Minut, 20 Mei 2026 – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kabupaten Minahasa Utara tahun ini berlangsung dengan khidmat sekaligus membakar semangat publik. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung, S.H., M.M., menyerukan tema sentral yang langsung menjadi perhatian luas: “Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara.”
Dalam narasi resmi yang dirilis dan tersebar di berbagai platform komunikasi publik daerah, Bupati Joune Ganda menyampaikan pesan reflektif sekaligus ajakan aksi. Tidak sekadar seremoni, peringatan kali ini digelorakan sebagai momentum untuk memperkuat tekad bersama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Selamat Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026. Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara. Mari kita bersama-sama menumbuhkan semangat Tunas Bangsa demi mewujudkan Indonesia yang Jaya, Makmur, dan Sejahtera,” ujar Bupati Joune Ganda dalam pesannya yang dikutip oleh seluruh elemen masyarakat, mulai dari lingkungan birokrasi, sekolah, hingga komunitas pemuda di Minahasa Utara.
Pesan tersebut dinilai sangat kontekstual. Frasa “Tunas Bangsa” dimaknai sebagai generasi muda, inovasi lokal, serta nilai-nilai kebangsaan yang harus dirawat sejak dini. Bupati menekankan bahwa kedaulatan negara tidak lagi semata-mata tentang pertahanan fisik, melainkan juga kedaulatan pangan, digital, budaya, dan energi yang bertumpu pada kualitas sumber daya manusia.
“Kebangkitan dimulai dari tekad kita hari ini untuk masa depan yang lebih gemilang. Bangkitlah bangsaku, jayalah negeriku,” lanjut pesan penuh optimisme yang ditandatangani secara bersama oleh Bupati dan Wakil Bupati, memperlihatkan kekompakan duet kepemimpinan Joune Ganda–Kevin Lotulung dalam menghadapi Indonesia Emas 2045 yang semakin dekat.
Peringatan Harkitnas ke-118 di Minahasa Utara kali ini juga menjadi titik tolak kampanye daerah bertajuk “Tunas Bangsa Bergerak”. Kampanye ini mengintegrasikan program peningkatan kualitas pendidikan vokasi, pemberdayaan ekonomi kreatif anak muda, serta penguatan budi pekerti berbasis kearifan lokal Mapalus (semangat gotong royong khas Minahasa). Publik menyambut positif ajakan ini, terlihat dari ramainya diskusi warganet dan pemasangan spanduk di desa-desa yang menggemakan semangat menjaga tunas bangsa.
Wakil Bupati Kevin Lotulung menambahkan dalam keterangannya, bahwa menjaga tunas bangsa adalah tugas kolektif yang tidak bisa ditawar. “Kedaulatan negara ditentukan oleh seberapa kuat kita mempersiapkan generasi penerus. Kami di Minahasa Utara berkomitmen menjadikan setiap momen Kebangkitan Nasional sebagai pemicu lahirnya karya nyata bagi Indonesia,” tegasnya.
Dengan semangat 20 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara membuktikan bahwa nilai-nilai Boedi Oetomo 1908 tetap relevan diaktualisasikan melalui langkah strategis yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Masyarakat kini menanti realisasi program-program pro-tunas bangsa yang dijanjikan akan menjadi legacy kepemimpinan daerah di tahun penuh harapan ini.(*)