima manfaat berkomitmen untuk merawat dan mengembangkan ternak yang telah diberikan agar program tersebut dapat memberikan hasil yang berkelanjutan, sesuai arahan dan pembekalan yang telah diberikan.

Keberlanjutan Program

Untuk menjamin keberlanjutan program, Pemkab Minut melalui perangkat daerah terkait telah menyiapkan skema pendampingan teknis bagi kelompok peternak. Para penerima bantuan akan memperoleh bimbingan secara berkala mengenai:

· Manajemen pemberian pakan
· Sanitasi dan kebersihan kandang
· Pemeliharaan ternak
· Langkah mitigasi terhadap risiko kematian bibit

Sebelumnya, keterbatasan modal serta sulitnya akses terhadap sarana produksi menjadi salah satu hambatan utama bagi masyarakat di wilayah kepulauan untuk memulai dan mengembangkan usaha peternakan secara terstruktur. Kondisi geografis yang relatif terpisah turut menyebabkan biaya pengadaan bibit, pakan, dan kebutuhan produksi lainnya menjadi lebih tinggi. Melalui program bantuan ini, pemerintah berupaya mengurangi beban biaya awal yang harus ditanggung masyarakat serta memberikan peluang bagi kelompok peternak untuk membangun usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Dengan dukungan bantuan, pembekalan pengetahuan, serta pendampingan teknis yang berkelanjutan, program pengembangan peternakan ayam ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, meningkatkan kemandirian masyarakat, dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga di wilayah pesisir dan kepulauan Kabupaten Minahasa Utara.

Editor: Rukminto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *