Scroll untuk baca artikel
Minahasa Utara

Cegah Stunting dengan Makanan Tambahan (CETING MANTAN): Inovasi UPTD Puskesmas Mubune Menuju Likupang Barat Bebas Stunting

676
×

Cegah Stunting dengan Makanan Tambahan (CETING MANTAN): Inovasi UPTD Puskesmas Mubune Menuju Likupang Barat Bebas Stunting

Sebarkan artikel ini

Jendelasulut.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara, melalui UPTD Puskesmas Mubune di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, meluncurkan inovasi program pencegahan stunting bernama CETING MANTAN (Cegah Stunting dengan Makanan Tambahan). Program yang diinisiasi oleh Kepala Puskesmas Mubune, dr. Diana Caroline, ini, menarik perhatian publik karena pendekatannya yang komprehensif dan kolaboratif dalam mengatasi masalah gizi buruk pada anak di wilayah tersebut.

CETING MANTAN merupakan kegiatan pemberian makanan tambahan yang dijalankan melalui kerjasama lintas sektor. Sasaran utama program ini adalah dua kelompok rentan: balita berusia 6-24 bulan dengan kategori kurus (berat badan menurut panjang badan (BB/PB) kurang dari -2 SD), dan ibu hamil dengan kurang energi kronis (Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm).

Tujuan utama CETING MANTAN adalah untuk mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Mubune. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan status gizi anak dan ibu hamil, serta mencegah munculnya kasus stunting baru.

Manfaat yang diharapkan dari CETING MANTAN sangat beragam. Selain penurunan prevalensi stunting pada balita, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat tentang hidup bersih dan sehat. Dengan demikian, CETING MANTAN bukan hanya sekadar program pemberian makanan tambahan, tetapi juga upaya untuk membangun kesadaran dan perilaku hidup sehat dalam jangka panjang, sehingga dapat mencegah berbagai permasalahan gizi, termasuk stunting, di Kecamatan Likupang Barat.

Tahapan Pelaksanaan CETING MANTAN yang terstruktur dan sistematis meliputi:

1. Penyusunan Program: Diawali dengan mini lokakarya di Puskesmas untuk merumuskan program yang komprehensif dan terukur.

2. Pembentukan Tim Pelaksana: Tim dibentuk melalui rapat koordinasi lintas sektor di tingkat kecamatan, melibatkan berbagai pihak terkait untuk memastikan kolaborasi yang efektif.

3. Sosialisasi kepada Masyarakat: Sosialisasi dilakukan secara intensif melalui berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar gedung Puskesmas, untuk menjangkau masyarakat luas dan memastikan pemahaman yang menyeluruh tentang program ini.

4. Uji Coba: Tahap uji coba dilakukan dalam kegiatan Posyandu untuk mengevaluasi efektifitas program sebelum implementasi penuh.

5. Pelaksanaan Inovasi: Program CETING MANTAN diimplementasikan secara penuh di setiap desa yang memiliki permasalahan gizi di wilayah kerja Puskesmas Mubune.

6. Evaluasi: Evaluasi dilakukan secara berkala melalui mini lokakarya di Puskesmas dan rapat lintas sektor untuk memantau perkembangan program dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.

CETING MANTAN merupakan contoh nyata komitmen UPTD Puskesmas Mubune dalam mewujudkan visi Likupang Barat yang bebas dari masalah stunting. Melalui pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif ini, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan CETING MANTAN juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam upaya penanggulangan stunting di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *