Likupang, jendelasulut.com — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat kemanusiaan pada Kamis (20/8/2026). Berbeda dengan perayaan seremonial pada umumnya, puncak acara yang dipusatkan di Puskesmas Mubune ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” melalui gelaran bakti sosial kesehatan skala besar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sejak pagi hari, halaman dan ruang tunggu Puskesmas Mubune dipadati masyarakat dari berbagai desa di Likupang Barat. Mereka datang dengan antusiasme tinggi untuk memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), donor darah, serta skrining kanker serviks dengan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Layanan CKG yang merupakan program unggulan Kementerian Kesehatan RI menjadi primadona utama, memberikan kesempatan emas bagi warga untuk mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan seperti gula darah, kolesterol, dan tekanan darah. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama tampak jelas terpancar dari wajah-wajah warga yang rela mengantre demi mendapatkan layanan kesehatan gratis—bagi mereka, ini bukan sekadar pemeriksaan rutin, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
Donor Darah: Kolaborasi Pemerintah Kabupaten dan PMI di 10 Kecamatan ✅
Kegiatan donor darah di Puskesmas Mubune merupakan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan yang terprogram oleh Panitia HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan diagendakan di 10 kecamatan yang ada di wilayah Minahasa Utara. Gencarnya donor darah belakangan ini di Kabupaten Minahasa Utara merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten dan Palang Merah Indonesia (PMI) Minut, yang dikoordinasikan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Pemerintah Kecamatan bersama PMI.
Meskipun secara umum kegiatan donor darah di beberapa kecamatan sebelumnya mencatat angka partisipasi yang tergolong rendah—dengan jumlah tertinggi hanya mencapai 22 pendonor—pelaksanaan di Puskesmas Mubune mencatat capaian yang cukup signifikan. Berdasarkan data yang dirangkum media ini, Puskesmas Mubune berhasil mencatat jumlah pendonor sebanyak 25 orang, menjadikannya satu-satunya kecamatan dengan capaian tertinggi untuk sementara waktu.
Peran Aktif Camat dan Kapus: Sinergitas yang Menggerakkan Partisipasi Masyarakat ✅
Sisi menarik dari kegiatan ini adalah keterlibatan langsung Hukum Tua (Kepala Desa) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kecamatan yang hadir sebagai pendonor. Hal ini menunjukkan adanya koordinasi yang kuat antara Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa, yang pada gilirannya berpengaruh positif terhadap antusiasme masyarakat. Selain dorongan dari Camat Likupang Barat, Endru Palandung, catatan gemilang ini tentunya tak lepas dari peran Kepala Puskesmas Mubune, dr. Diana Caroline. Sinergitas yang baik antara pemerintah kecamatan dan Puskesmas Mubune menjadi cermin nyata untuk menarik partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan.
Apresiasi dari Kepala UTD: Likbar Sementara Jadi yang Terbanyak ✅
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Minahasa Utara, dr. Harold Sepang—yang akrab disapa Alod—menyampaikan rasa terima kasihnya atas capaian ini. Menurutnya, Kecamatan Likupang Barat untuk sementara menjadi satu-satunya kecamatan dengan pendonor darah terbanyak dibandingkan kecamatan lainnya.
“Terima kasih kepada Camat Endru Palandung dan dr. Diana. Kerja sama yang ada sangat baik dan ini terlihat dari jumlah pendonor yang ada. Untuk saat ini Likbar mencatat jumlah terbanyak pendonor. Semoga kecamatan lainnya yang sudah kami agendakan beberapa hari ke depan, boleh menghadirkan partisipatif masyarakat,” ucap Alod.
Ia menambahkan bahwa masih ada beberapa kecamatan yang dijadwalkan untuk kegiatan serupa dalam beberapa hari ke depan. Harapannya, jumlah pendonor akan semakin bertambah mengingat pentingnya ketersediaan stok darah di UTD Minut, terutama dalam menghadapi kondisi darurat medis.
Pesan Pemerintah Daerah: Kesehatan Menjangkau Hingga Pelosok ✅
Meskipun Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si, berhalangan hadir, pesan kuatnya disampaikan melalui perwakilan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara, Alan Mingkid, S.E. Kehadirannya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa.
“Dengan antusiasme warga yang terlayani hari ini, kami ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berhenti di pusat kota, tetapi benar-benar menjangkau sampai ke desa-desa. Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk rakyat,” ujar Alan Mingkid saat memantau langsung jalannya pelayanan. Ia juga menekankan bahwa donor darah sangat krusial untuk membantu PMI dalam memenuhi stok darah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Minahasa Utara.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Mubune, dr. Diana Caroline, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran kegiatan. “Antusiasme warga yang memadati layanan Cek Kesehatan Gratis, donor darah, dan skrining kanker serviks membuktikan bahwa semangat kemerdekaan bagi kami adalah terwujudnya akses kesehatan yang adil dan merata hingga ke pelosok. Kami berharap program ini terus berlanjut untuk mewujudkan masyarakat Likupang Barat yang sehat dan sejahtera, sejalan dengan tema ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’,” ujarnya.
Makna Kemerdekaan dalam Aksi Nyata ✅
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”—sebuah tema yang mengandung makna bahwa kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam mewujudkan tujuan nasional. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, melalui kegiatan di Puskesmas Mubune ini, telah menerjemahkan tema besar tersebut ke dalam aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan pelosok.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional yang digalakkan oleh Kementerian Kesehatan. Sepanjang tahun 2025, program ini telah dimanfaatkan oleh 70 juta warga di seluruh Indonesia, dan memasuki tahun 2026, pemerintah menargetkan jangkauan yang lebih luas, yakni 130 hingga 135 juta masyarakat. Fokus program tidak hanya pada pemeriksaan, tetapi juga pada penanganan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan.
Skrining kanker serviks dengan metode IVA yang turut digelar dalam kegiatan ini juga menjadi perhatian. Metode IVA adalah cara sederhana dan efektif untuk mendeteksi dini perubahan sel abnormal pada leher rahim. Dengan deteksi dini, angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks dapat ditekan secara signifikan.
Suasana khidmat dan penuh keakraban mewarnai puncak peringatan HUT RI ke-81 di Likupang Barat. Bagi warga setempat, kegiatan ini bukan hanya perayaan, tetapi juga pengingat bahwa kemerdekaan yang telah diraih selama 81 tahun harus diisi dengan kerja nyata untuk kesejahteraan bersama. Dengan capaian 25 pendonor dan ribuan warga yang memperoleh layanan kesehatan gratis, Likupang Barat telah membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian tetap menyala di setiap peringatan kemerdekaan.