Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Desa Mapanget, Minahasa Utara Gelar Fogging DBD sebagai Upaya Serius Cegah Penyebaran Demam Berdarah

76
×

Desa Mapanget, Minahasa Utara Gelar Fogging DBD sebagai Upaya Serius Cegah Penyebaran Demam Berdarah

Sebarkan artikel ini

Jendelasulut.com — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus meningkatkan upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), salah satu penyakit menular yang menjadi ancaman serius selama musim penghujan. Dalam hal ini, Desa Mapanget menjadi salah satu fokus utama kegiatan pencegahan dengan pelaksanaan fogging atau pengasapan pada hari Rabu, 02 Juli 2025.

Imbauan keras disampaikan langsung oleh Bupati Minahasa Utara, Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung, S.H., M.H., kepada seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam dan naiknya angka penyakit musiman, termasuk DBD. Seruan ini didasarkan pada data dan informasi resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mencatat kecenderungan peningkatan kasus DBD selama periode penghujan.

Pelaksanaan fogging di Desa Mapanget dilakukan oleh tim UPTD Puskesmas Talawaan, yang berada di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara. Tim fogging dipimpin oleh Kepala UPTD, dr. Ferny I. Sundah, yang mengkoordinasi penyisiran menyeluruh ke seluruh wilayah desa. Sasaran utama adalah rumah warga, fasilitas umum, serta area-area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penular DBD.

Menurut dr. Ferny, fogging merupakan salah satu metode pengendalian nyamuk yang efektif untuk mengurangi populasi nyamuk dewasa. Namun, ia menegaskan, keberhasilan fogging sangat bergantung pada aktifnya partisipasi masyarakat. “Fogging adalah langkah penting, tetapi bukan solusi tunggal. Pencegahan DBD adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat harus aktif menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang bisa menjadi sarang jentik nyamuk,” jelas dr. Sundah.

Ia menambahkan sejumlah tindakan sederhana namun krusial yang harus dilakukan oleh warga, seperti rutin menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, serta membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, penggunaan abate atau larutan anti jentik pada area yang sulit dikuras sangat dianjurkan untuk mencegah berkembangnya larva nyamuk.

Warga Desa Mapanget menyambut baik kegiatan fogging ini. Banyak dari mereka secara sukarela memfasilitasi tim dengan akses mudah ke rumah dan lingkungan sekitar, menandakan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran DBD.

Tidak hanya melakukan fogging, UPTD Puskesmas Talawaan juga mengadakan penyuluhan kesehatan yang menyasar warga Desa Mapanget. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya dan gejala DBD, serta memberikan pengarahan praktis terkait langkah pencegahan yang efektif. Materi edukasi juga menekankan pentingnya deteksi dini agar penderita DBD dapat segera mendapatkan penanganan medis.

Keberhasilan program pencegahan DBD ini sangat bergantung tidak hanya pada inisiatif pemerintah, tetapi juga pada kesadaran dan kerja sama aktif seluruh lapisan masyarakat. Dengan sinergi positif antara pemerintah dan warga, diharapkan Desa Mapanget dapat menjadi contoh desa yang bebas dari ancaman DBD sekaligus menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan produktif.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan fogging dan upaya pencegahan DBD, masyarakat dapat menghubungi UPTD Puskesmas Talawaan di nomor 0896-3799-2111.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *