Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

52 ASN Minut Resmi Dilantik, Pesan Keras Sekda: Puskesmas Jemput Bola, Pasien Darurat Jangan Tunggu Administrasi

2334
×

52 ASN Minut Resmi Dilantik, Pesan Keras Sekda: Puskesmas Jemput Bola, Pasien Darurat Jangan Tunggu Administrasi

Sebarkan artikel ini

Airmadidi, jendelasulut.com — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali menggelar agenda pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan bagi 52 Aparatur Sipil Negara (ASN). Prosesi pelantikan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Minut Ir. Novly Wowiling, MSi, dan turut dihadiri oleh Asisten I, II, III, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Adapun 52 ASN yang dilantik terdiri dari 7 Pejabat Struktural, dengan rincian 4 pejabat Eselon III dan 3 pejabat Eselon IV, 1 orang Kepala Puskesmas, serta 44 Pejabat Fungsional. Pelantikan ini menjadi bagian dari rangkaian penataan birokrasi dan manajemen talenta ASN di lingkungan Pemkab Minut.

Dalam sambutan Bupati Minut yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa pelantikan ini harus dimaknai sebagai bentuk kepercayaan mutlak dari pimpinan yang berproses sesuai mekanisme aturan yang berlaku. Ia mencatat, akhir-akhir ini Pemkab Minut memang rutin melaksanakan pelantikan, di mana agenda kali ini kurang lebih merupakan pelantikan yang ke-7 kalinya.

“Minggu kemarin kita mendapat kunjungan dari BKN dan Minut menerima penghargaan yang diserahkan langsung secara khusus oleh Kepala BKN. Ketika kita menerapkan manajemen talenta ASN yang ujungnya bermuara pada pelantikan, hiruk pikuk atau desas-desus negatif terhadap pelantikan itu kini berkurang. Ini adalah sebuah pertanda yang sangat baik bagi Kabupaten Minut,” papar Sekda.

Sekda juga menepis paradigma usang yang menganggap bahwa ASN yang bekerja bagus maupun kurang bagus akan mendapatkan perlakuan yang sama. Menurutnya, saat ini semua unsur diperhitungkan, mulai dari pengumpulan poin kapasitas diri yang berjalan seiring dengan faktor penunjang lainnya.

“Jangan berpikir kerja di Puskesmas atau di Kecamatan, kinerjanya tidak sampai ke Sekda. Hari-hari kita berinteraksi dengan semua teman-teman ASN. Tidak perlu ada rasa khawatir, kita fokus saja pada kerja dan pasti berbuah manis bagi karier ASN,” tambahnya.

Sekda juga memberikan instruksi tegas agar para pejabat yang baru dilantik segera mempersembahkan kinerja terbaik untuk merealisasikan visi dan misi Bupati Dr. Joune J.E Ganda SE, MAP, MM, MSi dan Wakil Bupati Kevin Wiliam Lotulung, SH, MH. Menurutnya, indikator utama dari pelayanan publik yang baik adalah kepuasan masyarakat. Ia juga meminta setiap kegiatan dipublikasikan agar masyarakat tahu apa yang sedang dikerjakan oleh pemerintah.

Sorotan khusus diarahkan pada sektor pelayanan publik dan kesehatan melalui sarana-sarana publik. Sekda menuntut adanya kecepatan dan inovasi dalam melayani warga. Ia mencontohkan pelayanan di Puskesmas yang dinilai perlu lebih proaktif, tidak sekadar menunggu warga datang.

“Kalau boleh ada inovasi pelayanan mobile di Puskesmas, harus jemput bola, jangan hanya menunggu. Kalau boleh dipercepat, kenapa mesti diperlambat? Ini yang saya tekankan untuk pelayanan publik, begitu juga di sektor kesehatan,” tegas Sekda.

Instruksi paling krusial dan menohok ditujukan terkait prosedur penanganan pasien darurat di fasilitas kesehatan. Sekda menekankan bahwa pelayanan kepada pasien harus menjadi prioritas utama, bahkan sebelum urusan administrasi BPJS.

“Saya sudah bilang ke direktur, jangan mengutamakan BPJS dulu, tapi utamakan dulu pelayanan. Kita harus dahulukan nyawa orang, baru kemudian BPJS,” pesannya dengan nada tegas.

Pesan itu menjadi penegasan bahwa orientasi pelayanan publik di Minut harus berpihak pada keselamatan dan kebutuhan dasar rakyat. Sekda mengingatkan kepada 52 pejabat yang baru dilantik agar sungguh-sungguh memperhatikan masalah pelayanan. Pasalnya, menghadirkan pelayanan publik yang prima dan berpihak pada rakyat adalah fokus utama bagi Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara.

Dengan pelantikan ini, Pemkab Minut berharap jajaran ASN yang baru dilantik dapat langsung bekerja, beradaptasi, dan menghadirkan terobosan di masing-masing unit kerja. Pelantikan bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen, disiplin, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat Minahasa Utara. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *