Scroll untuk baca artikel
ManadoMinahasa UtaraNews

Bupati Minut, Dr Joune Ganda Raih Penghargaan ICC di World Coconut Day, Minahasa Utara Dinilai Beri Kontribusi Besar bagi Kelapa Dunia

472
×

Bupati Minut, Dr Joune Ganda Raih Penghargaan ICC di World Coconut Day, Minahasa Utara Dinilai Beri Kontribusi Besar bagi Kelapa Dunia

Sebarkan artikel ini

Manado, jendelasulut.com — Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Dr. Joune Ganda menerima penghargaan dari International Coconut Community (ICC). Penghargaan itu diberikan karena Joune dinilai sebagai kepala daerah di Indonesia yang memiliki kontribusi besar bagi pengembangan kelapa. Penghargaan tersebut diterima dalam forum internasional World Coconut Day di Courtyard by Marriott Hotel Manado, Kamis (8/10/2026).

Forum bertaraf internasional ini dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan (Zulhas), serta dihadiri delegasi dari 22 negara anggota ICC. Kehadiran sejumlah buyer dan investor dalam agenda ini menjadikan World Coconut Day bukan sekadar seremoni, melainkan ajang strategis yang menyita perhatian publik, khususnya petani, pelaku industri, dan pemerintah daerah.

Penghargaan ICC yang diterima Bupati Joune Ganda melengkapi rekam jejaknya di bidang pertanian. Sebelumnya, ia pernah menerima Satya Lencana Wira Karya dari Presiden RI di bidang pertanian, terutama atas penemuan varietas kelapa baru, JINGGA GANDA. Capaian itu menjadi bukti bahwa Minahasa Utara tidak hanya menjadi daerah penghasil kelapa, tetapi juga mampu mendorong inovasi varietas unggul.

Bupati Joune Ganda yang diwawancarai usai kegiatan menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya World Coconut Day di Sulawesi Utara. Menurutnya, agenda ini membahas arah pengembangan kelapa ke depan, bukan hanya untuk Sulawesi Utara atau Indonesia, tetapi juga dunia.

“Agenda ini membahas bagaimana pengembangan kelapa ke depan bukan hanya di Sulawesi Utara atau di Indonesia tetapi juga di dunia. Karena kita tahu kelapa ini memiliki makna yang sangat luar biasa, bisa menopang kehidupan termasuk meningkatkan ketahanan pangan, di samping itu juga dari sisi energi karena beberapa produk kelapa bisa dijadikan energi baru terbarukan yang strategis,” ujar Joune Ganda.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara yang berhasil menghadirkan 22 negara di Manado. Menurut Joune, kehadiran delegasi internasional, buyer, dan investor mampu mengangkat Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah penghasil kelapa yang besar dan penting di Indonesia.

“Kami sangat apresiasi di bawah kepemimpinan Pak Gubernur, beliau bisa menghadirkan 22 negara dan beberapa buyer serta investor lainnya yang hadir di Sulawesi Utara. Ini tentu bisa mengangkat Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah penghasil kelapa yang sangat besar dan sangat penting di Indonesia,” jelasnya.

Khusus bagi Kabupaten Minahasa Utara, lanjut Joune, forum ini menjadi angin segar. Daerah itu memiliki sejumlah pabrik hilirisasi kelapa dan merupakan produsen nomor dua setelah Minahasa Selatan di Sulawesi Utara.

“Ini menjadi penyemangat juga bagi para petani kelapa kita bahwa perhatian dunia dan perhatian pemerintah pusat terhadap komoditas kelapa ini sangat penting,” kata Joune.

Ia menambahkan, sebagaimana disampaikan Menko Pangan Zulkifli Hasan, pemerintah pusat akan bekerja keras mengembangkan tanaman kelapa, termasuk proses peremajaan dan varietas unggul. Komitmen itu menjadi kabar baik bagi daerah-daerah penghasil kelapa, terutama karena kelapa memiliki nilai strategis untuk ketahanan pangan dan energi terbarukan.

Terkait penghargaan yang diterimanya dari International Coconut Community (ICC), Bupati Minut Joune Ganda mengaku kaget dan tidak menyangka karena tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Saya juga tidak menyangka mendapatkan penghargaan dari ICC. Mereka menilai Kabupaten Minahasa Utara memberikan kontribusi yang baik terhadap pengembangan kelapa. Beberapa waktu lalu kita juga mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian mengenai penemuan varietas baru kelapa,” ungkapnya.

“Kemudian kita juga menjadi daerah yang sangat aktif dalam hal peremajaan dan pembibitan. Pembibitan ini menjadi atensi mereka karena Minahasa Utara menjadi sentra untuk pembibitan tanaman kelapa. ICC menilai Minahasa Utara memiliki kemajuan yang berbeda,” pungkas Bupati Joune Ganda.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Joune Ganda didampingi Asisten 2 Robby Parengkuan, Kepala Dinas Pertanian Bertha Katuuk, Kepala Dinas Perindustrian Agnes Tumangken, dan Kepala Dinas Pangan Asryadi Lalompoh.

Bagi publik, capaian ini menjadi sinyal bahwa kelapa bukan lagi hanya komoditas tradisional, tetapi aset strategis untuk ketahanan pangan, energi baru terbarukan, dan penguatan ekonomi daerah. Minahasa Utara pun diharapkan terus memperkuat perannya sebagai sentra pembibitan, hilirisasi, dan inovasi kelapa di tingkat nasional maupun global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *