Scroll untuk baca artikel
DaerahMinahasa UtaraNews

Bukan Hanya di Gedung: dr. Diana Caroline Pastikan Puskesmas Mubune Menjangkau Warga hingga Desa

2
×

Bukan Hanya di Gedung: dr. Diana Caroline Pastikan Puskesmas Mubune Menjangkau Warga hingga Desa

Sebarkan artikel ini

Likupang, jendelasulut.com — Kepala Puskesmas Mubune, dr. Diana Caroline, kembali menjadi perhatian publik atas komitmennya menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas di wilayah Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Melalui rangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang berlangsung pada 21 Oktober 2026, Puskesmas Mubune menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat, mulai dari pelayanan dalam gedung hingga jangkauan Posyandu di tingkat desa.

Apel Pagi, Fondasi Disiplin Pelayanan

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi sebagai bentuk penguatan disiplin, koordinasi, dan kesiapan seluruh petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apel ini menjadi penanda bahwa setiap layanan yang diberikan berangkat dari kesiapan sumber daya manusia yang terorganisir dan berorientasi pada kualitas.

Layanan Dalam Gedung: Terintegrasi, Lengkap, dan Mudah Diakses

Setelah apel, Puskesmas Mubune membuka pelayanan kesehatan dalam gedung yang mencakup seluruh poli dan unit penunjang yang dibutuhkan masyarakat. Layanan tersebut meliputi:

· Pelayanan Poli Umum untuk pemeriksaan dasar dan konsultasi kesehatan;

· Pelayanan Poli Gigi untuk penanganan kesehatan gigi dan mulut;

· Pelayanan Poli KIA yang mendukung kesehatan ibu dan anak;

· Pelayanan Lansia sebagai perhatian khusus bagi kelompok usia lanjut;

· Pelayanan Laboratorium untuk pemeriksaan penunjang diagnostik;

· Pelayanan UGD sebagai pintu layanan kegawatdaruratan;

· Farmasi yang memastikan ketersediaan dan pelayanan obat;

· Pelayanan Administrasi Kesehatan untuk membantu proses pencatatan dan pelayanan administratif pasien.

Seluruh layanan tersebut dirancang agar masyarakat memperoleh akses kesehatan yang terintegrasi dan mudah dijangkau dalam satu lokasi, tanpa harus berpindah-pindah unit.

Posyandu ILP: Menjangkau Warga Hingga ke Desa Terpencil

Tidak berhenti di dalam gedung, Puskesmas Mubune juga menggelar kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) . Posyandu ILP merupakan wadah pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang menyasar ibu, anak, balita, lansia, dan kelompok masyarakat rentan. Kehadirannya bertujuan memperkuat deteksi dini, pemantauan kesehatan, serta edukasi kepada warga di tingkat desa.

Dalam pelaksanaannya, Posyandu ILP di wilayah kerja Puskesmas Mubune mencakup layanan seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan tumbuh kembang balita, pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah bagi lansia, serta penyuluhan kesehatan yang menyentuh topik PHBS, gizi seimbang, imunisasi, dan pencegahan penyakit menular maupun tidak menular.

Desa Termaal merupakan salah satu wilayah yang secara historis telah merasakan langsung manfaat Posyandu ILP Puskesmas Mubune. Pada pelaksanaan sebelumnya, kegiatan di Desa Termaal dan Desa Maliambao menjadi bukti bahwa akses layanan kesehatan di wilayah dengan medan yang cukup sulit tetap dapat dijangkau melalui semangat jemput bola. Kepala Puskesmas Mubune menegaskan bahwa kegiatan Posyandu ILP akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen pelayanan yang merata.

Di bawah kepemimpinan dr. Diana Caroline, Puskesmas Mubune secara konsisten mengimplementasikan motto pelayanan #MelayanidenganSETIA yang diusung Dinas Kesehatan Minahasa Utara. SETIA dalam konteks ini dijabarkan sebagai pelayanan yang Santun, Empati, Tanggap, Inovatif, dan Andal.

“Kami pastikan semua fasilitas dan tenaga kesehatan siap melayani. Ini adalah komitmen kami dalam #MelayanidenganSETIA, memberikan pelayanan dengan sepenuh hati, empati, tertib, inovatif, dan akuntabel,” ujar dr. Diana Caroline dalam sejumlah kesempatan.

Komitmen tersebut juga selaras dengan program #MPHC (Masyarakat Peduli Hidup Ceria) yang dicanangkan Dinas Kesehatan Minahasa Utara dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Melalui MPHC, Puskesmas Mubune tidak hanya melayani pasien yang datang ke gedung, tetapi juga actively menjemput bola ke desa-desa dan wilayah kepulauan agar tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan hak kesehatannya.

Rangkaian kegiatan pada 21 Oktober 2026 ini menjadi cermin dari kerja sistematis Puskesmas Mubune: dimulai dari disiplin apel pagi, diperkuat oleh layanan poli yang lengkap di dalam gedung, dan diperluas melalui Posyandu ILP yang menyentuh langsung kehidupan warga desa. Di balik semua itu, dr. Diana Caroline memastikan bahwa pelayanan kesehatan di Likupang Barat berjalan dengan standar yang jelas, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan yang tersedia sesuai jadwal dan ketentuan masing-masing. Dengan pelayanan yang terpadu, Puskesmas Mubune berupaya memastikan kesehatan warga tetap menjadi prioritas bersama.

Penulis: Rukminto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *