Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Minahasa Utara Melangkah ke Era Baru: DigiKab, Satu Aplikasi untuk Segala Urusan

415
×

Minahasa Utara Melangkah ke Era Baru: DigiKab, Satu Aplikasi untuk Segala Urusan

Sebarkan artikel ini

AIRMADIDI, jendelasulut.com — Di tengah hiruk-pikuk aktivitas masyarakat Minahasa Utara, sebuah perubahan besar sedang berlangsung. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) resmi meluncurkan DigiKab Powered by Balé, sebuah aplikasi super yang dirancang untuk mengintegrasikan seluruh layanan publik, transaksi ekonomi, hingga sistem perpajakan daerah dalam satu genggaman.

Ini bukan sekadar aplikasi biasa. DigiKab adalah jawaban atas pertanyaan yang selama ini menghantui banyak warga: mengapa urusan administrasi harus berbelit-belit dan memakan waktu? Kini, jawabannya mulai terlihat.

Dari Banyak Aplikasi Menjadi Satu Pintu ✅

Selama ini, masyarakat Minahasa Utara harus mengunduh puluhan aplikasi untuk mengakses layanan pemerintah yang berbeda-beda. Belum lagi harus bolak-balik ke kantor pemerintahan untuk mengurus administrasi. DigiKab hadir untuk mengakhiri semua itu.

“Melalui DigiKab, masyarakat nantinya tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi untuk mengakses layanan pemerintah maupun melakukan berbagai transaksi. Seluruh kebutuhan dapat terintegrasi dalam satu platform yang mudah digunakan,” ujar Sefferson Sumampouw, S.S.T.P., S.I.P., M.Si. , Kepala Bagian Pemerintahan sekaligus Sekretaris Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah Minahasa Utara.

Peluncuran ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dengan Bank BTN, Financial Wealth Indonesia, dan Bayarind. Rapat koordinasi kick-off digelar pada Rabu (5/8/2026) dan dipimpin langsung oleh Asisten I Sekda Minut, Umbase Mayuntu, M.Si. , dengan dihadiri Branch Manager BTN Manado Rudi Wairata, Global CEO Financial Wealth Indonesia Meity Anita, serta jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemkab Minut.

Layanan Darurat di Ujung Jari ✅

Salah satu fitur yang paling dinantikan masyarakat adalah sistem pengaduan dan penanganan darurat secara real-time. Warga kini dapat melaporkan jalan rusak, masalah sampah, atau kondisi darurat lainnya langsung melalui aplikasi.

Yang lebih menarik, untuk layanan Pemadam Kebakaran (Damkar) , DigiKab akan menampilkan titik lokasi armada dan memberikan estimasi waktu penanganan secara tepat. Ini berarti, dalam situasi darurat, setiap detik sangat berharga—dan teknologi kini hadir untuk memastikan pertolongan tiba secepat mungkin.

Bahkan, Bupati Joune Ganda dikenal sangat serius menangani respons cepat. Sebelumnya, ia telah menerapkan sistem di mana telepon genggamnya akan langsung berdering jika laporan warga melalui layanan 112 lambat ditangani. Kini, semangat yang sama diintegrasikan ke dalam ekosistem digital yang lebih luas.

Pasar Desa Mendunia, Petani Tersenyum ✅

DigiKab bukan hanya untuk urusan administrasi. Aplikasi ini juga membuka ruang ekonomi baru melalui fitur Marketplace Produk Desa. Para petani dan pelaku UMKM di desa-desa Minahasa Utara kini dapat memasarkan hasil pertanian dan produk unggulan mereka secara langsung kepada konsumen—tanpa melalui banyak perantara.

Bayangkan seorang petani di Likupang Timur yang selama ini harus menjual hasil panennya dengan harga murah ke tengkulak. Kini, ia bisa langsung terhubung dengan pembeli di seluruh Minahasa Utara, bahkan mungkin di luar daerah. Harga menjadi lebih terjangkau bagi konsumen, sementara pendapatan petani dan pelaku UMKM meningkat.

Langkah ini sejalan dengan upaya Pemkab Minut yang selama ini gencar memberdayakan UMKM lokal—mulai dari pengolahan limbah kelapa hingga produk gula aren yang telah menembus pasar mancanegara.

Pajak Restoran: Transparan, Otomatis, dan Akuntabel ✅

Salah satu terobosan paling berani dari DigiKab adalah sistem transparansi pajak dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) . Setiap transaksi digital, termasuk pemesanan makanan di rumah makan lokal, akan secara otomatis menghitung dan memotong pajak restoran sebesar 10 persen secara transparan.

Sistem ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan transaksi sekaligus menutup berbagai potensi kebocoran pajak daerah. Dengan demikian, pengelolaan pendapatan daerah dapat dilakukan secara lebih akurat, terbuka, dan akuntabel.

Ini bukan sekadar tentang pajak. Ini tentang membangun kepercayaan publik. Ketika setiap rupiah yang masuk ke kas daerah tercatat dengan jelas, masyarakat pun bisa melihat langsung bagaimana pendapatan tersebut digunakan untuk pembangunan.

Tanpa Beban APBD, Dampak Maksimal ✅

Salah satu hal yang paling mengesankan dari proyek ini adalah model pembiayaannya. Pengembangan platform DigiKab dilaksanakan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) . Seluruh proses dilakukan melalui skema kemitraan antara pemerintah daerah dan pihak swasta.

“Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mempercepat digitalisasi pelayanan di Minahasa Utara. Pemerintah ingin menghadirkan layanan yang semakin mudah dijangkau masyarakat, sekaligus membangun sistem transaksi dan pengelolaan pendapatan daerah yang lebih transparan serta efisien,” tegas Sefferson.

Meski tidak menggunakan APBD, sistem ini justru diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah serta mendukung penguatan ekonomi lokal. Dengan kata lain, investasi swasta ini akan menghasilkan keuntungan publik yang berkelanjutan.

Bupati Joune Ganda, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) periode 2025-2030, memiliki visi besar: Menjadikan Minahasa Utara sebagai model percontohan nasional.

“Kami optimistis DigiKab Powered by Balé akan menjadi model nasional yang bisa direplikasi di 415 kabupaten lainnya,” tegas Joune Ganda.

Menuju Operasi Penuh ✅

Saat ini, platform DigiKab by Balé BTN telah tersedia dan sedang memasuki tahap pemantapan serta penyempurnaan fitur bersama para mitra pengembang. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menargetkan seluruh fitur utama dapat segera dioperasikan secara penuh.

Melalui kehadiran DigiKab, Pemkab Minut berharap masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih cepat, transparan, efektif, dan terintegrasi. Inovasi ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Minahasa Utara sebagai daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat melalui transformasi digital.

Dari pasar desa hingga ruang rapat, dari laporan jalan rusak hingga pemotongan pajak restoran—semua terhubung dalam satu aplikasi. Minahasa Utara tidak hanya berbicara tentang perubahan; mereka sedang membangunnya, satu fitur digital pada satu waktu. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *