Jakarta, jendelasulut.com — Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mencatatkan diri sebagai satu-satunya kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara yang berhasil masuk nominasi ajang bergengsi Innovative Government Award (IGA) 2026 yang digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri. Kepastian ini menjadi perhatian publik Sulut, mengingat tidak ada daerah kabupaten/kota lain di provinsi tersebut yang lolos ke tahap penilaian nasional.
Berdasarkan penelusuran, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) telah mendaftarkan 82 inovasi daerah ke sistem BSKDN Kemendagri. Kepala BRIDA Minut, dr. Stella Safitri, M.Kes., menyatakan bahwa seluruh inovasi tersebut kini menunggu tahapan validasi dan penilaian akhir dalam rangkaian IGA. Langkah agresif ini merupakan bagian dari upaya Minut meraih predikat “Kabupaten Sangat Inovatif” di tingkat nasional, sekaligus membuka peluang memperoleh Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat.
Tahapan krusial IGA 2026 sendiri berlangsung pada 3–5 November 2026 secara virtual, dengan pusat pelaksanaan di Command Center BSKDN dan Ruang Video Conference BSKDN Kemendagri, Jakarta. Pada Rabu, 4 November 2026, rangkaian penilaian presentasi kepala daerah digelar dari Command Center tersebut, diikuti oleh 57 pemerintah daerah dari seluruh Indonesia yang terbagi dalam enam regional dan satu klaster daerah perbatasan. Minahasa Utara, yang sebelumnya meraih predikat Kabupaten Terinovatif Kategori Kawasan Perbatasan pada IGA 2025, kembali diandalkan untuk bersaing di klaster perbatasan dengan memaparkan inovasi unggulan, baik digital maupun non-digital.
Kepala BRIDA Minut menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengejar pengakuan, tetapi memastikan setiap inovasi berdampak langsung pada pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. “BRIDA ini adalah ‘dapur pemikiran’ pemerintah daerah. Tahun ini, berkat arahan Pak Bupati Joune Ganda, kami berhasil menghimpun, mematangkan, dan mengajukan 82 inovasi daerah dari berbagai OPD,” ujar dr. Stella. Sejumlah inovasi yang sebelumnya mencuat, seperti Si Gesit (Sistem Gerakan Semua Ingin Selamat) di bidang penanggulangan bencana dan Koin Perak Lapis Emas, menjadi bukti kapasitas Minut dalam menciptakan terobosan yang aplikatif.
Bagi publik Sulawesi Utara, nominasi ini menjadi cermin bahwa inovasi daerah bukan sekadar kompetisi seremonial, melainkan ujian nyata bagi pemerintah dalam menghadirkan layanan yang lebih cepat, murah, dan berdampak. Dengan hanya Minut yang mewakili kabupaten/kota di Sulut pada IGA 2026, sorotan kini tertuju pada bagaimana daerah tersebut mempertahankan konsistensi inovasi di hadapan tim penilai nasional. Jika berhasil, predikat “Sangat Inovatif” bukan hanya kebanggaan simbolik, tetapi juga legitimasi bahwa pembangunan berbasis inovasi di Minahasa Utara telah berjalan on the track—dan layak menjadi contoh bagi daerah lain di Sulawesi Utara.