AIRMADIDI, jendelasulut.com — Sebuah lompatan besar dalam sejarah pemerintahan daerah di Indonesia baru saja terjadi. Di tengah hiruk-pikuk transformasi digital yang melanda berbagai sektor, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) resmi menorehkan namanya sebagai pionir nasional dengan meluncurkan DigiKab Powered by Balé, sebuah super app yang mengintegrasikan seluruh layanan publik, ekonomi lokal, hingga sistem perpajakan dalam satu genggaman.
Rabu (5/8/2026), menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Minut. Melalui Rapat Koordinasi Kick-Off yang digelar di ruang zoon lantai 3 kantor Bupati, kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Bank BTN, Financial Wealth Indonesia, dan Bayarind resmi ditancapkan sebagai fondasi ekosistem pemerintahan digital terintegrasi.
Rakor yang dipimpin langsung oleh Asisten I Sekda Minut, Umbase Mayuntu, M.Si ini dihadiri oleh Branch Manager BTN Manado Rudi Wairata, Global CEO Financial Wealth Indonesia Meity Anita, tim teknis Bayarind, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Minahasa Utara.
Dipilih Jadi Role Model Nasional, Bukan Tanpa Alasan
Minahasa Utara tidak dipilih secara kebetulan. Bank BTN secara khusus menunjuk kabupaten ini sebagai role model atau model percontohan nasional karena dinilai memiliki kesiapan infrastruktur dan semangat inovasi yang tinggi.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa DigiKab Powered by Balé adalah wujud nyata komitmen BTN dalam mendukung digitalisasi pemerintahan daerah secara inklusif dan berkelanjutan. “Kami melihat digitalisasi sebagai solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan publik. Minahasa Utara kami pilih sebagai role model karena kesiapan dan semangat inovatifnya,” ujar Nixon.
Di Bawah Komando Pemimpin Visioner
Keberhasilan ini tak lepas dari kepemimpinan Bupati Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si. dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung, S.H., M.H. Pasangan yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 ini membawa visi besar: menjadikan Minahasa Utara sebagai kabupaten digital pertama di Indonesia.
Bupati Joune Ganda menyambut antusias kerja sama ini. Ia menilai DigiKab Powered by Balé akan menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pemerintahan, sekaligus membantu efisiensi anggaran daerah.
“Kerja sama ini akan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Ini bukan sekadar aplikasi, tapi sistem tata kelola modern yang memperkuat posisi Minahasa Utara di tingkat nasional,” ujar Bupati Joune Ganda.
Super App: Satu Aplikasi untuk Segala Keperluan
Apa yang membuat DigiKab begitu istimewa? Kepala Bagian Pemerintahan sekaligus Sekretaris Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah Minut, Sefferson Sumampouw, S.S.T.P., S.I.P., M.Si., menjelaskan bahwa aplikasi ini dirancang sebagai super-app terpusat.
“Warga tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi untuk berurusan dengan pemerintah maupun bertransaksi. Seluruh kebutuhan dapat terintegrasi dalam satu platform yang mudah digunakan,” jelas Sefferson.
Berikut sejumlah fitur unggulan yang akan mengubah cara masyarakat Minut berinteraksi dengan pemerintah:
1. Laporan Pengaduan Real-Time
Masyarakat dapat melaporkan kendala jalan rusak, penanganan sampah, hingga keadaan darurat melalui aplikasi. Untuk layanan Pemadam Kebakaran (Damkar), aplikasi langsung menampilkan titik lokasi armada dan estimasi waktu penanganan secara tepat.
2. Marketplace Produk Desa
Petani dan pelaku UMKM desa dapat memasarkan hasil pertanian secara langsung tanpa perantara. Harga produk menjadi lebih terjangkau, sementara pendapatan warga desa meningkat.
3. Transparansi Pajak & PAD
Setiap transaksi digital, seperti pemesanan makanan di rumah makan lokal, akan langsung memotong pajak restoran secara otomatis dan transparan. Langkah ini menutup potensi kebocoran pajak daerah.
4. Pembiayaan UMKM & Layanan Kesehatan
Platform ini juga menyediakan fasilitas pembiayaan UMKM bagi pelaku usaha milenial serta fitur kesehatan masyarakat melalui program DigiKab Sehat.
Tidak Membebani APBD, Justru Meningkatkan PAD
Salah satu keunggulan utama pengembangan DigiKab Powered by Balé adalah penerapan skema kemitraan dengan sektor swasta tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Ini yang istimewa. Aplikasi ini tidak ada beban di APBD tapi bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” tegas Sefferson Sumampouw.
Pengembangan platform ini murni berbasis pola kerja sama strategis antara Pemkab Minut, Bank BTN, Financial Wealth Indonesia, dan Bayarind sebagai mitra pengembang. Namun, dampaknya langsung terasa pada peningkatan PAD melalui digitalisasi transaksi dan pencatatan pajak yang lebih akurat.
Menjadi Contoh bagi 415 Kabupaten Lainnya
Keberhasilan di Minahasa Utara nantinya diharapkan menjadi contoh yang bisa diterapkan di 415 kabupaten lainnya di seluruh Indonesia. BTN optimis bahwa sinergi ini akan membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan tata kelola pemerintahan daerah.
“Keberhasilan implementasi DigiKab Powered by Balé di Minahasa Utara dapat segera direplikasi di berbagai kabupaten lain di Indonesia, sehingga manfaat digitalisasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tambah Nixon LP Napitupulu.
Platform ini bahkan telah menjadi perbincangan di tingkat nasional. Dalam Rakernas APKASI XVII di Batam, Digikab by Bale diluncurkan sebagai salah satu inovasi utama untuk mengakselerasi perkembangan daerah melalui penguatan teknologi dan solusi digital.
Menuju Operasi Penuh
Saat ini, platform DigiKab by Balé BTN telah tersedia beroperasi penuh demi memberikan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan terintegrasi bagi seluruh warga Minut.
Minahasa Utara telah membuktikan bahwa transformasi digital bukan lagi wacana, tetapi sebuah keniscayaan yang diwujudkan nyata. Dari ujung utara Sulawesi, sebuah gebrakan lahir—mengguncang cara pandang tentang bagaimana pemerintahan daerah seharusnya melayani rakyatnya di era digital. ***