Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Bersama dr. Diana Caroline, Puskesmas Mubune Hadirkan Pelayanan Menyeluruh dengan Semangat #MelayanidenganSETIA

186
×

Bersama dr. Diana Caroline, Puskesmas Mubune Hadirkan Pelayanan Menyeluruh dengan Semangat #MelayanidenganSETIA

Sebarkan artikel ini

Likupang, jendelasulut.com — Puskesmas Mubune, Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan dekat kepada masyarakat. Pada Jumat, 9 Oktober 2026, berbagai kegiatan dan pelayanan kesehatan dilaksanakan serentak, mulai dari pelayanan dalam gedung, Posyandu ILP Desa Mubune, kegiatan JGKWL Indonesia ASRI, hingga koordinasi, advokasi, dan sosialisasi dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit di Hotel Sutan Raja.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Mubune, dr. Diana Caroline. Ia tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga memastikan setiap layanan berjalan sesuai standar, ramah, cepat, dan berpihak pada kebutuhan warga.

Apel Pagi, Momentum Penguatan Disiplin dan Pelayanan

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh dr. Diana Caroline. Apel ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi momentum penguatan disiplin, koordinasi, dan kesiapan seluruh petugas dalam melayani masyarakat.

Dalam arahannya, dr. Diana Caroline menegaskan bahwa semangat #MelayanidenganSETIA harus menjadi fondasi pelayanan di Puskesmas Mubune. Pelayanan harus cepat, ramah, profesional, dan berpihak pada kebutuhan warga. Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar menjadikan apel pagi sebagai pengingat bersama bahwa kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sepenuh hati.

Pelayanan Kesehatan dalam Gedung Tetap Jadi Ujung Tombak

Setelah apel pagi, pelayanan kesehatan dalam gedung berjalan seperti biasa dengan tetap mengedepankan mutu dan kenyamanan pasien. Di bawah pengawasan langsung Kepala Puskesmas, berbagai layanan tetap dibuka untuk masyarakat, meliputi:

· Pelayanan Poli Umum, untuk pemeriksaan, pengobatan, serta rujukan bagi pasien dengan berbagai keluhan kesehatan umum.
· Pelayanan Poli Gigi, untuk memenuhi kebutuhan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
· Pelayanan Poli KIA, yang melayani kesehatan ibu hamil, ibu nifas, bayi, balita, imunisasi, serta pelayanan keluarga berencana.
· Pelayanan Lansia, sebagai bentuk perhatian kepada kelompok usia lanjut melalui pemeriksaan dan pemantauan kesehatan.
· Pelayanan Laboratorium, untuk pemeriksaan penunjang yang membantu penegakan diagnosis dan pemantauan kondisi pasien.
· Pelayanan UGD, sebagai pintu pertama penanganan kegawatdaruratan sebelum dirujuk bila diperlukan.
· Farmasi, yang memastikan ketersediaan dan pemberian obat serta informasi obat kepada pasien.
· Pelayanan Administrasi Kesehatan, yang mendukung pendaftaran, rekam medis, surat rujukan, dan berbagai kebutuhan administrasi pasien.

Kehadiran layanan-layanan tersebut menegaskan bahwa Puskesmas Mubune tidak hanya menjadi tempat berobat ketika sakit, tetapi juga pusat pelayanan kesehatan yang lengkap dan terpadu bagi seluruh siklus hidup masyarakat.

Posyandu ILP Desa Mubune: Deteksi Dini dari Desa

Pada hari yang sama, Posyandu ILP Desa Mubune juga menjadi perhatian. Posyandu dengan pendekatan Integrasi Layanan Primer ini menjadi ujung tombak deteksi dini dan pemberdayaan masyarakat di desa. Melalui Posyandu ILP, pelayanan kesehatan tidak hanya menyasar ibu dan anak, tetapi juga remaja, usia produktif, dan lansia.

Masyarakat diajak memanfaatkan Posyandu ILP untuk pemantauan pertumbuhan, imunisasi, penyuluhan gizi, pemeriksaan kesehatan berkala, serta skrining faktor risiko penyakit menular dan tidak menular. Pendekatan ini penting agar masalah kesehatan dapat ditemukan lebih awal dan ditangani sebelum menjadi lebih berat.

Kepala Puskesmas dr. Diana Caroline menekankan bahwa Posyandu ILP adalah mitra strategis puskesmas. Menurutnya, deteksi dini yang dilakukan dari desa akan jauh lebih efektif jika masyarakat aktif datang dan memanfaatkan layanan yang tersedia.

JGKWL Indonesia ASRI dan Advokasi Lintas Sektor

Rangkaian kegiatan juga mencakup JGKWL Indonesia ASRI, yang menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan kesehatan dan lingkungan di wilayah kerja Puskesmas Mubune. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kesehatan tidak bisa dikerjakan sendiri oleh sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak.

Sementara itu, Koordinasi/Advokasi/Sosialisasi dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dilaksanakan di Hotel Sutan Raja. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan langkah antara puskesmas, pemerintah desa, lintas sektor, kader kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya. Materi yang dibahas mencakup kewaspadaan dini, penguatan surveilans, komunikasi risiko, serta peran bersama dalam menekan angka penyakit di masyarakat.

Dalam forum tersebut, dr. Diana Caroline menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor. Koordinasi dan advokasi ini penting agar kebijakan dan program kesehatan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Likupang Barat dan Kabupaten Minahasa Utara.

Ajakan kepada Masyarakat

Puskesmas Mubune mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Jangan menunggu sakit berat untuk datang ke puskesmas. Manfaatkan Poli Umum, Poli Gigi, Poli KIA, Pelayanan Lansia, Laboratorium, UGD, Farmasi, dan Administrasi Kesehatan sesuai kebutuhan. Dukung pula Posyandu ILP di desa masing-masing sebagai sarana deteksi dini dan pembinaan kesehatan keluarga.

Dengan semangat #MPHC, #MelayanidenganSETIA, dukungan #DinkesMinut, dan komitmen #PemkabMinut, Puskesmas Mubune Likupang Barat terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata, bermutu, dan dekat dengan masyarakat. Kesehatan adalah hak semua, dan pelayanan yang baik dimulai dari langkah bersama hari ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *