Minut, jendelasulut.com — Program Desa Siaga TB, sebuah pengembangan dari program Desa Siaga, diluncurkan di Kabupaten Minahasa Utara untuk memberdayakan masyarakat dalam memerangi tuberkulosis (TB). Upaya ini merupakan langkah signifikan dalam menanggulangi penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan publik ini. Peluncuran program ini ditandai dengan penyuluhan yang diselenggarakan Kamis, 22 Mei 2025 di UPTD Puskesmas Batu, dengan tema “Penyuluhan Persiapan Desa Siaga TB”.
Tuberkulosis, penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, menyerang paru-paru dan dapat menyebar melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau meludah. Gejalanya yang umum meliputi batuk lebih dari dua minggu, demam, keringat malam, penurunan berat badan, dan kelelahan. Oleh karena itu, deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat krusial.
Program Desa Siaga TB bertujuan untuk mempercepat penemuan dan pelaporan kasus TB, memastikan pasien mengonsumsi obat secara teratur hingga sembuh, mencegah penularan, dan mengurangi stigma negatif terhadap penderita. Kader kesehatan desa memegang peranan penting dalam program ini. Mereka akan aktif melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, mencari dan melaporkan kasus suspek TB, serta mendampingi pasien selama masa pengobatan.
Partisipasi masyarakat juga sangat vital. Masyarakat didorong untuk segera melaporkan kepada kader atau petugas kesehatan jika ada anggota keluarga atau tetangga yang mengalami batuk berkepanjangan. Penting pula untuk menghindari diskriminasi terhadap penderita TB dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti menutup mulut saat batuk atau bersin, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengonsumsi makanan bergizi.
Langkah-langkah penanggulangan TB di tingkat desa meliputi edukasi masyarakat melalui berbagai forum seperti posyandu, pengajian, dan arisan; skrining aktif dari rumah ke rumah atau melalui kegiatan di kampung; rujukan cepat ke puskesmas jika ditemukan gejala TB; pemantauan pengobatan oleh kader hingga tuntas (6 bulan); dan evaluasi serta pelaporan berkala.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, melalui Dinas Kesehatan dan UPTD Puskesmas Batu, berkomitmen penuh terhadap keberhasilan program ini. Dengan mengusung semangat #AKHLAK (Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) dan #GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), serta kampanye #banggamelayanibangsa, diharapkan program ini dapat menekan angka penderita TB dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara. Ingat, TB dapat disembuhkan jika pengobatan dijalani secara tuntas. Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat jika mengalami gejala TB.