Scroll untuk baca artikel
Minahasa Utara

Sukses 100 Hari Kepemimpinan Joune Ganda: Desa Kalawat Jadi Pilot Project Bebas TBC di Sulawesi Utara

11053
×

Sukses 100 Hari Kepemimpinan Joune Ganda: Desa Kalawat Jadi Pilot Project Bebas TBC di Sulawesi Utara

Sebarkan artikel ini

Minut, jendelasulut.com — Kabupaten Minahasa Utara mencatatkan sejarah baru dalam perjuangan melawan Tuberkulosis (TBC) di Sulawesi Utara. Pada Selasa, 27 Mei 2025, Desa Kalawat resmi ditetapkan sebagai Desa Siaga Bebas TBC pertama di provinsi ini, sebuah langkah revolusioner yang dicanangkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Julius Selvanus, SE. Acara pencanangan yang berlangsung di Kantor Hukum Tua Desa Kalawat dihadiri oleh beragam tokoh penting, termasuk Bupati Minahasa Utara, Joune J.E. Ganda (diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Utara, dr. Stela Safitri, M.Kes.), Forkopimda Minahasa Utara, pejabat pemerintahan, TNI/Polri, insan pers, dan masyarakat Desa Kalawat.

Apresiasi dan dukungan penuh terhadap program ini disampaikan oleh dr. Stela Safitri, M. Kes., yang mewakili Bapak Bupati Joune Ganda. Ia menekankan bahwa pencanangan Desa Siaga TBC di Kalawat merupakan prioritas utama dalam 100 hari kepemimpinan Bupati, sejalan dengan program nasional percepatan eliminasi TBC. Langkah-langkah konkrit yang dijalankan meliputi sosialisasi masif, pembentukan tim penanggulangan TBC yang handal, skrining kesehatan menyeluruh, investigasi kontak erat penderita, pengobatan intensif, dan pengawasan minum obat (PMO) yang ketat. Harapannya, Desa Kalawat akan menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain di Sulawesi Utara dalam upaya mencapai eliminasi TBC pada tahun 2030. Kolaborasi erat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini, didukung oleh semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

Gubernur Selvanus, dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, dr. Debie K.R. Kalalo, MSc PH., menyampaikan keprihatinan atas tingginya angka kasus TBC di Sulawesi Utara yang mencapai 14.377 kasus pada tahun 2024. Beliau menegaskan bahwa TBC bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga ancaman serius terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Sulawesi Utara. Setiap kasus TBC yang tak tertangani berarti kehilangan potensi produktivitas dan kontribusi individu bagi kemajuan daerah. Program Desa Siaga TBC ini sejalan dengan Visi RPJMD Sulawesi Utara 2025-2029, khususnya misi peningkatan kualitas SDM, dan merupakan investasi fundamental untuk membangun masyarakat yang sehat dan unggul.

Desa Kalawat sebagai model percontohan ini diharapkan akan mencapai tiga tujuan utama: deteksi dini dan pengobatan tuntas TBC untuk meringankan beban ekonomi keluarga; pembentukan lingkungan sehat dan edukasi masyarakat untuk memutus mata rantai penularan; serta sinergi optimal antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen penuh mendukung program ini melalui penguatan fasilitas kesehatan di tingkat desa, pelatihan kader kesehatan, dan integrasi program dengan inisiatif lain seperti percepatan sanitasi, perbaikan gizi, dan kampanye hidup sehat.

Gubernur Selvanus juga menekankan peran aktif masyarakat Desa Kalawat, mendorong kewaspadaan terhadap gejala TBC, akses pengobatan yang mudah, penghapusan stigma, dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kader kesehatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat diharapkan menjadi contoh keberhasilan yang dapat direplikasi di seluruh Sulawesi Utara. Dengan demikian, pencanangan Desa Siaga TBC di Kalawat bukan hanya sebuah langkah awal, melainkan momentum besar dalam upaya mewujudkan Sulawesi Utara yang sehat dan bebas TBC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *