Minut, jendelasulut.com — Pemkab Minahasa Utara (Minut) terus memperkuat mutu pendidikan melalui evaluasi berbasis data. Bersama Dewan Pendidikan Kabupaten (DPK), Pemkab Minut membedah Rapor Pendidikan SD Inpres Kolongan, Kecamatan Kalawat, guna mengidentifikasi kemajuan sekaligus merumuskan langkah perbaikan.
Rapat koordinasi tindak lanjut kebijakan pendidikan ini dipimpin Sekretaris Daerah Minut, Ir. Novly Wowiling, M.Si., didampingi Kepala Dinas Pendidikan Dr. Evelyn Luntungan beserta jajaran, Rabu (14/10/2026). Pembahasan berlangsung langsung di SD Inpres Kolongan.
Sekda Novly menegaskan bahwa Rapor Pendidikan harus dimanfaatkan sebagai instrumen evaluasi objektif untuk melihat capaian dan kekurangan. “Hasilnya harus menjadi dasar langkah perbaikan terukur, sehingga program peningkatan mutu benar-benar sesuai kebutuhan sekolah dan peserta didik,” ujarnya. Ia pun menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, pihak sekolah, dan masyarakat agar evaluasi tidak berhenti pada data, tetapi berlanjut ke langkah konkret.
Kadis Pendidikan Evelyn Luntungan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan peran DPK dalam memberikan pertimbangan, arahan, dan dukungan terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan. “Hasil Rapor Pendidikan harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk menentukan program tindak lanjut, baik penguatan kemampuan dasar peserta didik maupun peningkatan kompetensi guru,” jelasnya.
Rapor Pendidikan SD Inpres Kolongan (NPSN 40102547) menunjukkan capaian literasi pada predikat sedang dengan kenaikan 3,33 poin. Kompetensi mengakses dan menemukan isi teks naik 7,24 poin, sedangkan kemampuan membaca teks sastra meningkat 4,15 poin.
Namun, numerasi berada pada predikat kurang dan turun 16,66 poin. Penurunan terbesar terjadi pada domain aljabar (11,08 poin) dan kemampuan menalar level kognitif L3 (7,76 poin). Kondisi ini menjadi catatan penting untuk memperkuat pembelajaran matematika, khususnya dalam pemahaman konsep, penerapan pengetahuan, dan penalaran.
Indikator lain juga menjadi perhatian. Kualitas pembelajaran berada pada predikat sedang namun turun 0,92 poin, sementara karakter peserta didik naik 1,42 poin. Kepemimpinan instruksional menunjukkan tren positif dengan kenaikan 7,15 poin, pengelolaan kurikulum naik 7,30 poin, dan dukungan refleksi guru meningkat 9,82 poin.
Di sisi lain, iklim keamanan sekolah turun 6,51 poin, iklim kebinekaan turun 10,44 poin, dan partisipasi warga sekolah turun 3,77 poin. Pemanfaatan sumber daya untuk peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan berada pada predikat kurang dengan penurunan 20,99 poin, menempati peringkat terbawah (81–100 persen).
Prioritas pembenahan ke depan mencakup penguatan numerasi, peningkatan kompetensi guru, perbaikan kualitas pembelajaran, penguatan iklim keamanan dan kebinekaan, serta peningkatan partisipasi orang tua dan warga sekolah. Dengan evaluasi berbasis data dan tindak lanjut konsisten, SD Inpres Kolongan diharapkan mampu mempertahankan capaian positif sekaligus memperbaiki indikator yang menurun, demi menghadirkan layanan pendidikan berkualitas di Kabupaten Minahasa Utara.