Minut, jendelasulut.com — Penerapan sistem manajemen talenta dalam pengisian jabatan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) diklaim berhasil meredam keriuhan politik yang selama ini kerap mewarnai setiap rotasi Aparatur Sipil Negara (ASN). Transformasi tata kelola kepegawaian berbasis sistem merit tersebut dinilai telah menciptakan iklim kerja yang lebih kondusif dan profesional.
Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa Utara, Novly Geret Wowiling, saat memberikan sambutan mewakili Bupati pada acara Sosialisasi Penguatan Manajemen Talenta dalam Konsistensi Pengisian Jabatan. Acara yang digelar di Atrium Kantor Bupati Minut, Kamis (24/9/2026), ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN-RI), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH, serta diikuti oleh ratusan ASN di lingkungan Pemkab Minut.
Dalam paparannya, Novly mengungkapkan bahwa implementasi manajemen talenta yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 19 Tahun 2023 telah membawa perubahan mendasar pada iklim kerja ASN di Minut sejak pertama kali diterapkan pada Januari 2024.
“Sebelum manajemen talenta berlaku, setiap kali ada pelantikan pejabat, dinamika di luar sangat riuh dan riuh-rendah politiknya lumayan kencang. Tapi sejak kita terapkan sistem ini secara konsisten pada pelantikan massal pejabat Eselon II dan III di awal 2024, keriuhan itu praktis berkurang drastis,” ujar Novly di hadapan para peserta sosialisasi.
Novly menambahkan bahwa transparansi serta standar kompetensi yang menjadi ruh dalam manajemen talenta memberikan kepastian karir bagi ASN yang memiliki kapasitas optimal. Menurutnya, hal ini berdampak langsung pada peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah secara signifikan, karena setiap posisi diisi oleh sumber daya manusia yang benar-benar kompeten di bidangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Novly turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala BKN RI atas perannya yang dinilai sangat besar dalam mengawal transformasi birokrasi nasional dan penerapan sistem merit di daerah. Ia menyebut kehadiran Prof. Zudan sebagai momentum penting bagi jajaran ASN Minut untuk terus meningkatkan kualitas diri.
“Tidak berlebihan jika kami dari jajaran ASN menyampaikan terima kasih mendalam. Ruang kesempatan emas bagi ASN yang kompeten kini terbuka lebar. Pak Prof. Zudan telah menjadi sosok sentral atau pahlawan bagi penataan karir ASN yang lebih fair,” tutur Novly yang juga menjabat sebagai Ketua Korpri Minut.
Di luar urusan pengelolaan jabatan, Novly juga memaparkan perkembangan tata kelola modern di tubuh organisasi Korpri Minut. Salah satu program unggulan yang tengah digalakkan adalah perlindungan dan santunan Purna Tugas bagi ASN yang memasuki masa pensiun.
“Saat ini Korpri Minut mengelola saldo kas sekitar Rp400 juta yang bersumber dari iuran mandiri sekitar 4.100 ASN. Setiap ASN yang purna tugas kita berikan santunan ganjaran Rp2 juta. Ke depan, dana ini terus kita kaji agar memiliki daya guna yang lebih produktif dan langsung dirasakan manfaatnya oleh anggota,” pungkasnya.
Acara sosialisasi ini diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen seluruh ASN Minut dalam mendukung sistem manajemen talenta, sehingga tercipta birokrasi yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima. ***