Scroll untuk baca artikel
ManadoNasional

“Langkah Strategis TNI AL: Lantamal VIII Kini Bernama Kodaeral VIII, Jaga Maritim Indonesia Makin Optimal!”

248
×

“Langkah Strategis TNI AL: Lantamal VIII Kini Bernama Kodaeral VIII, Jaga Maritim Indonesia Makin Optimal!”

Sebarkan artikel ini

Jendelasulut.com — Sebuah tonggak sejarah penting telah dicatat dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dengan perubahan Pangkalan Utama TNI AL VIII (Lantamal VIII) menjadi Komando Daerah Militer TNI AL VIII (Kodaeral VIII). Peresmian ini merupakan realisasi dari Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2025, yang menandai peningkatan signifikan dalam struktur organisasi TNI secara keseluruhan.

Validasi organisasi ini diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sebuah upacara megah yang menampilkan Gelar Pasukan dan Kehormatan Militer di Batujajar pada tanggal 10 Agustus 2025. Acara tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah dalam memperkuat pertahanan maritim negara.

Proses transisi kepemimpinan berlangsung khidmat di Lounge Matjan Tutul, Markas Komando Armada RI (Mako Koarmada RI), Jakarta, pada Rabu, 13 Agustus 2025. Laksamana TNI May Franky Pasuna Sihombing, CHRMP., secara resmi menyerahkan Pataka Lantamal VIII dan melepaskan tanda pangkat serta jabatannya sebagai Komandan Lantamal VIII kepada Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M.

Dengan validasi ini, terjadi pergantian pucuk pimpinan dari Laksma TNI May Franky Pasuna Sihombing, CHRMP., kepada Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsala, yang kini menjabat sebagai Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut VIII (Dankodaeral VIII). Operasional Kodaeral VIII secara resmi berlaku efektif mulai tanggal 13 Agustus 2025, menandai babak baru dalam pengamanan wilayah maritim yang menjadi tanggung jawabnya.

Transformasi Lantamal VIII menjadi Kodaeral VIII ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menjaga kedaulatan serta keamanan maritim Indonesia, sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Perubahan ini juga mencerminkan respons adaptif TNI AL terhadap dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *