Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNasionalNews

Dari Minut ke Makassar: Rizya Ganda-Davega Gaet Kolaborasi Nasional demi Kriya Lokal Tembus Internasional

2196
×

Dari Minut ke Makassar: Rizya Ganda-Davega Gaet Kolaborasi Nasional demi Kriya Lokal Tembus Internasional

Sebarkan artikel ini

Makasar, jendelasulut.com — Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) tahun 2026 yang dipusatkan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/7/2026) menjadi momentum penting bagi penguatan ekonomi kreatif nasional. Acara yang mengusung tema besar “Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia” ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari seluruh daerah, termasuk figur utama penggerak ekonomi kreatif Minahasa Utara, Ny. Rizya Ganda-Davega, yang hadir memenuhi undangan langsung dari Ketua Umum Dekranas Pusat, Ny. Selvi Gibran Rakabuming.

Kehadiran Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) sekaligus Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Utara ini bukan sekadar pemenuhan undangan seremonial. Di sela-sela ajang nasional tersebut, Rizya Ganda tampak membaur dengan para ketua Dekranasda lainnya, termasuk Ketua Dekranasda Sulut Anik Yulius Selvanus dan Ketua Dekranasda DKI Jakarta Endang Nugrahani Pramono, serta para ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Sulawesi Utara. Kebersamaan ini menjadi ruang strategis untuk menjalin sinergi antardaerah dalam memajukan kerajinan nusantara.

Syukuran dan Peragaan Busana di Trans Studio Mall

Rangkaian kegiatan diawali pada siang hari dengan Acara Syukuran yang digelar di Trans Studio Mall Makassar. Dalam momentum tersebut, Ny. Rizya Ganda-Davega tampil anggun bersama jajaran pengurus dengan mengenakan Wastra Daerah (kain tradisional) khas Minahasa Utara. Penampilan ini sejalan dengan instruksi berpakaian nasional yang mewajibkan seluruh ketua kriya daerah menonjolkan identitas kultural masing-masing, sekaligus menjadi ajang promosi budaya Minahasa Utara di kancah nasional.

Acara syukuran dibuka langsung oleh Ketua Umum Dekranas, Ibu Selvi Gibran Rakabuming, yang ditandai dengan prosesi adat lokal menabuh Gandrang Pakanjara (gendang tradisional Sulawesi Selatan) serta pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan Dekranas selama 46 tahun mengembangkan kerajinan Indonesia.

Momentum ini juga dimanfaatkan oleh rombongan Dekranasda Minut untuk menyaksikan peragaan busana “Pesona Anging Mamiri” serta melakukan peninjauan langsung ke area pameran kriya nusantara. Pameran ini menampilkan beragam produk kerajinan unggulan dari berbagai daerah, menjadi ajang belajar sekaligus membuka peluang kolaborasi antarpengrajin lintas wilayah.

Langkah Strategis Membawa Pengrajin Lokal ke Panggung Dunia

Saat dikonfirmasi awak media, Ny. Rizya Ganda-Davega menegaskan bahwa kehadiran Dekranasda Minut di ajang nasional ini merupakan langkah strategis membawa pengrajin lokal menuju panggung dunia.

“Sesuai dengan tema tahun ini, fokus kita adalah bagaimana menciptakan produk kriya lokal yang berkelanjutan namun memiliki daya saing global. Minahasa Utara memiliki potensi wastra dan kerajinan tangan yang sangat kaya. Lewat wadah Dekranas, kita terus mendorong para perajin lokal agar naik kelas dan mampu berbicara di tingkat internasional,” ujar Rizya dengan penuh semangat.

Pernyataan ini mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam mengangkat potensi ekonomi kreatif daerah, sejalan dengan visi besar Dekranas untuk menjadikan produk kerajinan Indonesia dikenal dan diminati di pasar global.

Welcome Dinner: Ruang Diplomasi Budaya Antar-Daerah

Rangkaian komitmen dukungan ini berlanjut hingga malam hari, di mana Ketua Dekranasda Minut dijadwalkan menghadiri Jamuan Makan Malam Bersama (Welcome Dinner) yang diselenggarakan di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan. Acara ini menjadi ruang diplomasi kebudayaan antar-daerah untuk memperkuat sinergi pemasaran produk kerajinan daerah ke tingkat nasional.

Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, para ketua Dekranasda dari seluruh Indonesia saling bertukar pengalaman dan strategi dalam mengembangkan ekosistem kerajinan di daerah masing-masing. Kehadiran Ny. Rizya Ganda-Davega di ajang ini semakin mengukuhkan posisi Minahasa Utara sebagai salah satu daerah dengan potensi kriya yang patut diperhitungkan di kancah nasional.

Peringatan HUT ke-46 Dekranas tahun 2026 di Makassar tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi kreatif berbasis kerajinan tradisional yang berkelanjutan dan berdaya saing global—sebuah langkah nyata mewujudkan cita-cita “Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia”. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *