Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Pemkab Minut Hadir di Pulau Bangka: Pasar Murah Bersubsidi Jawab Kerinduan Warga Lihunu akan Pangan Terjangkau

454
×

Pemkab Minut Hadir di Pulau Bangka: Pasar Murah Bersubsidi Jawab Kerinduan Warga Lihunu akan Pangan Terjangkau

Sebarkan artikel ini

Likupang, jendelasulut.com — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Perdagangan kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan keadilan ekonomi bagi seluruh warganya. Pada Selasa, 6 Oktober 2026, Dinas Perdagangan menggelar kegiatan Pasar Murah Bersubsidi yang menyasar secara khusus daerah kepulauan, bertempat di Pulau Bangka, Desa Lihunu, Kecamatan Likupang Timur.

Kegiatan ini menjadi angin segar bagi masyarakat pesisir dan kepulauan yang selama ini seringkali terkendala oleh tingginya biaya distribusi dan transportasi. Tujuan utama dari program ini adalah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, meningkatkan daya beli masyarakat, serta meringankan beban ekonomi warga di wilayah terluar.

Respons Kerinduan Warga Desa Rawan Pangan

Desa Lihunu sendiri merupakan salah satu desa yang teridentifikasi sebagai daerah rawan pangan di Kabupaten Minahasa Utara. Kondisi geografis kepulauan seringkali membuat harga kebutuhan pokok di desa ini melambung tinggi dibandingkan wilayah daratan. Oleh karena itu, kehadiran Pasar Murah ini bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah kesulitan warga.

Antusiasme masyarakat terlihat luar biasa. Kegiatan ini sekaligus menjawab kerinduan warga akan akses pangan murah yang sempat terhenti. Sebelumnya, warga Desa Lihunu harus menempuh perjalanan berat untuk mendapatkan harga yang sama. Warga Desa Lihunu, Bapak Elias Buhago, mengungkapkan rasa syukurnya atas inisiatif pemerintah ini.

“Kami sangat berterima kasih. Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan di Desa Kahuku. Saat itu, kami dari Desa Lihunu rela berjalan kaki sekitar 7 kilometer untuk bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga murah. Sekarang, pemerintah datang langsung ke desa kami,” ujar Elias dengan penuh haru.

Antisipasi Kenaikan Harga Akibat Kemarau

Langkah cepat Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara ini juga merupakan respons terhadap kondisi musim kemarau yang saat ini melanda. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan beberapa komoditi mengalami kenaikan harga yang merangkak naik. Melalui subsidi di pasar murah ini, diharapkan inflasi daerah dapat terkendali dan kestabilan harga dapat terjaga.

“Program ini adalah wujud komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan yang merata. Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah kepulauan mendapatkan akses terhadap bahan kebutuhan pokok yang terjangkau, tanpa terkecuali,” tegas perwakilan Dinas Perdagangan.

Daftar Komoditi dan Harga Subsidi

Dalam kegiatan ini, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga pasar umum. Berikut adalah daftar komoditi yang disediakan bagi warga Pulau Bangka:

1. Beras Premium: Rp 55.500
2. Minyak Goreng Premium: Rp 16.000
3. Gula: Rp 12.000
4. Tepung Terigu: Rp 7.500
5. Telur: Rp 50.000
6. Bawang Merah: Rp 30.000
7. Bawang Putih: Rp 25.000
8. Cabai Rawit: Rp 110.000
9. Daging Ayam: Rp 30.000

Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dengan lebih tenang, sekaligus memastikan kesejahteraan warga kepulauan tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi dan geografis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *