LikBar, jendelasulut.com– Kabut asap rokok masih menjadi salah satu momok terbesar bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Mulai dari serangan jantung, stroke, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hingga berbagai jenis kanker mengintai para perokok aktif dan bahkan orang-orang di sekitarnya (perokok pasif). Menyadari urgensi ini, Puskesmas Mubune di Likupang Barat hadir sebagai garda terdepan dengan menghadirkan Program Layanan Berhenti Merokok (LBM) yang komprehensif dan sepenuhnya gratis bagi masyarakat.
Program unggulan ini tidak hanya sekadar imbauan, tetapi merupakan intervensi kesehatan sistematis yang dirancang untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi gaya hidup sehat. Kepala Puskesmas Mubune menyampaikan bahwa tujuan utama inisiatif ini adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit berbasis rokok, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Likupang Barat dan sekitarnya.
“Berhenti merokok memang berat, tetapi bukan tidak mungkin. Kami hadir untuk membuktikan bahwa dengan pendekatan medis dan psikologis yang tepat, setiap orang bisa terbebas dari jeratan nikotin,” ujar perwakilan tim medis Puskesmas Mubune.
Layanan yang ditawarkan pun sangat lengkap dan berbasis bukti, yang terbagi dalam tiga pilar utama:
1. Konseling Psikologis dan Edukasi (Mental Readiness)
Bukan sekadar ceramah, konseling di Puskesmas Mubune dilakukan secara personal oleh tenaga kesehatan terlatih. Pasien akan mendapatkan edukasi mendalam mengenai apa yang terjadi pada tubuh saat berhenti merokok, termasuk cara mengatasi “gejala putus nikotin” (craving) yang kerap menjadi penyebab utama kegagalan. Konseling ini juga membantu pasien mengidentifikasi pemicu kebiasaan merokok, seperti stres atau lingkungan sosial, dan menggantinya dengan aktivitas positif.
2. Pendampingan Aktif (Assistance During Withdrawal)
Proses berhenti merokok adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan instan. Puskesmas Mubune menyediakan pendampingan aktif, di mana petugas kesehatan akan menemani pasien melewati masa-masa kritis saat keinginan merokok muncul. Pendampingan ini mencakup terapi motivasi dan teknik relaksasi untuk mengalihkan keinginan merokok, sehingga pasien tidak merasa sendiri dalam perjuangannya.
3. Tindak Lanjut dan Pemantauan Berkala (Relapse Prevention)
Kekambuhan (relapse) adalah tantangan terbesar. Untuk itu, Puskesmas Mubune menerapkan sistem pemantauan berkala. Melalui jadwal kontrol rutin, tim medis akan memonitor perkembangan kesehatan fisik pasien—seperti perbaikan fungsi paru dan sirkulasi darah—serta memberikan penguatan mental. Jika ada tanda-tanda awal ingin merokok lagi, petugas akan segera melakukan intervensi cepat agar pasien tetap pada jalurnya.
Yang lebih membanggakan, semua layanan ini diberikan secara cuma-cuma (gratis) tanpa dipungut biaya sepeser pun. Masyarakat tidak perlu merasa khawatir akan biaya tambahan. Puskesmas Mubune berkomitmen untuk menjadikan layanan kesehatan ini mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, dari kalangan muda hingga lanjut usia, baik perokok berat maupun perokok ringan.
“Dengan adanya layanan ini, kami harap tidak ada lagi alasan untuk terus merokok. Kesehatan adalah investasi termurah. Kami mengundang seluruh warga Likupang Barat dan sekitarnya untuk datang dan berkonsultasi. Jangan tunggu sampai sakit, mari kita cegah sekarang juga,” tutup tim promosi kesehatan Puskesmas Mubune.
Jangan ragu, datanglah sekarang ke Puskesmas Mubune, Likupang Barat. Mulailah langkah kecil hari ini untuk kehidupan yang lebih panjang, lebih bahagia, dan bebas asap rokok. Mari kita hidup lebih sehat bersama!
Sumber: Kepala Puskesmas Mubune, dr. Diana Caroline