Jendelasulut.com — Kegelapan yang mencekam kini menyelimuti ruas jalan utama di Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Pencurian kabel lampu jalan bawah tanah (underground) sepanjang hampir 4.000 meter di sepanjang Jalan Soekarno telah membuat sebagian besar jalan tersebut gelap gulita, menimbulkan keresahan dan ancaman bagi keamanan warga.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Minut, Donald Tintingon, Kamis, 7/8. Beliau mengungkapkan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut yang telah berulang kali terjadi sejak bulan Februari hingga Juli 2025. Ruas jalan yang terdampak meliputi area dari Patung Soekarno hingga Tugu Adipura, serta jalur Jalan Soekarno menuju Desa Paniki Atas. Ketiadaan penerangan jalan ini menimbulkan dampak signifikan bagi aktivitas warga dan pengguna jalan.
“Hilangnya kabel sepanjang hampir 4.000 meter ini sungguh merugikan dan membuat kami sangat khawatir,” ujar Bapak Tintingon dalam keterangan persnya. “Kejadian ini bukan hanya sekali dua kali terjadi, melainkan berulang kali dalam kurun waktu lima bulan terakhir. Ini jelas menunjukkan adanya pola kejahatan yang terorganisir dan harus segera dihentikan.”
Dampak dari pencurian ini sangat terasa. Kegelapan di malam hari meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara sepeda motor. Selain itu, kondisi ini juga menciptakan rasa tidak aman bagi warga sekitar, membuka peluang bagi tindak kriminalitas. Para pedagang kaki lima dan warga yang beraktivitas di malam hari merasakan dampak langsung dari hilangnya penerangan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Minut, melalui Dinas Perkim, telah melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian Polres Minut. Proses penyelidikan tengah berlangsung, dan pihak kepolisian berharap dapat segera mengungkap para pelaku dan membawa mereka ke meja hijau. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan berharap agar kasus ini dapat segera terungkap dan pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” tambah Bapak Tintingon.
Pemerintah Kabupaten Minut juga menghimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Pelaporan dini terhadap aktivitas mencurigakan sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. “Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kehilangan kabel lampu jalan ini bukan hanya kerugian materiil, tetapi juga mengancam keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tegas Bapak Tintingon. “Kami berharap kerjasama dari seluruh warga Minut untuk menjaga aset-aset publik agar tetap berfungsi dengan baik.”
Kejadian ini menjadi sorotan publik dan mempertegas pentingnya upaya pencegahan kejahatan serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan fasilitas umum. Diharapkan, pihak kepolisian dapat segera meringkus para pelaku dan memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.